Tangerang Kabariku.com – Selama empat tahun lamanya, komika Rigen Rakelna tahu bahwa dirinya punya batu ginjal berukuran besar sekitar 2 cm yang bersarang di ginjal kirinya, tapi tak kunjung berani mengambil tindakan. Bukan karena tidak peduli, melainkan karena takut dioperasi. Namun, rasa takut itu sirna ketika dirinya bertemu teknologi Zamenix, robot penghancur batu ginjal dengan lengan fleksibel di RS Mandaya Royal Puri, yang merupakan rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memilikinya. Melalui prosedur yang dilakukan oleh tim dokter urologi Mandaya yang berpengalaman, Rigen berhasil sembuh dari batu ginjal tanpa sayatan sama sekali.
Zamenix merupakan robot dengan lengan fleksibel yang mampu menghancurkan batu ginjal dan mengangkatnya secara langsung tanpa luka sayatan. Lengan fleksibel ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi batu hingga ke area yang sulit dijangkau, menembakkan laser Thulium untuk memecah batu ginjal berukuran besar sekalipun menjadi fragmen halus, serta mengangkat sisa pecahan batu. Dalam prosedurnya, lengan robot ini dimasukkan melalui saluran kemih hingga ke ginjal, sehingga dokter tidak perlu membuat sayatan.
Seluruh proses dikendalikan langsung oleh tim dokter urologi Mandaya melalui cockpit controller khusus yang menggerakkan lengan robotnya, dengan pemantauan real-time melalui monitor sehingga setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih presisi, aman, dan terkontrol.
Sebelum mengenal Zamenix, komika dengan nama asli Muhammad Rizki Rakelna itu sebenarnya telah direkomendasikan menjalani prosedur operasi yang mengharuskan pembuatan sayatan pada kulit punggungnya untuk mengakses ginjal secara langsung. Bayangan prosedur itulah yang membuat Rigen terus mengurungkan niatnya selama empat tahun untuk segera mendapat penanganan.
“Saya sudah punya batu ginjal sejak 4 tahun yang lalu, tapi takut dioperasi karena harus dibolongin dari belakang (punggung). Nah, untungnya Mandaya sudah punya teknologi robot batu ginjal ini. Kayaknya kalau nggak, (sampai sekarang) masih belum berani untuk tindakan operasi yang dibolongin itu. Sempat ada rasa khawatir, ada ketakutan, tapi ngobrol sama Prof. Ponco kata dia (prosedurnya) dibius sehabis itu tidur, benar-benar nggak merasakan apa pun,” ungkap komika berusia 34 tahun tersebut.
Sehari setelah prosedur, Rigen sudah kembali beraktivitas normal. “Sudah bisa ngobrol, sudah bisa aktivitas, sudah bisa duduk di luar. Fisik alhamdulillah nggak begitu ada rasa sakit yang gimana-gimana,” tuturnya.
Peluncuran Resmi Zamenix di Mandaya Royal Hospital Puri
Mandaya Royal Hospital Puri secara resmi meluncurkan teknologi robot Zamenix pada Sabtu (20/6), mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki teknologi ini.
Acara peluncurannya menghadirkan narasumber Prof. Cho Sung Yong, Surgical Urologist dari Seoul National University, Korea Selatan, bersama Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U.(K), Ph.D selaku Spesialis Urologi Konsultan RS Mandaya Royal Puri, dengan dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U., FICS sebagai moderator.
Peluncuran ini juga mencerminkan eratnya kolaborasi dan pertukaran ilmu antara tim dokter urologi Mandaya dengan para ahli urologi dunia. Sebelumnya, tim dokter urologi Mandaya yang diwakili oleh Prof. Ponco turut membawa nama Indonesia dalam simposium robotik yang dihadiri dokter spesialis urologi di Korea Selatan.
“Tim dokter urologi RS Mandaya Royal Puri yang diwakili oleh Prof. Ponco baru saja kembali dari Korea Selatan setelah menjadi pembicara dalam sebuah simposium robotik yang dihadiri para dokter spesialis urologi di Korea Selatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau mempresentasikan teknik terbaru penanganan batu ginjal di hadapan sekitar 50 dokter spesialis urologi. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi kami karena putra terbaik bangsa mampu mewakili Indonesia dan Mandaya di forum internasional, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas penanganan batu ginjal di Indonesia telah berada pada level kelas dunia,” ujar Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group.
RS Mandaya Royal Puri sebagai Pusat Ginjal dan Prostat Indonesia
RS Mandaya Royal Puri terus memperkuat posisinya sebagai pusat layanan ginjal dan prostat yang komprehensif di Indonesia. Dalam satu atap, rumah sakit ini menghadirkan sistem bedah robotik da Vinci Xi untuk pengangkatan ginjal dan kanker prostat, robot MonaLisa untuk biopsi kanker prostat dengan akurasi tinggi, terapi Rezum untuk pembesaran prostat jinak, hingga terapi Lutetium-177 bagi pasien kanker prostat stadium lanjut. Tidak hanya itu, RS Mandaya Royal Puri bahkan juga mengantongi lisensi resmi dari pemerintah untuk melakukan transplantasi ginjal.
Teknologi dan layanan yang lengkap serta komprehensif ini merupakan komitmen dari RS Mandaya Royal Puri untuk terus memberikan penanganan berstandar internasional bagi setiap pasien dengan berbagai kondisi ginjal dan prostat.
Kehadiran Zamenix semakin melengkapi ekosistem teknologi medis RS Mandaya Royal Puri dan memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi urologi terdepan di Indonesia, memberikan harapan baru bagi pasien yang selama ini menunda penanganan karena takut dioperasi.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post