• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 21, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Isu Kebangkitan PKI dalam Diskusi

Redaksi oleh Redaksi
18 Juli 2020
di Kabar Peristiwa
A A
0
Ilham Yunda memandu acara diskusi yang digelar KOMNAS RIM, Sabtu (18/7/2020).

Ilham Yunda memandu acara diskusi yang digelar KOMNAS RIM, Sabtu (18/7/2020).

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Pengamat intelejen dan pertahanan, Suripto, menuturkan, saat ini ada isu bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit kembali. Namun Suripto menilai isu ini ditujukan untuk tujuan dan sasaran tertentu.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Ia pun menceritakan, tahun 1972 ia sempat datang ke Pulau Buru tempat anggota PKI dan simpatisannya ditahan. Dari pengamatannya, sekitar 90% tahanan politik tidak paham politik.

RelatedPosts

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

Rakernas I IVENDO Hasilkan 8 Program Strategis, Fokus Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

Dasco Didampingi Kapolda Metro Tinjau TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

“Kebanyakan dari mereka terbawa suasana dan menjadi korban perseteruan elit. Jadi hanya 10 persen saja yang sadar ideologi,” paparnya dalam diskusi publik bertema “Antara Isu Kebangkitan Komunis, Masa Depan Umat Islam dan Kedaulatan Bangsa Indonesia”, Sabtu (18/7/2020).

Diskusi digelar oleh Komite Nasional Rakyat Indonesia Menggugat (KOMNAS RIM) di Salemba, Jakarta ini dengan moderator Ihlam Yunda (Sekjend KOMNAS RIM).

Selain menghadirkan Suripto sebagai pembicara, juga menghadirkan Effendi Saman (Advokat dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Nusantara/LBHN) serta Syaefudin Simon (Mantan Redaktur Republika dan Penulis Buku 1000 hari PKI Mencekam Yogya).

Dari perhitungan Suripto, dari 7 juta anggota PKI saat itu, ada sekitar 200.000 keturunannya yang masih berusia di 2 hingga 12 tahun.

“Ketika konflik 1965 meletus, mereka banyak diasuh oleh yayasan Katolik yang saat ini tersebar di parlemen, pengusaha, pegawai eselon I dan II dan usia mereka saat ini adalah berusuia 45-50 tahunan,” jelas Suripto.

Menurutnya, anak-anak PKI ini kini sudah menjadi borjuis dan bukan kaum proletar lagi. Oleh karena itu, Suripto menyatakan, jangan-jangan kebangkitan PKI sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu.

Baca Juga  Komnas HAM: Sudah Saatnya Karantina Wilayah Dilakukan

“Yang jadi pertanyaan siapa yang menggulirkan isu ini, apakah tujuan untuk nasional atau Internasional?”

Suripto menambahkan, isu itu bisa saja dihembuskan karena ada destabilisasi oleh negara luar yang mengincar kekayaan Indonesia.

“Negara tersebut tak ingin Indonesia aman dan ingin selalu bermasalah sehingga tak bisa maju,” ujarnya.

Sementara Syaifudin Simon mengatakan, kesalahan terbesar PKI karena mereka bentrok dengan agama, terutama umat Islam. Padahal, lanjutnya, seandainya tak mengungkit soal agama, maka PKI tak akan ada masalah.

“Sementara kesalahan berikutnya karena terlalu anarkis, dan lebih menonjolkan atheismenya,” ujarnya.

Syaifudin mengatakan, penonjolan atheisme ini menjadi pembeda PKI dengan partai komunis di negara lain.

“Sejarah mencatat hampir semua negara Amerika Latin punya partai komunis, akan tetapi komunisme di Indonesia itu beda sekali karena terlalu menonjolkan atheismenya,” paparnya.

Sedangkan Effendi Saman menyebut, munculnya kebangkitan PKI merupakan pengalihan isu karena kegagalan dalam mengurus negara.

“Apakah kaum muda saat ini mampu memahami kebangkitan PKI, jangan jauh-jauh kita harus segera membangkitkan perut rakyat yang kelaparan, ” jelas Effendi Saman.

Effendi menegaskan, inti persoalan saat ini Corona dan substansinya adalah soal kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara.

“Penggunaan dana corona Rp 900 triliun, dan punya hak imunitas agar tidak terkena hukum perdata dan pidana. Ini kan lelucon. Makanya kami sedang mengugat di MK,” ujar Effendi.

Effendi pun mengkritik Menkeu Sri Mulyani yang baru saja mengumumkan bahwa 7 bank akan kolaps. Effendi menegaskan, harusnya yang dibela orang miskin, bukan kaum kapitalis.

“Kenapa Bendahara Negara ini lebih membela para kaum kapitalis, apakah agar dapat stimulus dari pemerintah, ungkapnya. (Has)

Tags: Komnas RIM
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

12 Nama Calon Komisioner Kompolnas Sudah di Tangan Presiden, Inilah Daftarnya

Post Selanjutnya

Tak Lagi di Bawah Kemenkopolhukam, BIN Kini Langsung di Bawah Presiden

RelatedPosts

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

11 Mei 2026

Rakernas I IVENDO Hasilkan 8 Program Strategis, Fokus Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

1 Mei 2026

Dasco Didampingi Kapolda Metro Tinjau TKP Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

28 April 2026
Doni Salmanan/IG

Aset Doni Salmanan Laku Rp13,4 Miliar, Kejari Pastikan Masuk Kas Negara

10 April 2026
Plastik mahal/lambe turah

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Dalam Negeri Melonjak Tajam

6 April 2026

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

5 April 2026
Post Selanjutnya
Markas Badan Intelejen Negara (BIN).

Tak Lagi di Bawah Kemenkopolhukam, BIN Kini Langsung di Bawah Presiden

Peneliti LSI Skolastika Meitrisya Aprodite mempresentasikan hasil survei lembaganya tentang popularitas dan elektabilitas para kandidata di Pilkada Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (*)

LSI: Masyarakat Ogan Ilir Masih Ingin Dipimpin Ilyas Panji Alam

Discussion about this post

KabarTerbaru

Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah menghentikan pelibatan TNI dalam Program Koperasi Desa Merah Putih (Istimewa)

Koalisi Sipil Desak Hentikan Pelibatan TNI dalam Program KDMP Usai Konflik Berdarah Adonara

21 Juli 2026

Yuda Puja Turnawan: Kemandirian Fiskal Jadi Kunci Agar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Setara UMR

21 Juli 2026
Foto: Istimewa

16 Tahun Menanti Penyelesaian, Kelompok Tani Bosowa Tuntut Ganti Rugi Lahan 137,5 Hektare kepada PT KPC

21 Juli 2026

Potensi Kebakaran, Pemkot Tangsel Himbau Masyarakat Tidak Melakukan Pembakaran Sampah Secara Terbuka

21 Juli 2026

Bupati Garut Dorong Klinik Utama Rotinsulu Tingkatkan Sosialisasi Layanan Kesehatan kepada Masyarakat

21 Juli 2026

Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Negara Rp14,2 Miliar dari Perkara Pinjol

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Lukman Edy: P2N Jadi Rumah Besar Pengusaha Nahdliyin untuk Perkuat Ekonomi Nasional

21 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Tuduhan Penggelapan dan Penipuan Dr.Andi Kusuma,S.H.M.kn., CTL.,Resmi SP3D

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com