• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Mei 30, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News Nasional

1 Abad Panas Bumi Indonesia, ADPPI Usulkan Kawah Kereta Api Jadi National Geothermal Heritage

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
12 Januari 2026
di Nasional
A A
0
Kawah Kereta Api Kamojang, sumur panas bumi generasi pertama di dunia yang sukses menghasilkan energi panas bumi untuk pembangkit listrik setelah Italia, Amerika dan Jepang

Kawah Kereta Api Kamojang, sumur panas bumi generasi pertama di dunia yang sukses menghasilkan energi panas bumi untuk pembangkit listrik setelah Italia, Amerika dan Jepang (dok Kabariku)

ShareSendShare ShareShare

Bandung, Kabariku – Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI) menginisiasi pengusulan Kawah Kereta Api Kamojang sebagai National Geothermal Heritage atau cagar budaya geothermal nasional.

Usulan ini bertepatan dengan 100 tahun pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia, yang dinilai menjadi momentum penting untuk melestarikan sejarah awal pengembangan energi bersih nasional.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Ketua Umum ADPPI, Hasanuddin, mengatakan Kawah Kereta Api Kamojang merupakan sumur panas bumi pertama di Indonesia yang berhasil menghasilkan energi panas bumi sejak era kolonial Hindia Belanda.

RelatedPosts

ADPPI Minta Kementerian ESDM Koreksi Kepmen Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

Indonesia Pacu Pengembangan Panas Bumi 5.200 MW Menuju Net Zero Emission 2060

Koalisi Sektor Keamanan: Pelibatan TNI Atasi Begal Dinilai Overreaktif, Bentuk Militerisasi Ruang Sipil

“Sekarang genap 100 tahun energi geothermal ada di Indonesia. Kami sedang mengusulkan sumur panas bumi pertama di Indonesia yang ada di Kamojang agar ditetapkan sebagai national geothermal heritage,” ujar Hasanuddin, Senin (12/01/2026).

Pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik di Indonesia dimulai pada 1926, ketika pemerintah Hindia Belanda melakukan pengeboran panas bumi di kawasan Desa Sukalaksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut.

Jawa Barat Pusat Panas Bumi Nasional

Kawasan tersebut merupakan bagian dari lapangan geothermal Kamojang, yang membentang di antara jalur Gunung Rakutak (Kabupaten Bandung) dan Gunung Guntur (Garut). Di wilayah ini terdapat berbagai manifestasi geothermal permukaan berupa kawah uap, kolam panas, fumarol, kolam lumpur, dan mata air panas.

Dari lima titik sumur panas bumi yang dibor pada masa itu, hanya satu yang berhasil menghasilkan energi panas bumi secara stabil, yakni sumur Kamojang 3 (KMJ-3) yang kini dikenal sebagai Kawah Kereta Api Kamojang.

Baca Juga  Polri-PWI Mantapkan Sinergi, Kapolri: Pers Mitra Strategis Wujudkan Kamtibmas dan Demokrasi Sehat

Kawah ini berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kamojang, secara administratif masuk wilayah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Hasanuddin menjelaskan, gagasan pengembangan panas bumi di Kamojang sejatinya telah muncul jauh sebelumnya. Pada 1918, seorang teknokrat Belanda mengusulkan pembangunan sumur panas bumi di kawasan tersebut melalui tulisan berjudul Krachtbronnen in Italie yang dimuat dalam majalah Koloniale Studien.

“Usulan tersebut sempat memicu perdebatan panjang sebelum akhirnya direalisasikan melalui eksplorasi pada 1926,” ujar Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, sejarah perkembangan energi panas bumi di Indonesia sangat penting untuk dilestarikan, mengingat potensi panas bumi nasional yang sangat besar namun pemanfaatannya masih relatif terbatas.

“Pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia hingga kini masih terbilang kecil. Padahal potensinya sangat besar. Kebijakan pemerintah juga belum sepenuhnya berpihak pada percepatan pengembangan energi panas bumi,” katanya.

Ia menambahkan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan lokasi pemanfaatan panas bumi terbanyak di Indonesia. Beberapa di antaranya berada di Gunung Halimun Salak (Kabupaten Sukabumi), Gunung Wayang Windu dan Kamojang (Kabupaten Bandung), serta Darajat dan Talaga Bodas (Kabupaten Garut).

Selain aspek historis, ADPPI juga menyoroti pengelolaan Kawah Kereta Api Kamojang yang dinilai belum optimal. Saat ini, kawasan tersebut berada di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dengan sebagian pengelolaan wisata diserahkan kepada koperasi.

“Pengelolaannya lebih diarahkan sebagai objek wisata, belum fokus pada nilai sejarah dan perkembangan industri panas bumi. Hari ini kami juga menggelar rapat dengan BBKSDA Jawa Barat untuk membahas pengajuan Kawah Kereta Api sebagai national geothermal heritage,” jelas Hasanuddin.

Kawah Kareta Layak Jadi Cagar Budaya

Ia menilai Kawah Kereta Api Kamojang sangat layak ditetapkan sebagai cagar budaya, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang mensyaratkan usia minimal 50 tahun.

Baca Juga  Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

“Kawah Kereta Api kini telah berusia 100 tahun. Ini momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Hasanuddin juga menyebutkan, Kawah Kereta Api Kamojang merupakan sumur panas bumi generasi pertama di dunia yang sukses menghasilkan energi panas bumi, setelah Italia (1904–1913), Amerika Serikat (1921), dan Jepang (1927).

“Ini sangat penting bagi sejarah ilmu pengetahuan dan pendidikan. Jika tidak dilestarikan, Indonesia bisa kehilangan bukti sejarah teknologi energi yang sangat berharga,” ujarnya.

Penetapan Kawah Kereta Api Kamojang sebagai National Geothermal Heritage diharapkan dapat memberikan pengakuan resmi negara terhadap situs panas bumi pertama di Indonesia, sekaligus menjadikannya pusat pendidikan, riset, dan pengembangan energi panas bumi.

Selain itu, Kamojang juga diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata edukasi ilmiah energi baru terbarukan, serta menjadi inspirasi pembangunan energi bersih dan berkelanjutan dalam memperkuat kontribusi Indonesia terhadap transisi energi hijau global.

“Yang paling penting, ini bisa menjadi inspirasi pembangunan energi bersih berkelanjutan dan memperkuat identitas nasional Indonesia dalam kontribusinya pada energi hijau dunia,” pungkas Hasanuddin.***

Baca juga :

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional
Kawah Kereta Api Kamojang 3: Situs Panas Bumi Tertua Dunia yang Terlupakan

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: 1 abad KMJ 3Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi IndonesiaBBKSDA JabarHasanuddin Ketua Umum ADPPIKemenbudKemenhutkementerian ESDMNational Geothermal HeritagePGE area Kamojang Jawa Barat
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Post Selanjutnya

Tarik-Ulur Sistem Pemilihan, PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Pilkada Langsung

RelatedPosts

ADPPI Minta Kementerian ESDM Koreksi Kepmen Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

30 Mei 2026
Area Kamojang Jawa Barat dok PGE

Indonesia Pacu Pengembangan Panas Bumi 5.200 MW Menuju Net Zero Emission 2060

28 Mei 2026

Koalisi Sektor Keamanan: Pelibatan TNI Atasi Begal Dinilai Overreaktif, Bentuk Militerisasi Ruang Sipil

27 Mei 2026

Sufmi Dasco Pimpin Rapat Satgas: Anggaran Pemulihan Pascabencana Sumatra Rp100,1 Triliun Disetujui

25 Mei 2026

Luncurkan “KSP Mendekat”, Kastaf Dudung Pastikan Aduan Publik Ditangani Cepat dan Responsif

25 Mei 2026

RUPST PGN Ujian Reformasi BUMN, FSP BUMN IRA Ingatkan Danantara Prioritaskan Profesional Internal

22 Mei 2026
Post Selanjutnya
PDI Perjuangan mempertegas dukungan terhadap Pilkada Langsung di tengah menguatnya wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. (Istimewa)

Tarik-Ulur Sistem Pemilihan, PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Pilkada Langsung

Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifa dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Kejaksaan

Polda Metro Limpahkan Berkas Roy Suryo Cs dalam Perkara Ijazah Jokowi ke Kejaksaan

Discussion about this post

KabarTerbaru

ADPPI Minta Kementerian ESDM Koreksi Kepmen Penetapan Daerah Penghasil Panas Bumi 2026

30 Mei 2026

Komisi IV DPRD Garut Minta Bupati Tegas Selesaikan Polemik Korwil Disdik

29 Mei 2026

PP STN Dukung Inisiatif TNI Wujudkan Swasembada Pangan, Dorong Kolaborasi Petani-Nelayan

29 Mei 2026

Sukses Antar Persib Juara Dua Musim, Bojan Hodak Titip Pesan untuk Maung Bandung dan Bobotoh

29 Mei 2026

Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan dengan Pengawalan Kehormatan di Les Invalides Paris

29 Mei 2026
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi

BKKBN Jabar Distribusikan Daging Kurban untuk Ratusan Keluarga Rawan Stunting di Bandung Raya

28 Mei 2026

Komisi III DPR Pastikan Pengadaan Hewan Kurban Presiden melalui APBN, Sah Secara Hukum dan Syariat

28 Mei 2026
Area Kamojang Jawa Barat dok PGE

Indonesia Pacu Pengembangan Panas Bumi 5.200 MW Menuju Net Zero Emission 2060

28 Mei 2026
KAUP dan alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila menyembelih dua sapi kurban pada Iduladha 2026. (Bemby/kabariku.com)

Azhar Permana: Kurban Alumni Universitas Pancasila Pererat Hubungan Kampus dan Warga

28 Mei 2026

Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan dengan Pengawalan Kehormatan di Les Invalides Paris

29 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • PBB DPC Garut Dikukuhkan, Usung Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan “KSP Mendekat”, Kastaf Dudung Pastikan Aduan Publik Ditangani Cepat dan Responsif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Azhar Permana: Kurban Alumni Universitas Pancasila Pererat Hubungan Kampus dan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BGN Warning Modus Jual Beli Titik SPPG, Kasus Penipuan di Batam dan Jabar Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Rp 1.400 Per Kilogram: Jeritan Petani Sawit di Balik Dinding Ambisi Ekspor Satu Pintu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kepulauan Seribu Dorong Kampung Nelayan Perkuat Ekonomi dan Pariwisata Bahari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com