Bekasi, Kabariku — Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kecelakaan kereta KRL di wilayah Bekasi Timur, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan langsung kepada para korban yang tengah menjalani perawatan dan pemulihan pascakejadian.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Perwakilan KemendukBangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Roswandi, bersama Direktur Direktorat Ketahanan Keluarga, Lanjut Usia dan Rentan, Puji Prihatiningsih. Rombongan menyambangi korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi serta keluarga yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.
Korban yang dikunjungi mayoritas merupakan kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan balita. Dalam kesempatan tersebut, rombongan memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kondisi kesehatan para korban.
Dalam keterangannya, Dadi Roswandi menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa kecelakaan yang terjadi, serta menegaskan komitmen BKKBN untuk hadir memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.
Selain bantuan fisik, BKKBN juga memberikan perhatian pada pemulihan mental korban. Dadi menekankan pentingnya penanganan trauma pascakejadian melalui layanan konseling terpadu.
“Kami mengajak pula untuk langsung berkonsultasi dengan layanan yang digagas KemendukBangga, yaitu SatyaGatra, layanan ini bisa dimanfaatkan secara gratis oleh korban atau keluarga korban agar kondisi mental setelah merasakan trauma kembali pulih,” ujarnya.
Layanan SatyaGatra merupakan fasilitas konseling keluarga yang disediakan secara gratis untuk membantu pemulihan psikologis, khususnya bagi korban bencana atau kejadian traumatis.
Selain itu, dalam kunjungan tersebut juga disalurkan bantuan berupa santunan dan dukungan nutrisi bagi korban, terutama ibu hamil dan ibu menyusui, sebagai upaya membantu pemulihan kondisi fisik mereka.
Meski sebagian korban dilaporkan mulai berangsur membaik, beberapa di antaranya masih membutuhkan perawatan lanjutan. Pihak keluarga korban pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BKKBN, yang dinilai sangat membantu dalam masa pemulihan.
Kehadiran BKKBN Jawa Barat dalam situasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan mental korban. Upaya ini dinilai penting agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.
Kunjungan kemanusiaan ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas transportasi, serta perlunya respons cepat dan terpadu dalam penanganan korban pascakecelakaan.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post