• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Juli 18, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember dan Akar Perjuangan Perempuan

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
22 Desember 2025
di Kabar Terkini
A A
0
Inilah sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember yang berawal dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 (Foto:Ist)

Inilah sejarah Hari Ibu Nasional 22 Desember yang berawal dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 (Foto:Ist)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku – Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember menempati posisi khusus dalam sejarah Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar momen simbolik untuk menyampaikan ucapan atau hadiah kepada ibu, melainkan refleksi atas peran historis perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Berbeda dengan perayaan Hari Ibu di sejumlah negara lain, Hari Ibu Nasional Indonesia lahir dari konteks pergerakan nasional. Ia berakar pada semangat persatuan, nasionalisme, dan kesetaraan gender yang telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Pada 2025, Hari Ibu Nasional memasuki usia ke-97 dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menegaskan kembali posisi perempuan sebagai aktor strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun ruang publik.

RelatedPosts

Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Pengalihan Kasus Korupsi, SIAGA 98 Dorong Libatkan KPK

Program MBG Dinilai Investasi Jangka Panjang, Himpunan Mitra Dapur Minta Pengawasan dan Aturan Diperkuat

Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU

Dari Keputusan Politik hingga Pengakuan Negara

Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional bukanlah peristiwa kebetulan. Presiden Soekarno menetapkan tanggal ini melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 sebagai hari nasional, meski bukan hari libur. Keputusan tersebut dimaksudkan untuk mengabadikan peran perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa.

Setiap tahunnya, peringatan Hari Ibu Nasional diisi dengan berbagai kegiatan reflektif, mulai dari upacara bendera, pembacaan sejarah pergerakan perempuan, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Tradisi ini menegaskan bahwa perempuan Indonesia adalah subjek aktif dalam sejarah, bukan sekadar pelengkap narasi perjuangan.

Kongres Perempuan 1928, Titik Awal Sejarah

Akar Hari Ibu Nasional berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres ini digelar hanya beberapa minggu setelah Sumpah Pemuda, menandai keterlibatan perempuan dalam upaya menyatukan visi kebangsaan.

Baca Juga  Hasanuddin: "Bahkan Polisipun Tak Boleh Dibiarkan Mengadili Dirinya Sendiri"

Sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai latar belakang hadir dalam kongres tersebut, di antaranya Wanita Utomo, Aisyiyah, dan Wanita Katolik. Isu yang dibahas mencerminkan pandangan maju pada zamannya, seperti pendidikan anak perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta penolakan terhadap perkawinan anak dan perdagangan perempuan.

Sepuluh tahun kemudian, dalam Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada 1938, tanggal 22 Desember disepakati sebagai Hari Ibu. Pengakuan resmi negara kemudian diberikan pada 1959, menjadikan peringatan ini milik seluruh rakyat Indonesia.

Makna Ideologis dan Sosial Hari Ibu Nasional

Makna Hari Ibu Nasional melampaui relasi personal antara ibu dan anak. Dalam konteks kebangsaan, “ibu” dimaknai sebagai Ibu Bangsa, simbol perempuan yang memikul tanggung jawab membentuk karakter generasi masa depan.

Di era modern, peringatan ini juga menjadi seruan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Tema tahun 2025 menekankan pentingnya akses perempuan terhadap pendidikan, ekonomi, perlindungan hukum, dan partisipasi politik unsur penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hari Ibu Nasional juga menjadi ruang refleksi atas persoalan sosial yang masih dihadapi perempuan, seperti stunting, kemiskinan, dan kekerasan berbasis gender. Di sejumlah daerah, peringatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan jejaring antarperempuan dalam menjawab tantangan tersebut.

Tujuan Peringatan: Dari Edukasi hingga Kebijakan

Peringatan Hari Ibu Nasional memiliki tujuan edukatif dan strategis. Salah satunya adalah mewariskan nilai perjuangan perempuan kepada generasi muda, agar sejarah tidak tereduksi menjadi seremoni tahunan semata.

Pemerintah juga kerap memanfaatkan momentum ini untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan. Pada 2025, fokus diarahkan pada penguatan ekonomi perempuan dan perlindungan dari kekerasan seksual, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga  Pasca Audiensi Wali Kota Terpilih Muhammad Farhan, Berikut Potret Pencegahan Korupsi Kota Bandung

Selain itu, Hari Ibu Nasional menjadi pengingat pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan. Kampanye publik sepanjang Desember diarahkan untuk mengikis stereotip dan bias gender, sekaligus menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk berkontribusi secara maksimal.

Berbeda dari Mother’s Day Internasional

Hari Ibu Nasional kerap disamakan dengan Mother’s Day yang dirayakan di sejumlah negara Barat. Padahal, keduanya memiliki latar belakang dan makna yang berbeda. Mother’s Day umumnya berakar pada tradisi keluarga dan perayaan kasih sayang personal, sementara Hari Ibu Nasional Indonesia berangkat dari sejarah pergerakan dan perjuangan kolektif perempuan.

Hari Ibu Nasional adalah monumen sejarah yang hidup. Dari Kongres Perempuan 1928 hingga era digital, semangat perempuan Indonesia untuk berdaya dan berkarya terus berlanjut. Tantangannya kini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diperingati setahun sekali.

Menghormati ibu dan perempuan, pada akhirnya, berarti memastikan mereka memiliki ruang yang setara, aman, dan mendukung untuk tumbuh dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.

Tags: 22 DesemberHari Ibu IndonesiaHari Ibu NasionalKongres Perempuan 1928peran perempuanpergerakan perempuansejarah Hari Ibusejarah perempuan Indonesia
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Klaim Peran SNI dalam Kebijakan Perikanan Dipersoalkan Sejumlah Kalangan

Post Selanjutnya

Usai Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara Minta Maaf: Inilah Pesan untuk Dedi Mulyadi

RelatedPosts

Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Pengalihan Kasus Korupsi, SIAGA 98 Dorong Libatkan KPK

15 Juli 2026

Program MBG Dinilai Investasi Jangka Panjang, Himpunan Mitra Dapur Minta Pengawasan dan Aturan Diperkuat

12 Juli 2026

Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR sebagai Tersangka Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026

Rachmat Gobel Meninggal Dunia dan Inilah Jejak Kariernya

10 Juli 2026

Ucapan Ulang Tahun yang Menjadi Polemik

8 Juli 2026
Post Selanjutnya
Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara minta maaf kepada warga dan menyampaikan pesan khusus untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(Foto:Ist)

Usai Diperiksa KPK, Bupati Bekasi Ade Kuswara Minta Maaf: Inilah Pesan untuk Dedi Mulyadi

Anggota Komisioner Yudisial saat konferensi pers, Selasa (23/12) di Jakarta (Foto: Ghurri/Kabariku.com)

Komisioner KY Targetkan 66 Laporan Rampung dalam 100 Hari Kerja

Discussion about this post

KabarTerbaru

Oplus_131072

Hotman Paris Ungkap Alasan Bela Febrie Adriansyah: Bukan karena Honor

18 Juli 2026

Perpisahan Sang Arsitek Juara Dunia, Didier Deschamps Targetkan Prancis Peringkat Ketiga di Piala Dunia 2026

18 Juli 2026

Pelaporan Gratifikasi Meningkat, KPK: Integritas Penyelenggara Negara Jadi Fondasi Budaya Antikorupsi

18 Juli 2026

Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri Demi Hapus Kemiskinan

18 Juli 2026

Tim Gabungan Polda Babel-Damkar Berjibaku Padamkan Karhutla Di Pangkalpinang

17 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026

Koramil 04/Cikupa Tanamkan Wawasan Kebangsaan dan Disiplin kepada Siswa Baru SMK Taruna Karya

17 Juli 2026

Menkop Ferry Dialog dengan 10 Asosiasi Desa, Matangkan Operasional Koperasi Merah Putih

17 Juli 2026

Dr. Ismed Inonu Hadiri Forum Dekan AIPKI 2026 dan Pelantikan Pengurus Wilayah I Sumatera, Perkuat Peran FKIK UBB di Tingkat Nasional

17 Juli 2026

Seskab Teddy: Presiden Prabowo dengan DEN Bahas Ketahanan Ekonomi hingga Percepatan GovTech

15 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Catatan Ringan Juli 2026: Dua Blok dan Satu Kue

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSI Tangsel: Bergabungnya Narji Cagur Jadi Suntikan Semangat bagi Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Panggil Menhan, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala BIN ke Istana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com