_”Membuka Batasan, Membuka Peluang” bagi para kaum difabel di Kabupaten Garut_
Garut, Kabariku- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Garut menggelar acara Pemberdayaan Usaha Mikro Pembangunan Inklusif Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Ballroom Kassiti Fave Hotel, Jalan Raya Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (14/5/2024).
Kepala Diskop UKM Garut, Rizky Ridznurdhin, mengungkapkan tema besar dari pelaksanaan kegiatan hari ini adalah pembangunan inklusif khusus pelaku UKM dengan tagline “Membuka Batasan, Membuka Peluang” bagi para kaum difabel di Kabupaten Garut.

Dimana, menurut Ridzky, seluruh masyarakat terutama kaum difabel memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam aspek kehidupan termasuk ekonomi.
“Nah itu tujuan utamanya, jadi temanya itu disitu kita ininya. Sekecil apapun ya produk mereka kita perlu apresiasi, dan perlu kita dorong,” ucapnya.
Ridzky menerangkan, bahwa acara ini dihadiri oleh 30 peserta difabel yang didominasi oleh kaum perempuan. Ia menuturkan, bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam hal pengembangan serta ekonomi keluarga.
“Jadi itu menjadi pahlawan ketika ini mereka kadang-kadang memiliki beban ganda, satu sisi dia sebagai istri, harus mengurus suami dan anak tapi kadang-kadang mereka juga menjadi tulang punggung ekonomi, makanya penting begitu ya,” tuturnya.
Ia menginginkan, output yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi bagi para kaum difabel khususnya di bidang pemasaran digital atau digital marketing. Dalam hal ini, Ridzky mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Grab.
“Bayangkan dengan keterbatasan fisik mereka sebetulnya bisa jualan di online ya, mau makanya saya dorong disitu, kerja sama dengan Grab,” ungkapnya.

Sementara itu, pemateri juga selaku Pendamping UMKM Naik Kelas, Fitria Zakiah, mengungkapkan bahwa platform yang digunakan pada materi digital marketing hari ini adalah WhatsApp dan Facebook, karena kedua platform tersebut sudah banyak digunakan dan familiar di mata masyarakat.
Fitria menyampaikan, bahwa pemberian materi kali ini menggunakan metode interaktif sehingga para peserta dapat aktif berdiskusi mengenai digital marketing.
Sebelumnya, lanjut Fitria, para peserta hanya memasarkan produknya melalui strategi mulut ke mulut. Namun dengan adanya digital marketing saat ini, para peserta dapat memasarkan produknya lebih luas lagi.
“Harapannya para UMKM itu lebih memaksakan diri, memaksakan diri untuk mengikuti jaman karena bagaimana pun kompetitornya ternyata banyak meskipun produk mereka itu anggaplah pasaran tapi mereka punya keunikannya masing-masing,” ujarnya.
Di tempat yang sama, salah satu peserta, Hari Supriatna (33), dari Kampung Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki produk makanan dengan merek Tuman KUA (Tukang Makan Keripik Usus Ayam).

