Tangerang Kabariku.com – RS Mandaya Royal Puri secara resmi meluncurkan teknologi robot Zamenix pada Sabtu (20/6), mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki teknologi ini.
Zamenix adalah robot dengan lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal berukuran besar dan mengangkatnya secara langsung dari dalam tubuh tanpa memerlukan satu sayatan pun, menjadikannya terobosan baru dalam dunia urologi Indonesia.
Acara peluncurannya menghadirkan Prof. Cho Sung Yong, Surgical Urologist dari Seoul National University, Korea Selatan, bersama Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U.(K), Ph.D selaku Spesialis Urologi Konsultan RS Mandaya Royal Puri, dengan dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U., FICS sebagai moderator.
Zamenix bekerja melalui lengan robot fleksibel yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi batu ginjal hingga ke area yang sulit dijangkau, laser Thulium untuk memecah batu ginjal yang berukuran besar sekalipun menjadi fragmen halus, serta penjepit khusus untuk mengangkat sisa pecahan batu ginjal. Dalam prosedurnya, lengan robot ini dimasukkan melalui saluran kemih sampai ke ginjal sehingga dokter tidak perlu membuat sayatan sama sekali.
Seluruh proses pengangkatan batu ginjal menggunakan robot Zamenix dikendalikan oleh dokter melalui cockpit controller khusus dengan pemantauan real-time, menjadikan setiap langkah penanganan lebih presisi, aman, dan terkontrol.
Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur pengangkatan batu ginjal dengan teknologi robot Zamenix dilakukan oleh tim dokter spesialis urologi ahli dan berpengalaman, di antaranya Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U.(K), Ph.D, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), Ph.D, dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U., FICS, dr. Hendy Mirza, Sp.U (K), dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS, hingga dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U.
Empat Tahun Takut Dioperasi, Komika Rigen Akhirnya Sembuh dari Batu Ginjal Berkat Zamenix
Peluncuran Zamenix di RS Mandaya Royal Puri hadir bukan sekadar inovasi di atas kertas.
Komika Rigen Rakelna adalah salah satu bukti nyata dari kecanggihan teknologi ini. Selama empat tahun lamanya, komika berusia 34 tahun itu tahu dirinya punya batu ginjal berukuran besar sekitar 2 cm yang bersarang di ginjal kirinya, tapi tak kunjung berani mengambil tindakan karena takut dioperasi.
Sebelum mengenal Zamenix, Rigen sebenarnya sudah disarankan menjalani prosedur operasi pengangkatan batu ginjal yang mengharuskan pembuatan sayatan pada kulit punggungnya untuk mengakses ginjal secara langsung. Bayangan prosedur itulah yang membuatnya terus mengurungkan niat selama empat tahun.
“Saya sudah punya batu ginjal sejak 4 tahun yang lalu, tapi takut dioperasi karena harus dibolongin dari belakang (punggung). Nah, untungnya Mandaya sudah punya teknologi robot batu ginjal ini.
Kayaknya kalau nggak, (sampai sekarang) masih belum berani untuk tindakan operasi yang dibolongin itu. Sempat ada rasa khawatir, ada ketakutan, tapi ngobrol sama Prof. Ponco kata dia (prosedurnya) dibius sehabis itu tidur, benar-benar nggak merasakan apa pun,” ungkap komika berusia 34 tahun tersebut.
Sehari setelah prosedur, ia sudah kembali beraktivitas normal. “Sudah bisa ngobrol, sudah bisa aktivitas, sudah bisa duduk di luar. Fisik alhamdulillah nggak begitu ada rasa sakit yang gimana-gimana,” tuturnya.
RS Mandaya Royal Puri sebagai Pusat Ginjal dan Prostat Indonesia
RS Mandaya Royal Puri terus mempertegas posisinya sebagai pusat layanan ginjal dan prostat yang komprehensif di Indonesia. Dalam satu atap, rumah sakit ini menghadirkan sistem bedah robotik da Vinci Xi untuk pengangkatan ginjal dan kanker prostat, robot MonaLisa untuk biopsi kanker prostat dengan akurasi tinggi, terapi Rezum untuk menangani pembesaran prostat jinak, hingga terapi Lutetium-177 bagi pasien kanker prostat stadium lanjut.
Selain itu, RS Mandaya Royal Puri bahkan telah mengantongi lisensi resmi dari pemerintah untuk melakukan transplantasi ginjal.
Peluncuran ini juga mencerminkan eratnya kolaborasi dan pertukaran ilmu antara tim dokter urologi Mandaya dengan para ahli urologi dunia.
Sebelumnya, tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri yang diwakili oleh Prof. Ponco turut membawa nama Indonesia dalam simposium robotik yang dihadiri dokter spesialis urologi di Korea Selatan.
“Tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri yang diwakili oleh Prof. Ponco baru saja kembali dari Korea Selatan setelah menjadi pembicara dalam sebuah simposium robotik yang dihadiri para dokter spesialis urologi di Korea Selatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau mempresentasikan teknik terbaru penanganan batu ginjal di hadapan sekitar 50 dokter spesialis urologi.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi kami karena putra terbaik bangsa mampu mewakili Indonesia dan Mandaya di forum internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas penanganan batu ginjal di Indonesia telah berada pada level kelas dunia,” ujar Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group.
Teknologi dan layanan yang lengkap, serta tim kedokteran urologi yang berpengalaman ini merupakan bukti komitmen RS Mandaya Royal Puri untuk terus memberikan penanganan berstandar internasional bagi setiap pasien dengan berbagai kondisi ginjal dan prostat.
Kehadiran Zamenix semakin melengkapi ekosistem teknologi medis RS Mandaya Royal Puri dan memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi urologi terdepan di Indonesia, memberikan harapan baru bagi pasien yang selama ini menunda penanganan karena takut dioperasi.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post