Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengimbau calon jemaah haji yang diperkirakan akan berangkat pada musim haji 2027 agar mulai melakukan berbagai persiapan sejak dini. Meski estimasi keberangkatan resmi dari pemerintah pusat belum dirilis, calon jemaah dapat mengecek perkiraan tahun keberangkatan melalui aplikasi Haji Pintar menggunakan nomor porsi masing-masing.
Indra menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah pusat terkait estimasi keberangkatan dan kuota haji tahun 2027. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai jadwal maupun jumlah kuota yang akan diterima.
“Estimasi keberangkatan 2027 memang belum dirilis secara resmi. Namun masyarakat bisa mengecek nomor porsinya melalui aplikasi Haji Pintar, sehingga akan muncul perkiraan tahun keberangkatannya,” ujar Indra.
Ia menyebutkan, bagi calon jemaah yang diperkirakan masuk daftar keberangkatan tahun 2027, ada beberapa hal penting yang harus segera dipersiapkan. Pertama, memastikan paspor sudah dimiliki atau segera diurus. Kedua, melengkapi dan memperbarui data apabila masih terdapat kekurangan dengan mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut.
Selain administrasi, Indra juga menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan sejak sekarang. Menurutnya, calon jemaah harus menjaga kebugaran agar nantinya dinyatakan memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan maupun puskesmas menjelang keberangkatan.
“Kesehatan harus dipersiapkan sejak dini agar ketika dilakukan pemeriksaan, jemaah benar-benar siap berangkat,” katanya.
Terkait kuota haji tahun 2027, Indra mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah akan mengalami penambahan dibanding tahun sebelumnya. Seluruh kebijakan mengenai kuota masih menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa kuota haji Indonesia secara nasional sejauh ini masih berada di angka sekitar 221 ribu jemaah dan belum ada informasi resmi mengenai perubahan jumlah tersebut.
Indra juga mengungkapkan bahwa informasi resmi mengenai estimasi keberangkatan diperkirakan mulai diumumkan pada Agustus mendatang. Bersamaan dengan itu, tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) juga kemungkinan akan dimulai.
Sebelum proses pelunasan dilakukan, calon jemaah yang telah memiliki paspor akan menjalani proses biometrik visa (biovisa) di Kementerian Haji dan Umrah. Langkah ini dilakukan agar proses penerbitan dokumen keberangkatan dapat berjalan lebih cepat.
“Kemungkinan data resmi turun pada Agustus. Sebelum pelunasan, jemaah yang sudah memiliki paspor akan diproses biovisa agar pengurusan selanjutnya lebih cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh informasi resmi mengenai estimasi keberangkatan, kuota, maupun tahapan pelunasan akan diumumkan setelah menerima rilis dari pemerintah pusat. Informasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, termasuk Instagram dan TikTok.***



















Discussion about this post