Memperingati Hari Buruh Internasional dan 76 Tahun Bang Hariman Siregar – 1 Mei 2026
Jakarta, Kabariku – Tokoh aktivis pergerakan Hariman Siregar genap berusia 76 tahun pada 1 Mei 2026. Lahir di Padangsidimpuan, Sumatra Utara, ia dikenal sebagai figur penting dalam Peristiwa Malari 1974 yang menjadi salah satu titik kritis dalam sejarah Orde Baru.
Sebagai mantan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia, Hariman tampil sebagai simbol keberanian mahasiswa dalam mengkritik kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Sikap kritis itu membuatnya harus menjalani hukuman penjara selama 6 tahun 6 bulan-sebuah fase yang justru menguatkan posisinya sebagai ikon perlawanan intelektual.

Momentum ulang tahunnya tahun ini dirayakan melalui acara syukuran yang berlangsung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat malam (1/5/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Ketua APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) Bursah Zarnubi sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan atas konsistensi Hariman dalam merawat demokrasi.
Dalam sambutannya, Hariman menyampaikan apresiasi atas perhatian para sahabat lintas generasi.
“Acara seperti ini bukan yang pertama kali diadakan oleh Bursah. Sejak lama beliau sering memberi kejutan di hari kelahiran saya. Bursah sudah saya anggap seperti adik saya sendiri,” ujarnya.
Soroti Peran Buruh dalam Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Bursah Zarnubi juga menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, momentum ini harus dimaknai sebagai upaya memperkuat keberpihakan negara terhadap kesejahteraan pekerja dan buruh Indonesia.
Ia menilai buruh merupakan pilar utama pembangunan nasional, terutama dalam menghadapi ambisi Indonesia menjadi negara industri maju.
“Peringatan Hari Buruh Internasional ini sangat penting karena buruh dan pekerja adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak akan ada kemajuan industri tanpa kerja keras para buruh. Karena itu negara harus memastikan perlindungan hak-hak pekerja, peningkatan kesejahteraan, jaminan sosial, serta membuka ruang dialog yang sehat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujar Bursah.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia di tengah perubahan global.
“Menuju Indonesia sebagai negara industri maju, kita membutuhkan buruh yang produktif, sejahtera, terampil, dan memiliki kepastian masa depan. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.

Dihadiri Tokoh Nasional
Perayaan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan aktivis lintas generasi, di antaranya Jimly Asshiddiqie, Natalius Pigai, Jumhur Hidayat, serta Syahganda Nainggolan.
Jimly menilai sosok Hariman tetap relevan dalam menjaga arah demokrasi bangsa.
“Hariman Siregar adalah salah satu tokoh teladan yang masih dibutuhkan untuk memperkuat fondasi demokrasi,” ujarnya.
Sementara Natalius Pigai menyebut Hariman sebagai tokoh besar demokrasi Indonesia yang pemikirannya memberi pengaruh luas.
“Bang Hariman adalah sosok aktivis senior yang dekat dengan semua presiden dan memiliki kontribusi besar dalam perkembangan demokrasi,” katanya.
Selain itu, acara juga diisi dengan sesi testimoni dari sejumlah pejabat pemerintah yang membahas pembangunan nasional, reformasi kebijakan ketenagakerjaan, hingga penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.

Konsistensi yang Tak Lekang
Mengusung tema “Merayakan Hari Buruh Internasional dan 76 Tahun Bang Hariman Siregar”, perayaan ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang perjuangan Hariman dalam isu keadilan sosial, khususnya terkait buruh dan ekonomi kerakyatan.
Di usia ke-76, Hariman masih aktif menggelar forum diskusi melalui komunitas InDemo, termasuk agenda rutin “Reboan” dan “Meok Jumatan” yang telah berlangsung sejak tahun 2000. Forum tersebut menjadi ruang dialog lintas kalangan dalam membahas isu-isu strategis kebangsaan.
Kehadiran tokoh lintas generasi dalam acara ini menegaskan kuatnya pengaruh Hariman Siregar dalam sejarah gerakan Indonesia.
Sosoknya tetap menjadi referensi moral bahwa keberpihakan pada rakyat, keberanian mengkritik kekuasaan, dan komitmen pada keadilan sosial adalah nilai yang tak lekang oleh zaman.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post