Tangerang, Kabariku.com– Dari meja operasi yang dulu identik dengan sayatan besar dan luka yang lebar, dunia bedah kini telah melompat lebih jauh ke era presisi robotik. Sejak teknik bedah laparoskopi diperkenalkan pada tahun 1980 dan mengubah standar dunia bedah menuju operasi minim sayatan dengan pemulihan yang jauh lebih cepat, dunia medis terus mencari cara agar operasi bisa dilakukan dengan lebih presisi lagi.
Pencarian itu membuahkan hasil pada tahun 2000, ketika robot bedah da Vinci hadir dan mengubah wajah pembedahan modern. Robot ini mampu menjangkau bagian tubuh tersempit dan terumit dengan kelenturan menyerupai tangan manusia, tanpa sayatan besar, dan menjadi primadona dalam pembedahan minimal invasif dunia. Kini, perjalanan panjang itu sampai pada evolusi terbarunya, robot Da Vinci Xi, yang resmi hadir di RS Mandaya Royal Puri, Indonesia.
Da Vinci Xi resmi diperkenalkan di RS Mandaya Royal Puri bersamaan dengan seminar publik bertajuk “Mengenal Operasi Robotik pada Saluran Cerna, Hati, Empedu, & Pankreas” pada Minggu (19/7).
Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Iswanto Sucandy, MD, FACS, ahli bedah digestif dan hepatopankreatobilier dari AdventHealth Tampa, Amerika Serikat, yang juga berpengalaman dalam operasi robotik dan akan berperan sebagai mentor bagi Mandaya dalam penggunaan Da Vinci Xi.
Turut hadir pula tim dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif Mandaya Royal Puri, yaitu Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B, Subsp.BD(K), dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B, Subsp.BD(K), dan dr. Ocsyavina, Sp.B, Subsp.BD(K), bersama dr. Benedictus R. Widaja, MBChB (UK), Co-Founder dan President Director Mandaya Hospital Group.
Dalam pembukaan seminar, dr. Ben mengatakan, “Kami bangga telah berhasil membawa robot Da Vinci generasi terbaru ke Indonesia, yaitu Da Vinci Xi. Ini merupakan robot ke-5 yang kami miliki, dan mungkin menjadikan RS Mandaya Royal Puri sebagai rumah sakit dengan teknologi robotik terbanyak di Indonesia saat ini. Bahkan dengan 1 robot Da Vinci Xi saja, kami bisa melakukan berbagai macam operasi, seperti reseksi tumor hati, transplantasi ginjal, pengangkatan prostat, pengangkatan kanker rahim, reseksi usus besar, dan di masa depan bahkan melakukan bypass jantung.”
Da Vinci Xi adalah robot bedah dengan empat lengan presisi yang dikendalikan sepenuhnya oleh dokter melalui konsol 3D beresolusi tinggi. Lengan robotiknya yang fleksibel dan berukuran kecil mampu menjangkau area sempit dan sulit pada tubuh pasien layaknya tangan manusia.
Keunggulan Da Vinci Xi terletak pada dua hal yang tidak dimiliki instrumen laparoskopi konvensional. Pertama, soal kestabilan lengan robot. Da Vinci Xi dilengkapi teknologi tremor-filtration, yang memungkinkan kestabilan lengan robot sehingga tidak terjadi getaran halus maupun gerakan tak disengaja saat instrumen bergerak di dalam tubuh pasien. Dengan begitu, hanya gerakan yang benar-benar disengaja oleh dokter yang diteruskan ke instrumen bedah.
Kedua, soal jumlah tangan yang bekerja. Dalam operasi yang kompleks, seperti pemotongan hati (reseksi hati) atau transplantasi ginjal, satu tangan dokter kerap harus menahan atau menjepit organ agar bagian lain bisa dipotong atau dijahit dengan presisi, suatu hal yang sulit jika dilakukan hanya dengan dua tangan.
Da Vinci Xi mengatasi keterbatasan ini lewat empat lengan robotik yang dikendalikan dari satu konsol dengan tampilan 3D, sehingga dokter bisa menjepit, menahan, memotong, dan menjahit sekaligus, tanpa mengorbankan presisi maupun keamanan pasien.
Bayangkan, dokter spesialis dengan dua tangan saja sudah mampu menghasilkan operasi yang presisi, apalagi kini dengan kehadiran empat “tangan” robotik yang bekerja tanpa getaran dan dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi. Inilah yang menjadikan Da Vinci Xi andalan para ahli bedah di berbagai belahan dunia.
Di RS Mandaya Royal Puri, Da Vinci Xi tidak hanya digunakan untuk operasi hati, melainkan berbagai tindakan bedah kompleks lainnya, seperti pengangkatan rahim dan miom rahim, hingga pengangkatan prostat dan ginjal. Bahkan, belum lama ini, tim dokter RS Mandaya Royal Puri berhasil melakukan transplantasi ginjal dengan Da Vinci Xi. Ke depan, layanan ini juga akan dikembangkan untuk operasi bypass jantung dengan teknik minimal invasif atau Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS).
Mandaya Robotic Center Semakin Lengkap dengan Kehadiran Da Vinci Xo
Kehadiran Da Vinci Xi melengkapi 5 teknologi robotik yang kini dimiliki Mandaya, sejalan dengan posisinya sebagai Indonesia’s Center for Advanced Robotics & Precision Technology. Di bidang urologi ada Zamenix, robot berlengan fleksibel untuk menangani batu ginjal besar tanpa operasi terbuka, serta MonaLisa untuk biopsi kanker prostat dengan akurasi pengambilan sampel yang lebih tinggi.
Pada bidang ortopedi, Mandaya juga memiliki CORI, robot yang digunakan pada prosedur penggantian sendi lutut parsial maupun total. Robot ini membantu dokter menentukan posisi pemasangan implan secara lebih presisi berdasarkan anatomi lutut pasien, sehingga menghasilkan keseimbangan sendi dan fungsi lutut yang lebih optimal.
Untuk bedah saraf, Mandaya menghadirkan teknologi 3D Brain Neuronavigation yang dipadukan dengan robotic microscope alignment. Fungsinya seperti GPS yang memandu dokter menemukan lokasi tumor otak secara real-time dengan akurasi sub-milimeter, sekaligus menjaga jaringan otak dan struktur penting di sekitarnya tetap aman.
Dengan semakin lengkapnya teknologi robotik yang dimiliki, RS Mandaya Royal Puri terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis inovasi. Kehadiran berbagai sistem robotik tersebut memungkinkan lebih banyak pasien memperoleh pilihan tindakan medis yang minim sayatan, lebih presisi, serta mendukung proses pemulihan yang lebih cepat sesuai perkembangan teknologi kedokteran modern.






















Discussion about this post