• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Agustus 9, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember dan Akar Perjuangan Perempuan

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
22 Desember 2025
di Kabar Terkini
A A
0
Inilah sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember yang berawal dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 (Foto:Ist)

Inilah sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember yang berawal dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 (Foto:Ist)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember menempati posisi khusus dalam sejarah Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar momen simbolik untuk menyampaikan ucapan atau hadiah kepada ibu, melainkan refleksi atas peran historis perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Berbeda dengan perayaan Hari Ibu di sejumlah negara lain, Hari Ibu Nasional Indonesia lahir dari konteks pergerakan nasional. Ia berakar pada semangat persatuan, nasionalisme, dan kesetaraan gender yang telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Pada 2025, Hari Ibu Nasional memasuki usia ke-97 dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menegaskan kembali posisi perempuan sebagai aktor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun ruang publik.

RelatedPosts

Putusan MK Dinilai Jadi Momentum Penataan Kelembagaan BGN, Siaga 98 Usulkan Perpres Baru

SIAGA 98 Minta Mabes Polri Segera Jelaskan Status Wakapolri Pasca Pemberlakuan UU Polri Baru

OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Rp2 Miliar

Dari Keputusan Politik hingga Pengakuan Negara

Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional bukanlah peristiwa kebetulan. Presiden Soekarno menetapkan tanggal ini melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 sebagai hari nasional, meski bukan hari libur. Keputusan tersebut dimaksudkan untuk mengabadikan peran perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa.

Setiap tahunnya, peringatan Hari Ibu Nasional diisi dengan berbagai kegiatan reflektif, mulai dari upacara bendera, pembacaan sejarah pergerakan perempuan, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Tradisi ini menegaskan bahwa perempuan Indonesia adalah subjek aktif dalam sejarah, bukan sekadar pelengkap narasi perjuangan.

Kongres Perempuan 1928, Titik Awal Sejarah

Baca Juga  Sidang Komisi Kode Etik Peninjauan Kembali Memberhentikan Tidak Dengan Hormat AKBP Brotoseno

Akar Hari Ibu Nasional berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres ini digelar hanya beberapa minggu setelah Sumpah Pemuda, menandai keterlibatan perempuan dalam upaya menyatukan visi kebangsaan.

Sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai latar belakang hadir dalam kongres tersebut, di antaranya Wanita Utomo, Aisyiyah, dan Wanita Katolik. Isu yang dibahas mencerminkan pandangan maju pada zamannya, seperti pendidikan anak perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta penolakan terhadap perkawinan anak dan perdagangan perempuan.

Sepuluh tahun kemudian, dalam Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada 1938, tanggal 22 Desember disepakati sebagai Hari Ibu. Pengakuan resmi negara kemudian diberikan pada 1959, menjadikan peringatan ini milik seluruh rakyat Indonesia.

Makna Ideologis dan Sosial Hari Ibu Nasional

Makna Hari Ibu Nasional melampaui relasi personal antara ibu dan anak. Dalam konteks kebangsaan, “ibu” dimaknai sebagai Ibu Bangsa, simbol perempuan yang memikul tanggung jawab membentuk karakter generasi masa depan.

Di era modern, peringatan ini juga menjadi seruan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Tema tahun 2025 menekankan pentingnya akses perempuan terhadap pendidikan, ekonomi, perlindungan hukum, dan partisipasi politik unsur penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hari Ibu Nasional juga menjadi ruang refleksi atas persoalan sosial yang masih dihadapi perempuan, seperti stunting, kemiskinan, dan kekerasan berbasis gender. Di sejumlah daerah, peringatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan jejaring antarperempuan dalam menjawab tantangan tersebut.

Tujuan Peringatan: Dari Edukasi hingga Kebijakan

Peringatan Hari Ibu Nasional memiliki tujuan edukatif dan strategis. Salah satunya adalah mewariskan nilai perjuangan perempuan kepada generasi muda, agar sejarah tidak tereduksi menjadi seremoni tahunan semata.

Baca Juga  Beredar Video TikTok Bupati Garut dan Para Pejabat BLUD RSU dr. Slamet, SIAGA 8 Sampaikan Hal Berikut

Pemerintah juga kerap memanfaatkan momentum ini untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan. Pada 2025, fokus diarahkan pada penguatan ekonomi perempuan dan perlindungan dari kekerasan seksual, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Hari Ibu Nasional menjadi pengingat pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan. Kampanye publik sepanjang Desember diarahkan untuk mengikis stereotip dan bias gender, sekaligus menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk berkontribusi secara maksimal.

Berbeda dari Mother’s Day Internasional

Hari Ibu Nasional kerap disamakan dengan Mother’s Day yang dirayakan di sejumlah negara Barat. Padahal, keduanya memiliki latar belakang dan makna yang berbeda. Mother’s Day umumnya berakar pada tradisi keluarga dan perayaan kasih sayang personal, sementara Hari Ibu Nasional Indonesia berangkat dari sejarah pergerakan dan perjuangan kolektif perempuan.

Hari Ibu Nasional adalah monumen sejarah yang hidup. Dari Kongres Perempuan 1928 hingga era digital, semangat perempuan Indonesia untuk berdaya dan berkarya terus berlanjut. Tantangannya kini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diperingati setahun sekali.

Menghormati ibu dan perempuan, pada akhirnya, berarti memastikan mereka memiliki ruang yang setara, aman, dan mendukung untuk tumbuh dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Tags: 22 DesemberHari Ibu IndonesiaHari Ibu NasionalKongres Perempuan 1928peran perempuanpergerakan perempuansejarah Hari Ibusejarah perempuan Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Klaim Peran SNI dalam Kebijakan Perikanan Dipersoalkan Sejumlah Kalangan

Post Selanjutnya

Usai Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara Minta Maaf: Inilah Pesan untuk Dedi Mulyadi

RelatedPosts

Putusan MK Dinilai Jadi Momentum Penataan Kelembagaan BGN, Siaga 98 Usulkan Perpres Baru

5 Agustus 2026

SIAGA 98 Minta Mabes Polri Segera Jelaskan Status Wakapolri Pasca Pemberlakuan UU Polri Baru

31 Juli 2026
Gedung Merah Putih KPK

OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Rp2 Miliar

29 Juli 2026
dok Istimewa

Dugaan TPPU Eks Jampidsus Dinilai Ujian Besar Penegakan Hukum, Aparat Diminta Usut Tuntas hingga Tindak Pidana Asal

27 Juli 2026

HANI 2026, Kepala BNN Tegaskan Masa Depan Indonesia Ditentukan Kualitas Generasi Muda

23 Juli 2026
Foto: Istimewa

Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

23 Juli 2026
Post Selanjutnya
Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara minta maaf kepada warga dan menyampaikan pesan khusus untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(Foto:Ist)

Usai Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara Minta Maaf: Inilah Pesan untuk Dedi Mulyadi

Anggota Komisioner Yudisial saat konferensi pers, Selasa (23/12) di Jakarta (Foto: Ghurri/Kabariku.com)

Komisioner KY Targetkan 66 Laporan Rampung dalam 100 Hari Kerja

Discussion about this post

KabarTerbaru

Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

8 Agustus 2026

Mengintagrasikan Layanan BRT dan Kereta Di Surabaya

8 Agustus 2026

Dari Buku Ajar hingga Budaya Membaca, Presiden Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia

8 Agustus 2026

STN Jabar Desak Pemerintah Batalkan Pembangunan Yonif TP 322 di Atas Lahan Kelola Warga Mekargalih

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Hormati Bulan Kemerdekaan! Sekjen PATRA Ingatkan Ojol Tak Terpancing Isu

8 Agustus 2026

PNM Peduli Renovasi Masjid Annajatul Faizin di Garut

8 Agustus 2026

DPD RI Hadirkan Kantor Perwakilan di Serang untuk Tampung Aspirasi Warga Banten

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com