• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Mei 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember dan Akar Perjuangan Perempuan

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
22 Desember 2025
di Kabar Terkini
A A
0
Inilah sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember yang berawal dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 (Foto:Ist)

Inilah sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember yang berawal dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 (Foto:Ist)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember menempati posisi khusus dalam sejarah Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar momen simbolik untuk menyampaikan ucapan atau hadiah kepada ibu, melainkan refleksi atas peran historis perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Berbeda dengan perayaan Hari Ibu di sejumlah negara lain, Hari Ibu Nasional Indonesia lahir dari konteks pergerakan nasional. Ia berakar pada semangat persatuan, nasionalisme, dan kesetaraan gender yang telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Pada 2025, Hari Ibu Nasional memasuki usia ke-97 dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menegaskan kembali posisi perempuan sebagai aktor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun ruang publik.

RelatedPosts

Pimpin HUT ke-75, Jaksa Agung Tegaskan PERSAJA Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Mengawal Stabilitas Nasional

Jenderal Dudung Abdurachman Ingatkan Tokoh Bangsa Jaga Persatuan dan Tidak Memprovokasi

Ruang Publik dan Etika Politik: SIAGA 98 Kritik Narasi Amien Rais hingga Serangan ke Teddy Indra Wijaya

Dari Keputusan Politik hingga Pengakuan Negara

Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional bukanlah peristiwa kebetulan. Presiden Soekarno menetapkan tanggal ini melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 sebagai hari nasional, meski bukan hari libur. Keputusan tersebut dimaksudkan untuk mengabadikan peran perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa.

Setiap tahunnya, peringatan Hari Ibu Nasional diisi dengan berbagai kegiatan reflektif, mulai dari upacara bendera, pembacaan sejarah pergerakan perempuan, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Tradisi ini menegaskan bahwa perempuan Indonesia adalah subjek aktif dalam sejarah, bukan sekadar pelengkap narasi perjuangan.

Kongres Perempuan 1928, Titik Awal Sejarah

Baca Juga  Calon Bupati/Wakil Bupati Garut Hasanuddin Apresiasi Penyataan Ketua Tim Penjaringan Partai Golkar

Akar Hari Ibu Nasional berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres ini digelar hanya beberapa minggu setelah Sumpah Pemuda, menandai keterlibatan perempuan dalam upaya menyatukan visi kebangsaan.

Sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai latar belakang hadir dalam kongres tersebut, di antaranya Wanita Utomo, Aisyiyah, dan Wanita Katolik. Isu yang dibahas mencerminkan pandangan maju pada zamannya, seperti pendidikan anak perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta penolakan terhadap perkawinan anak dan perdagangan perempuan.

Sepuluh tahun kemudian, dalam Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada 1938, tanggal 22 Desember disepakati sebagai Hari Ibu. Pengakuan resmi negara kemudian diberikan pada 1959, menjadikan peringatan ini milik seluruh rakyat Indonesia.

Makna Ideologis dan Sosial Hari Ibu Nasional

Makna Hari Ibu Nasional melampaui relasi personal antara ibu dan anak. Dalam konteks kebangsaan, “ibu” dimaknai sebagai Ibu Bangsa, simbol perempuan yang memikul tanggung jawab membentuk karakter generasi masa depan.

Di era modern, peringatan ini juga menjadi seruan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Tema tahun 2025 menekankan pentingnya akses perempuan terhadap pendidikan, ekonomi, perlindungan hukum, dan partisipasi politik unsur penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hari Ibu Nasional juga menjadi ruang refleksi atas persoalan sosial yang masih dihadapi perempuan, seperti stunting, kemiskinan, dan kekerasan berbasis gender. Di sejumlah daerah, peringatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan jejaring antarperempuan dalam menjawab tantangan tersebut.

Tujuan Peringatan: Dari Edukasi hingga Kebijakan

Peringatan Hari Ibu Nasional memiliki tujuan edukatif dan strategis. Salah satunya adalah mewariskan nilai perjuangan perempuan kepada generasi muda, agar sejarah tidak tereduksi menjadi seremoni tahunan semata.

Baca Juga  Puan Maharani Ajak Dunia Jalankan Transisi Energi yang Adil dan Tata Kelola AI yang Inklusif

Pemerintah juga kerap memanfaatkan momentum ini untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan. Pada 2025, fokus diarahkan pada penguatan ekonomi perempuan dan perlindungan dari kekerasan seksual, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Hari Ibu Nasional menjadi pengingat pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan. Kampanye publik sepanjang Desember diarahkan untuk mengikis stereotip dan bias gender, sekaligus menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk berkontribusi secara maksimal.

Berbeda dari Mother’s Day Internasional

Hari Ibu Nasional kerap disamakan dengan Mother’s Day yang dirayakan di sejumlah negara Barat. Padahal, keduanya memiliki latar belakang dan makna yang berbeda. Mother’s Day umumnya berakar pada tradisi keluarga dan perayaan kasih sayang personal, sementara Hari Ibu Nasional Indonesia berangkat dari sejarah pergerakan dan perjuangan kolektif perempuan.

Hari Ibu Nasional adalah monumen sejarah yang hidup. Dari Kongres Perempuan 1928 hingga era digital, semangat perempuan Indonesia untuk berdaya dan berkarya terus berlanjut. Tantangannya kini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diperingati setahun sekali.

Menghormati ibu dan perempuan, pada akhirnya, berarti memastikan mereka memiliki ruang yang setara, aman, dan mendukung untuk tumbuh dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: 22 DesemberHari Ibu IndonesiaHari Ibu NasionalKongres Perempuan 1928peran perempuanpergerakan perempuansejarah Hari Ibusejarah perempuan Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Klaim Peran SNI dalam Kebijakan Perikanan Dipersoalkan Sejumlah Kalangan

Post Selanjutnya

Usai Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara Minta Maaf: Inilah Pesan untuk Dedi Mulyadi

RelatedPosts

Pimpin HUT ke-75, Jaksa Agung Tegaskan PERSAJA Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Mengawal Stabilitas Nasional

7 Mei 2026
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers usai menerima kunjungan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026)

Jenderal Dudung Abdurachman Ingatkan Tokoh Bangsa Jaga Persatuan dan Tidak Memprovokasi

5 Mei 2026

Ruang Publik dan Etika Politik: SIAGA 98 Kritik Narasi Amien Rais hingga Serangan ke Teddy Indra Wijaya

3 Mei 2026

May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

3 Mei 2026

May Day 2026 di Monas, Prabowo Bentuk Satgas Mitigasi PHK: “Kita Bela dan Lindungi Buruh”

2 Mei 2026

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 6 Penumpang Tewas, 80 Luka, KAI Pastikan Penanganan Maksimal

28 April 2026
Post Selanjutnya
Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara minta maaf kepada warga dan menyampaikan pesan khusus untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(Foto:Ist)

Usai Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara Minta Maaf: Inilah Pesan untuk Dedi Mulyadi

Anggota Komisioner Yudisial saat konferensi pers, Selasa (23/12) di Jakarta (Foto: Ghurri/Kabariku.com)

Komisioner KY Targetkan 66 Laporan Rampung dalam 100 Hari Kerja

Discussion about this post

KabarTerbaru

Program MBG Butuh Dukungan Publik, BGN Perkuat Komunikasi dan Edukasi Digital

10 Mei 2026

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Tinjau Kesiapan PKW di LKP Aura Creative

10 Mei 2026

Survei IDM: Kepercayaan Publik ke Polri Capai 79,2 Persen, Penindakan Judol hingga TPPU Tuai Apresiasi

10 Mei 2026

Pertamina Fasilitasi Kunjungan Edukasi Mahasiswa Peserta M-Fest 2026 ke ORF Muara Karang

10 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026
Tom Lembong dan Miftah Sabri membahas dampak AI, dominasi algoritma, hingga tantangan pendidikan Indonesia (Istimewa)

Tom Lembong dan Miftah Sabri Kupas Bahaya AI dan Waspadai Dominasi Algoritma

10 Mei 2026
Sandri Rumanama mendesak percepatan Polda definitif di Papua Selatan dan Papua Pegunungan demi penguatan keamanan dan layanan hukum di DOB Papua.(istimewa)

Sandri Rumanama Desak Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Segera Definitif

10 Mei 2026

Bareskrim Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

9 Mei 2026

KPK Apresiasi Langkah Kemensos Konsultasi Pengadaan Sekolah Rakyat, Cegah Korupsi Sejak Dini

9 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Letjen TNI Agus Widodo jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kemhan diisi Mayjen Bagus Suryadi.(Foto:Kemhan RI)

    Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adhi Makayasa 94 Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Perkuat PPATK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terima Laporan KPRP, Reformasi Polri Masuk Fase Eksekusi hingga 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPW Desak Sidang Etik Penyidik Polres Depok, Dugaan Pemerasan hingga Kriminalisasi Buruh Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menteri Bahlil Lantik Pejabat Baru ESDM, Perkuat Hilirisasi hingga Transisi Energi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM MEDIAMASSA.ID

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com