• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Juli 31, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Olahraga

Minim Pembinaan dan Rangkap Jabatan PSSI, Talenta Sepak Bola Papua Tengah Terabaikan

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
29 Januari 2026
di Olahraga
A A
0
Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

Talenta sepak bola Papua Tengah dinilai terabaikan akibat minim pembinaan usia dini dan lemahnya peran PSSI.

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Papua Tengah kerap disebut sebagai ladang emas talenta sepak bola Indonesia. Namun, hingga kini, sebutan itu lebih sering berakhir sebagai mitos ketimbang kenyataan. Minimnya pembinaan usia dini dan absennya dukungan federasi membuat banyak pemain potensial dari wilayah tersebut tak pernah menembus panggung nasional.

Pengamat sepak bola dari Universitas Padjadjaran Bandung, Irhas, menilai persoalan utama bukan terletak pada kekurangan bakat, melainkan lemahnya sistem pencarian dan pembinaan pemain di daerah. Menurut dia, PSSI belum menunjukkan keseriusan untuk membangun ekosistem sepak bola dari level paling bawah, khususnya di Papua dan Papua Tengah.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Sejauh ini memang kita lihat belum ada lagi talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh,” kata Irhas saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

RelatedPosts

Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tekuk Argentina 1-0 di Extra Time, Ferran Torres Jadi Penentu

NPCI Kota Bogor Perkuat Sinergi dengan Kodim 0606 Matangkan Persiapan Peparda Jabar 2026

Puncak Liga Askab Istimewa U-19 Sukses Digelar, Ketua Askab PSSI Garut Optimistis Lahirkan Bibit untuk Persigar

Irhas menekankan pentingnya kompetisi usia dini yang berkesinambungan. Tanpa pertandingan rutin, menurut dia, pembinaan hanya berhenti pada wacana. Kompetisi lokal, kata Irhas, adalah pintu masuk utama bagi pencari bakat sekaligus ruang tumbuh mental bertanding bagi pemain muda.

Ia juga menilai PSSI terlalu pasif dalam menjangkau daerah. Selama ini, kata dia, tanggung jawab pembinaan lebih banyak dibebankan kepada asosiasi kabupaten dan provinsi, tanpa dukungan konkret dari federasi pusat.

“Selama ini kan kesannya hanya diserahkan kepada askab dan asprov. Tapi dukungan lain kita belum lihat. Misalnya dukungan pendanaan, fasilitas, atau dukungan pelatih berlisensi. Itu semua harusnya jadi perhatian serius PSSI jika ingin talenta sepakbola di daerah seperti Papua bisa diangkat,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolri Aktifkan Kembali Satgas Anti Mafia Bola untuk Kawal Liga Indonesia Lebih Berkualitas

Nada kritik serupa datang dari Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), Ignatius Indro. Ia menilai geliat sepak bola daerah hanya bisa hidup jika ada kerja bersama antara pegiat lokal dan federasi. Menurut Indro, PSSI tidak bisa sekadar berperan sebagai penonton dari Jakarta.

“Kalau daerah sudah siap, tapi federasi tidak turun tangan, itu namanya membiarkan sistem mati pelan-pelan,” kata Indro.

Indro juga menyoroti persoalan struktural di tubuh PSSI, khususnya praktik rangkap jabatan di level pengambil keputusan. Menurut dia, kondisi ini berbahaya jika dilakukan oleh pengurus yang tidak memahami sepak bola secara utuh.

“Kalau exco tidak paham sepak bola dan rangkap jabatan, itu bahaya serius,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jabatan di Komite Eksekutif PSSI bukan posisi seremonial. Federasi, kata Indro, membutuhkan figur yang bekerja penuh waktu dan bebas dari konflik kepentingan.

“Federasi bukan tempat uji coba orang yang tidak mengerti ekosistem sepak bola. Rangkap jabatan berpotensi konflik kepentingan dan membuat keputusan tidak objektif,” katanya.

Indro menilai perbaikan sepak bola nasional harus dimulai dari perombakan cara pandang pengurus. PSSI, menurut dia, seharusnya diisi oleh orang-orang yang memahami realitas pembinaan di daerah, bukan sekadar memiliki akses politik.

“PSSI harus diisi orang-orang yang mengerti lapangan, mengerti pembinaan, dan mengerti penderitaan daerah, bukan sekadar politisi sepak bola,” ujarnya.

Sementara itu, pegiat sepak bola Papua Tengah, Harol Doko Kayame, melihat persoalan yang sama dari sisi lapangan. Ia menilai lemahnya pembinaan di daerah merupakan dampak langsung dari krisis kepemimpinan di tubuh PSSI. Pandangan itu ia sampaikan sebagaimana dikutip dari kanal bandungraya.inews, Rabu (28/1/2026).

Menurut Harol, pembinaan sepak bola mandek karena sebagian pengurus PSSI memilih merangkap jabatan. Ia mencontohkan Vivin Cahyani Sungkono yang menjabat sebagai Exco PSSI sekaligus Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Barat.

Baca Juga  Jawa Barat Ditetapkan Jadi Sentra Pembinaan Atlet dalam Desain Olahraga Nasional

Ia menilai lambannya kepemimpinan federasi membuat daerah kehilangan arah. Di Papua Tengah, kata Harol, kompetisi usia dini tidak berjalan bukan karena ketiadaan kesiapan, melainkan karena tidak adanya dorongan dan legitimasi dari PSSI pusat.

“Padahal Askab-Askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap untuk bisa jalankan program kompetisi untuk perkembangan sepak bola daerah,” kata Harol.(Bemby)

Tags: Exco PSSIKompetisi Usia DiniPapua FootballPapua TengahPembinaan Sepak BolaPSSIRangkap JabatanSepak Bola DaerahSepak Bola Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Presiden Prabowo Lantik Keanggotaan Dewan Energi Nasional Periode 2026-2030

Post Selanjutnya

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

RelatedPosts

Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tekuk Argentina 1-0 di Extra Time, Ferran Torres Jadi Penentu

20 Juli 2026

NPCI Kota Bogor Perkuat Sinergi dengan Kodim 0606 Matangkan Persiapan Peparda Jabar 2026

18 Juli 2026

Puncak Liga Askab Istimewa U-19 Sukses Digelar, Ketua Askab PSSI Garut Optimistis Lahirkan Bibit untuk Persigar

18 Juli 2026

Perpisahan Sang Arsitek Juara Dunia, Didier Deschamps Targetkan Prancis Peringkat Ketiga di Piala Dunia 2026

18 Juli 2026

Boboko Garut Usung Filosofi Silih Asah, Silih Asih, Siap Bergerak dengan Aksi Sosial

13 Juli 2026

Garut Apresiasi Srikandi Sepak Bola Usai Raih Runner-up Nasional, Siap Bidik Prestasi di Porprov 2026

13 Juli 2026
Post Selanjutnya
Reformasi Kejaksaan dinilai belum menyentuh akar masalah penegakan hukum. Pakar menyoroti disiplin internal, tuntutan korupsi, dan akuntabilitas.

Reformasi Kejaksaan di Persimpangan: Disiplin Internal, Tuntutan Korupsi, dan Ujian Akuntabilitas

Ambang Batas 0 Persen adalah Implementasi dari Demokrasi Pancasila

Discussion about this post

KabarTerbaru

GAGAL MAKAR – Kini Bangun Opini Lewat Survei

31 Juli 2026

SIAGA 98 Minta Mabes Polri Segera Jelaskan Status Wakapolri Pasca Pemberlakuan UU Polri Baru

31 Juli 2026
Dok. Foto : Istimewa

Lisda Syamsumardian Pimpin FHUP, Azhar Permana Soroti Penguatan Alumni

31 Juli 2026

Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

31 Juli 2026

IKA PMII Garut Perkuat Jaringan Alumni hingga Kecamatan, Siap Kawal Tata Kelola Keuangan Daerah

31 Juli 2026

Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat untuk Kurangi Risiko Banjir di Sejumlah Wilayah

31 Juli 2026
Polda Metro Jaya mengungkap 769 kasus curanmor dan menangkap 729 tersangka dalam Operasi Berantas Jaya 2026.(Dok.Irfan/kabariku.com)

Polda Metro Bongkar 769 Kasus Curanmor, 729 Pelaku Ditangkap dalam Operasi Berantas Jaya

31 Juli 2026

Kejagung Tetapkan Nurman Herin Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah

31 Juli 2026

Dialog Publik Pansus DPRD DKI, Dwi Rio Sambodo Tegaskan Reforma Agraria untuk Hak Tanah Rakyat

30 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Driver Legend Indonesia Minta Kasus Matraman Diusut Tuntas, Tolak Munculnya Sentimen Rasial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Setelah Tangani Sejumlah Kasus Besar, Roy Riady Kini Dapat Amanah Baru di Kejati Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Pendeta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com