• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 4, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Gerak-Gerik yang Tak Hilang dari Radar

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
4 Juni 2026
di Opini
A A
0
Foto : Anies Baswedan (Istimewa)

Foto : Anies Baswedan (Istimewa)

ShareSendShare ShareShare

Ditulis oleh :  In’amul Mustofa

Kabariku.com – Sesudah pemilu usai, biasanya politik memasuki musim sunyi.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Spanduk diturunkan. Sorak-sorai mereda. Nama-nama yang kemarin memenuhi layar televisi

RelatedPosts

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

dan linimasa media sosial perlahan kembali menjadi arsip. Demokrasi modern memang

mengenal apa yang disebut para ilmuwan politik sebagai attention cycle siklus perhatian

publik yang bergerak cepat, naik dengan mendadak lalu turun tanpa pamit.

Kita melihat itu setelah Pilpres 2024.

Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, dan Anies Baswedan adalah empat tokoh

yang sama-sama memenuhi ruang percakapan nasional selama masa kompetisi. Namun

beberapa waktu setelah pemilu berakhir, ada sesuatu yang menarik: dari keempat nama itu,

Anies tampak paling sering kembali muncul dalam percakapan publik.

Padahal ia tidak sedang memegang kekuasaan.

Ia bukan menteri. Ia bukan kepala daerah. Ia tidak memimpin lembaga negara. Bahkan ia tidak

memiliki kendaraan politik formal yang kuat sebagaimana lazimnya tokoh-tokoh yang ingin tetap

relevan dalam politik Indonesia.

Tetapi setiap kali ia berbicara, ada gema yang memanjang.

Mengapa?

Barangkali karena politik hari ini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh posisi, melainkan oleh

kemampuan seseorang bertahan dalam ingatan publik.

Sosiolog Prancis Pierre Bourdieu pernah menyebut adanya symbolic capital—modal simbolik.

Bukan kekuasaan formal, bukan pula kekayaan material, melainkan kemampuan seseorang

memperoleh pengakuan sosial yang membuat ucapannya dianggap penting. Dalam politik

modern, modal semacam ini sering kali lebih tahan lama daripada jabatan.

Baca Juga  Anies, Jeratan Utang Negara dan Jebakan Kemiskinan

Jabatan berakhir.

Pengaruh belum tentu.

Di media sosial fenomena itu tampak jelas. Sebuah komentar singkat dari Anies dapat

berkembang menjadi perdebatan panjang. Media mengutipnya. Pendukung menyebarkannya.

Pengkritik menanggapinya. Bahkan elite pemerintah merasa perlu memberikan respons.Menariknya, bukan karena Anies selalu menawarkan gagasan yang baru. Sering kali yang ia

lakukan hanyalah mengartikulasikan sesuatu yang sudah beredar dalam benak masyarakat.

Di sinilah letak kekuatan seorang artikulator.

Ia tidak menciptakan seluruh percakapan.

Ia menangkap percakapan yang sudah hidup lalu memberinya bahasa.

Hannah Arendt pernah menulis bahwa politik lahir ketika manusia berbicara dan bertindak di

ruang publik. Dalam pengertian itu, relevansi politik tidak selalu bergantung pada kursi

kekuasaan, tetapi pada kemampuan menghadirkan narasi yang membuat masyarakat merasa

suaranya diwakili.

Mungkin karena itu sebagian publik masih melihat Anies sebagai simbol perubahan.

Bukan semata-mata karena program atau partai politik tertentu, melainkan karena ia sering

hadir sebagai pengingat bahwa demokrasi membutuhkan kritik, dialog, dan percakapan yang

terus hidup. Di tengah kecenderungan politik yang semakin pragmatis, posisi semacam ini

memiliki daya tarik tersendiri.

Tetapi ada hal lain yang sering luput diperhatikan.

Anies tidak muncul setiap hari.

Ia tidak bereaksi terhadap semua isu.

Ia tidak tergoda untuk mengomentari setiap kontroversi nasional.

Dalam dunia media sosial yang menghargai kecepatan dan kebisingan, pilihan untuk tidak selalu

berbicara justru menjadi strategi yang menarik. Ia hadir secukupnya. Tidak menghilang, tetapi

juga tidak membanjiri ruang publik.

Seolah memahami bahwa eksposur yang berlebihan dapat melahirkan kejenuhan.

Dalam teori komunikasi politik, konsistensi sering lebih penting daripada frekuensi. Publik tidak

selalu mengingat siapa yang paling sering berbicara. Publik lebih mudah mengingat siapa yang

Baca Juga  Ketua Harian JAGA IKN: Badan Otorita Harus Tegas dan Profesional Terkait Pembiayaan IKN Nusantara

berbicara pada saat yang tepat.

Karena itu setiap kemunculan Anies terasa memiliki bobot politik yang lebih besar daripada

durasinya.

Namun semua itu belum tentu cukup.Politik Indonesia adalah ruang yang cair. Loyalitas berubah. Koalisi berpindah. Tokoh yang hari

ini diperhitungkan bisa saja tenggelam besok pagi. Mereka yang hari ini berada dalam lingkar

kekuasaan belum tentu tetap berada di sana ketika 2029 tiba.

Sejarah politik Indonesia penuh dengan kejutan.

Yang tampak kuat bisa runtuh.

Yang dianggap selesai bisa kembali.

Karena itu terlalu dini menyimpulkan bahwa konsistensi komunikasi Anies otomatis menjadi

tiket menuju kompetisi 2029. Modal simbolik penting, tetapi politik juga membutuhkan

organisasi, jaringan, sumber daya, dan momentum sejarah yang tepat.

Meski demikian, ada satu fakta yang sulit dibantah.

Sampai hari ini, setiap kali Anies berbicara mengenai isu publik, Indonesia masih mendengarkan.

Barangkali bukan karena semua orang setuju.

Justru sebaliknya.

Ia didengar karena masih mampu memunculkan persetujuan sekaligus penolakan. Dan dalam

politik, sering kali relevansi diukur bukan dari seberapa banyak orang yang menyukai kita,

melainkan dari seberapa banyak orang merasa perlu merespons kita.

Mungkin di situlah letak cerita yang sesungguhnya.

Anies belum tentu sedang berada di pusat kekuasaan.

Tetapi ia masih berada di pusat perhatian.

Dan dalam politik demokratis, perhatian sering kali merupakan mata uang yang nilainya tak

kalah mahal dibandingkan kekuasaan itu sendiri

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Anies Baswedan
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Polres Garut Telah Tetapkan Tersangka Kepada Terduga Pelaku Penggelapan Tanah di Cibatu

Post Selanjutnya

Bupati Garut Dukung Peningkatan Pariwisata Budaya dan Target Tuan Rumah Festival Seni Qasidah ke – 2 Se – Jawa Barat

RelatedPosts

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Presiden di Panggung Dunia, Mendagri Menjaga Kesinambungan Pemerintahan

31 Mei 2026
Tandiesak Parinding (Petani Sawit Mandiri/Eks.Pengurus Pusat GMKI) (Doc.pribadi)

Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

25 Mei 2026

Membaca Ketakutan Media The Economist terhadap Prabowo

20 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026
Post Selanjutnya

Bupati Garut Dukung Peningkatan Pariwisata Budaya dan Target Tuan Rumah Festival Seni Qasidah ke - 2 Se - Jawa Barat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Bupati Garut Dukung Peningkatan Pariwisata Budaya dan Target Tuan Rumah Festival Seni Qasidah ke – 2 Se – Jawa Barat

4 Juni 2026
Foto : Anies Baswedan (Istimewa)

Gerak-Gerik yang Tak Hilang dari Radar

4 Juni 2026

Polres Garut Telah Tetapkan Tersangka Kepada Terduga Pelaku Penggelapan Tanah di Cibatu

4 Juni 2026
Silmy Karim ditahan KPK setelah OTT Imigrasi yang diduga terkait pengurusan izin tinggal WNA.(Istimewa)

Dugaan Jual-Beli Izin Tinggal WNA Jadi Pangkal Kasus yang Menyeret Silmy Karim

4 Juni 2026
Istana menghormati proses hukum yang menjerat Wamen Imipas Silmy Karim (Setneg)

Kasus KPK Menjerat Silmy Karim, Istana Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pejabat Bermasalah

4 Juni 2026

Kejagung Beberkan Modus Tiga Tersangka Korupsi MBG, Atur Mitra hingga Mark Up Pengadaan

4 Juni 2026

Kelulusan Gemilang, Letkol Teddy Indra Wijaya Ukir Prestasi Taskap Terbaik dengan Predikat Virajaty Dikreg LXVII Seskoad

4 Juni 2026

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Pembekalan Lemhannas 2026, Wapres Gibran Minta Birokrasi Adaptif dan Bebas Ego Sektoral

3 Juni 2026

Kelulusan Gemilang, Letkol Teddy Indra Wijaya Ukir Prestasi Taskap Terbaik dengan Predikat Virajaty Dikreg LXVII Seskoad

4 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senyum dan Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Lahir Pancasila: Simbol Persatuan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com