• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, April 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Peristiwa

Isu Kebangkitan PKI dalam Diskusi

Redaksi oleh Redaksi
18 Juli 2020
di Kabar Peristiwa
A A
0
Ilham Yunda memandu acara diskusi yang digelar KOMNAS RIM, Sabtu (18/7/2020).

Ilham Yunda memandu acara diskusi yang digelar KOMNAS RIM, Sabtu (18/7/2020).

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Pengamat intelejen dan pertahanan, Suripto, menuturkan, saat ini ada isu bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit kembali. Namun Suripto menilai isu ini ditujukan untuk tujuan dan sasaran tertentu.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Ia pun menceritakan, tahun 1972 ia sempat datang ke Pulau Buru tempat anggota PKI dan simpatisannya ditahan. Dari pengamatannya, sekitar 90% tahanan politik tidak paham politik.

RelatedPosts

Aset Doni Salmanan Laku Rp13,4 Miliar, Kejari Pastikan Masuk Kas Negara

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Dalam Negeri Melonjak Tajam

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

“Kebanyakan dari mereka terbawa suasana dan menjadi korban perseteruan elit. Jadi hanya 10 persen saja yang sadar ideologi,” paparnya dalam diskusi publik bertema “Antara Isu Kebangkitan Komunis, Masa Depan Umat Islam dan Kedaulatan Bangsa Indonesia”, Sabtu (18/7/2020).

Diskusi digelar oleh Komite Nasional Rakyat Indonesia Menggugat (KOMNAS RIM) di Salemba, Jakarta ini dengan moderator Ihlam Yunda (Sekjend KOMNAS RIM).

Selain menghadirkan Suripto sebagai pembicara, juga menghadirkan Effendi Saman (Advokat dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Nusantara/LBHN) serta Syaefudin Simon (Mantan Redaktur Republika dan Penulis Buku 1000 hari PKI Mencekam Yogya).

Dari perhitungan Suripto, dari 7 juta anggota PKI saat itu, ada sekitar 200.000 keturunannya yang masih berusia di 2 hingga 12 tahun.

“Ketika konflik 1965 meletus, mereka banyak diasuh oleh yayasan Katolik yang saat ini tersebar di parlemen, pengusaha, pegawai eselon I dan II dan usia mereka saat ini adalah berusuia 45-50 tahunan,” jelas Suripto.

Menurutnya, anak-anak PKI ini kini sudah menjadi borjuis dan bukan kaum proletar lagi. Oleh karena itu, Suripto menyatakan, jangan-jangan kebangkitan PKI sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu.

Baca Juga  Ilham Yunda : Komnas RIM Mendukung Penuh ProDEM Menggugat UU 2/2020

“Yang jadi pertanyaan siapa yang menggulirkan isu ini, apakah tujuan untuk nasional atau Internasional?”

Suripto menambahkan, isu itu bisa saja dihembuskan karena ada destabilisasi oleh negara luar yang mengincar kekayaan Indonesia.

“Negara tersebut tak ingin Indonesia aman dan ingin selalu bermasalah sehingga tak bisa maju,” ujarnya.

Sementara Syaifudin Simon mengatakan, kesalahan terbesar PKI karena mereka bentrok dengan agama, terutama umat Islam. Padahal, lanjutnya, seandainya tak mengungkit soal agama, maka PKI tak akan ada masalah.

“Sementara kesalahan berikutnya karena terlalu anarkis, dan lebih menonjolkan atheismenya,” ujarnya.

Syaifudin mengatakan, penonjolan atheisme ini menjadi pembeda PKI dengan partai komunis di negara lain.

“Sejarah mencatat hampir semua negara Amerika Latin punya partai komunis, akan tetapi komunisme di Indonesia itu beda sekali karena terlalu menonjolkan atheismenya,” paparnya.

Sedangkan Effendi Saman menyebut, munculnya kebangkitan PKI merupakan pengalihan isu karena kegagalan dalam mengurus negara.

“Apakah kaum muda saat ini mampu memahami kebangkitan PKI, jangan jauh-jauh kita harus segera membangkitkan perut rakyat yang kelaparan, ” jelas Effendi Saman.

Effendi menegaskan, inti persoalan saat ini Corona dan substansinya adalah soal kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara.

“Penggunaan dana corona Rp 900 triliun, dan punya hak imunitas agar tidak terkena hukum perdata dan pidana. Ini kan lelucon. Makanya kami sedang mengugat di MK,” ujar Effendi.

Effendi pun mengkritik Menkeu Sri Mulyani yang baru saja mengumumkan bahwa 7 bank akan kolaps. Effendi menegaskan, harusnya yang dibela orang miskin, bukan kaum kapitalis.

“Kenapa Bendahara Negara ini lebih membela para kaum kapitalis, apakah agar dapat stimulus dari pemerintah, ungkapnya. (Has)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Komnas RIM
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

12 Nama Calon Komisioner Kompolnas Sudah di Tangan Presiden, Inilah Daftarnya

Post Selanjutnya

Tak Lagi di Bawah Kemenkopolhukam, BIN Kini Langsung di Bawah Presiden

RelatedPosts

Doni Salmanan/IG

Aset Doni Salmanan Laku Rp13,4 Miliar, Kejari Pastikan Masuk Kas Negara

10 April 2026
Plastik mahal/lambe turah

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Dalam Negeri Melonjak Tajam

6 April 2026

Pemerintah Batasi Program MBG Hanya di Hari Sekolah Demi Efektivitas

5 April 2026

Awal April 2026, Pertamina Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM

1 April 2026
Pernyataan Kemlu: Indonesia Mengecam Keras Serangan Beruntun Mematikan terhadap Penjaga Perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan

Tiga Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Gugur Akibat Serangan di Lebanon Selatan

31 Maret 2026
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI  Aulia Dwi Nasrullah kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Jabatan Kabais TNI Diserahkan

26 Maret 2026
Post Selanjutnya
Markas Badan Intelejen Negara (BIN).

Tak Lagi di Bawah Kemenkopolhukam, BIN Kini Langsung di Bawah Presiden

Peneliti LSI Skolastika Meitrisya Aprodite mempresentasikan hasil survei lembaganya tentang popularitas dan elektabilitas para kandidata di Pilkada Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (*)

LSI: Masyarakat Ogan Ilir Masih Ingin Dipimpin Ilyas Panji Alam

Discussion about this post

KabarTerbaru

foto dok. Teddy Friends

Siapapun Kabinetnya, Seskabnya Teddy

16 April 2026

Direktur Landreform Kementerian ATR/BPN, Rudi Rubijaya : GTRA Merupakan Amanah Pemerintah untuk Mewujudkan Pemerataan Akses Lahan

16 April 2026

PERADI-IWAKUM Teken MoU, Perkuat Prinsip Negara Hukum dan Advokasi Wartawan

16 April 2026

Satu Tahun Perjalanan MBG, Cak Imin: Penguatan SPPG Dorong Ekonomi Daerah

16 April 2026

Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi

16 April 2026

TAUD: Kasus Serangan Air Keras Andrie Yunus Bukan Ranah Peradilan Militer

16 April 2026

DPR-Pemerintah Satu Sikap di MK: Anggaran MBG Konsekuensi Logis dalam Pos Pendidikan

16 April 2026

Ikhtiar Mengungkap Kasus Besar

16 April 2026
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kantor Wilayah IX, Maryono (Istimewa)

Pegadaian Kantor Wilayah IX Perkuat Pengawasan dan Layanan Digital demi Jaga Kepercayaan Nasabah

16 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Doa hingga Aksi Nyata, Haul Akbar Hidayatul Faizien Sentuh Kebutuhan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kabinet Prabowo, Pengamat: Reshuffle atau Risiko Turun Kepercayaan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com