• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 6, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Kawah Kereta Api Kamojang 3: Situs Panas Bumi Tertua Dunia yang Terlupakan

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
20 Desember 2025
di Kabar Terkini
A A
0
Kawah Kereta Api ikon unik di kawasan Wisata Alam dan Cagar Alam Kawah Kamojang di Dusun Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung(dok Berita Geothermal)

Kawah Kereta Api ikon unik di kawasan Wisata Alam dan Cagar Alam Kawah Kamojang di Dusun Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung(dok Berita Geothermal)

ShareSendShare ShareShare

Bandung, Kabariku – Di balik kabut tipis dan bau belerang kawasan Kamojang, tersimpan sebuah situs bersejarah yang nyaris luput dari perhatian negara. Kawah Kereta Api Kamojang 3, lokasi pengeboran panas bumi sejak tahun 1926, diduga merupakan salah satu situs eksplorasi panas bumi tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.

Namun ironisnya, situs ini kini kehilangan penjaga tradisional, perlindungan hukum, dan perhatian institusional.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Berdasarkan keterangan bersama Tim Redaksi Berita Geothermal Sudi Sudiarto, Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI), pengeboran Kawah Kereta Api 3 dilakukan pada 1926, pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Kedalaman awal pengeboran mencapai 20 meter, lalu dikembangkan hingga sekitar 60 meter pada tahun yang sama.

RelatedPosts

Jenderal Dudung Abdurachman Ingatkan Tokoh Bangsa Jaga Persatuan dan Tidak Memprovokasi

Ruang Publik dan Etika Politik: SIAGA 98 Kritik Narasi Amien Rais hingga Serangan ke Teddy Indra Wijaya

May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

Tim Redaksi Berita Geothermal dan Tim ADPPI foto bersama Ibu Dedeh (tengah) Generasi ke 3 dari Aki Edong masyarakat lokal yang menjaga kawasan KMJ 3 (foto Ist Berita Geothermal)

“Secara teknologi panas bumi, ini masuk generasi pertama. Sejajar dengan Larderello di Italia awal 1900-an. Jadi ini bukan hanya tertua di Indonesia, tapi termasuk angkatan paling tua di dunia,” ujar Sudi dalam keterangannya saat ditemui di kawasan Kamojang 3, Kamis (18/12/2025).

Teknologi ini menjadi fondasi awal eksplorasi panas bumi global, jauh sebelum berkembangnya pembangkit listrik panas bumi modern yang kini memasuki generasi kelima.

Keunikan Kawah Kereta Api 3 terletak pada kontinuitasnya. Berbeda dengan situs teknologi kolonial lain yang sudah mati fungsi, kawah ini masih aktif mengeluarkan uap panas hingga hari ini.

“Ini bukan sekadar tinggalan mati. Sistem panas buminya masih hidup, masih berkelanjutan. Itu nilai pentingnya,” jelas Sudi.

bagian dari peralatan panas bumi yang dipajang sebagai monuen “GUDANG TOPO/BJ-STR di area operasional PGE Kamojang

Fakta ini menunjukkan bahwa Kawah Kereta Api Kamojang 3 memiliki nilai penting seperti sejarah, karena teknologi eksplorasi panas bumi pertama di Indonesia.

Baca Juga  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Berantas Judi Hingga Pihak Pelindungnya

Kemudian, nilai ilmiah sebagai bukti awal penguasaan panas bumi dunia. Lalu ada nilai edukasi sebagai laboratorium alam lintas generasi, dan nilai budaya yang terhubung dengan peran juru kunci turun-temurun.

Meski eksplorasi kolonial berhasil mengeluarkan uap panas, lokasi ini tidak pernah dikembangkan menjadi pembangkit listrik. Diduga, aktivitas terhenti akibat masuknya penjajahan Jepang dan situasi politik kala itu.

Pada 1970-1980-an, PT Pertamina mulai kembali masuk ke kawasan Kamojang untuk pengembangan panas bumi. Namun Kawah Kereta Api 3 tidak lagi dioperasikan, hanya dipertahankan sebagai lokasi eksplorasi lama.

Cagar Budaya yang Terlambat?

Sudi mengatakan, secara regulasi, sebuah situs dapat diusulkan sebagai Cagar Budaya jika berusia minimal 50 tahun dan memiliki nilai penting.

Sementara, Kawah Kereta Api Kamojang 3 telah berusia hampir 100 tahun. Namun statusnya hingga kini belum ditetapkan secara resmi.

Masalahnya, kata Sudi, jika suatu saat ditetapkan sebagai cagar budaya tidak boleh ada perubahan fisik, tidak boleh ada pengeboran ulang, dan zona inti harus steril dari intervensi.

“Kalau sudah jadi cagar budaya, tidak boleh diubah sama sekali,” tegas Sudi.

Pertanyaannya, mengapa situs sepenting ini baru akan diusulkan sekarang?

Di tengah gencarnya narasi transisi energi dan energi hijau, Kawah Kereta Api Kamojang 3 justru menjadi ironi. Situs yang menjadi fondasi energi panas bumi Indonesia kini tidak memiliki perlindungan hukum kuat, dan tidak tercatat dalam narasi besar energi nasional.

Jika tidak segera ditetapkan dan dilindungi, Kawah Kereta Api Kamojang 3 berpotensi: akan rusak secara alami, hilang nilai budayanya, dan terputus narasi sejarahnya. Sehingga Kawah Kereta Api Kamojang 3 hanya sekedar menjadi lubang uap tanpa cerita.

Padahal, dunia kini sedang mencari jejak awal energi terbarukan. Kamojang telah memilikinya sejak 1926. Pertanyaannya kini bukan lagi “apakah ini penting?” melainkan “berapa lama lagi kita membiarkannya dilupakan?”.*Ghurri

Baca Juga  Terkini: Korban Tewas Longsor Sampah di Bantargebang Jadi 6 Orang, Tim SAR Cari 1 Korban

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: ADPPIBerita GeothermalCagar BudayaGudang TOPO/BJ-STRKawah Kereta Api Kamojang 3panas bumiPGE area Kamojang Jawa Barat
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

OTT di Kalsel, KPK Amankan Enam Orang Termasuk Kajari dan Kasi Intel HSU

Post Selanjutnya

BNN Pulihkan Kampung Rawan Narkoba Lewat Program Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari

RelatedPosts

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers usai menerima kunjungan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026)

Jenderal Dudung Abdurachman Ingatkan Tokoh Bangsa Jaga Persatuan dan Tidak Memprovokasi

5 Mei 2026

Ruang Publik dan Etika Politik: SIAGA 98 Kritik Narasi Amien Rais hingga Serangan ke Teddy Indra Wijaya

3 Mei 2026

May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

3 Mei 2026

May Day 2026 di Monas, Prabowo Bentuk Satgas Mitigasi PHK: “Kita Bela dan Lindungi Buruh”

2 Mei 2026

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 6 Penumpang Tewas, 80 Luka, KAI Pastikan Penanganan Maksimal

28 April 2026
dok.kabariku.com-boelan

Minimnya Anggaran KPK dan Dampaknya Terhadap Efektivitas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

23 April 2026
Post Selanjutnya
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dalam acara Pencanangan Pemulihan Kampung Bersih Narkoba rangkaian acara Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, di Buffer Area IPC Tanjung Priok, Jakarta Utara

BNN Pulihkan Kampung Rawan Narkoba Lewat Program Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025)

Penanganan Bencana Aceh-Sumatera Skala Nasional, Seskab: Semua Bergerak Sejak Detik Pertama

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dua Rumah di Kiarapayung Ludes Terbakar, DPRD Garut Dorong Bantuan Pembangunan

6 Mei 2026

Menteri Bahlil Lantik Pejabat Baru ESDM, Perkuat Hilirisasi hingga Transisi Energi

6 Mei 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan KPRP, Reformasi Polri Masuk Fase Eksekusi hingga 2029

6 Mei 2026
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers usai menerima kunjungan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026)

Jenderal Dudung Abdurachman Ingatkan Tokoh Bangsa Jaga Persatuan dan Tidak Memprovokasi

5 Mei 2026
Letjen TNI Agus Widodo jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kemhan diisi Mayjen Bagus Suryadi.(Foto:Kemhan RI)

Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

5 Mei 2026
Foto : Polresta Metro Depok (Istimewa)

IPW Desak Sidang Etik Penyidik Polres Depok, Dugaan Pemerasan hingga Kriminalisasi Buruh Disorot

5 Mei 2026
dok BNN RI

BNN Sukses Gelar Turnamen Padel BERSINAR, Ruang Edukasi Gaya Hidup Sehat Generasi Bebas Narkoba

5 Mei 2026
GMNI Jakarta soroti ancaman terhadap Andrie Yunus dalam sidang di Mahkamah Militer (Istimewa)

Sidang Andrie Yunus di Pengadilan Militer Dipersoalkan, GMNI Soroti Ancaman terhadap Korban

4 Mei 2026
Pengukuhan IKKB 2026 di Jakarta, OSO ungkap 800 ribu warga Kalbar dan dorong kolaborasi ekonomi CPO hingga UMKM.(Irfan/kabariku.com)

Pengukuhan IKKB 2026 Jadi Ajang Konsolidasi, OSO Ungkap Potensi Besar Warga Kalbar di Jakarta

4 Mei 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan KPRP, Reformasi Polri Masuk Fase Eksekusi hingga 2029

6 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Letjen TNI Agus Widodo jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kemhan diisi Mayjen Bagus Suryadi.(Foto:Kemhan RI)

    Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis 98 Andrianto Andri Apresiasi Penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAUP FHUP Lantik Pengurus, Sayuti Abubakar Tekankan Jejaring dan Pelatihan Lulusan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terima Laporan KPRP, Reformasi Polri Masuk Fase Eksekusi hingga 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com