Garut, Kabariku – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan pemerintah akan ancaman kemarau panjang akibat fenomena Elnino di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Pulau Jawa. Aktivis lingkungan memperingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk segera menyusun rencana mitigasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang.
“Kita akan mengajukan audensi dengan DPRD dan Pemkab Garut mempertanyakan rencana mitigasi bencana kekeringan yang akan terjadi sebagaimana perkiraan BMKG,” jelas Agus “Ugeng” Sekretaris Yayasan Tangtudibuana, Senin (30/3/2026) di Sekretariat Yayasan Tangtudibuana.
Ugeng mengungkapkan, sebagaimana prediksi BMKG, musim kemarau kali ini akan lebih panjang karena dibarengi dengan fenomena Elnino. Peringatan ini, harusnya disikapi bersama antara pemerintah dan masyarakat dengan melakukan upaya-upaya mitigasi.
“Kita mendorong ada rencana mitigasinya, karena kemarau panjang ini pasti berdampak,” jelasnya.
Salahsatu ancaman yang paling nyata menurut Ugeng adalah ancaman krisis air bersih, kebakaran hutan hingga gagal panen yang bisa berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.
“Kita dorong Pemkab membuat pemetaan resiko bencana dan mitigasinya, berbagi tugas antar dinas,” katanya.
Ugeng mengingatkan, ancaman kemarau panjang ini tidak bisa dianggap enteng oleh Pemkab Garut. Karena, daya dukung alam di Kabupaten Garut terus menurun akibat alih fungsi hutan yang seharusnya jadi kawasan yang bisa memberikan daya dukung terhadap sumber-sumber air.
“Sejak dini kita ingatkan pemerintah daerah, jangan anggap enteng, mari kita duduk bersama,” tegasnya.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post