Tangerang Selatan, Kabariku.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat penurunan angka prevalensi stunting menjadi 8,2 persen pada 2026.
Capaian tersebut menjadi hasil dari sinergi berbagai pihak dalam memperkuat upaya pencegahan stunting, mulai dari masa pra-kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum seorang ibu mengalami kehamilan.
Menurutnya, peningkatan layanan kesehatan bagi calon ibu dan ibu hamil merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya stunting.
“Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak agar setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk menekan angka stunting,” ujar Benyamin, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat pendampingan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Upaya tersebut dilakukan melalui posyandu dan dukungan tenaga kesehatan di berbagai wilayah.
Benyamin juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya menekan angka stunting. Masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel TB Asep Nurdin mengatakan, prevalensi stunting di Tangsel saat ini berada di angka 8,2 persen.
Menurutnya, angka tersebut lebih rendah dibandingkan target nasional. Capaian itu menunjukkan bahwa berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting yang dilakukan secara bersama-sama terus memberikan dampak positif.
Pemkot Tangsel, lanjut Asep, juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui berbagai platform digital. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Dengan informasi yang tepat, keluarga dapat mengambil langkah yang lebih baik dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Pemkot Tangsel berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, keluarga, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga angka stunting di wilayah tersebut dapat ditekan lebih rendah lagi.





















Discussion about this post