Ketua Lembaga Bantuan Hukum Serikat Petani Pasundan (LBH SPP), Yudi Kurnia, mengecam tindakan penertiban yang dilakukan aparat di kawasan Gunung Papandayan karena dinilai disertai pengrusakan tanaman dan fasilitas milik petani. Menurutnya, langkah tersebut tidak semestinya dilakukan mengingat status lahan yang disengketakan masih dalam proses pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI mengenai konflik agraria.
Yudi menyebut berbagai aset milik petani, mulai dari tanaman kopi, tanaman labu, saung, hingga pondasi musala mengalami kerusakan saat penertiban berlangsung. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk tindakan yang berlebihan terhadap masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan tersebut.
Ia menjelaskan, para petani telah mengelola kawasan itu sejak 1985. Karena itu, pihaknya membantah klaim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) yang menyatakan aktivitas penggarapan baru dimulai pada 2022.
Lebih lanjut, Yudi mengatakan LBH SPP telah beberapa kali menyampaikan surat kepada BBKSDA, termasuk memberikan jawaban resmi atas somasi yang diterima petani. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa sengketa lahan tengah ditangani oleh Pansus DPR RI sehingga seluruh pihak seharusnya menghormati proses yang sedang berjalan.
Menurutnya, penyelesaian melalui mekanisme Pansus perlu ditunggu hingga menghasilkan keputusan. Ia mempertanyakan langkah BBKSDA yang tetap melakukan penertiban meski persoalan tersebut masih dalam pembahasan di tingkat nasional.
Sebelumnya, penertiban yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026, juga berlanjut dengan pemeriksaan terhadap tiga petani oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan di Polsek Cisurupan.
Salah seorang petani yang diperiksa, Juniawan Hermansyah, mengungkapkan bahwa tanaman dan bangunan sederhana di lahannya ikut dirusak. Ia menyebut musala, saung, tanaman labu siam di dua lokasi, sekitar 803 pohon kopi berusia tiga tahun, serta 20 pohon kopi berusia 18 tahun di wilayah Karamatwangi ditebang saat penertiban berlangsung. Menurutnya, tanaman kopi yang telah berusia puluhan tahun tersebut merupakan sumber utama penghidupan keluarganya.***


















Discussion about this post