• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 2, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

‘Mukti Telah Pergi’ Kenangan Usep Setiawan

Redaksi oleh Redaksi
16 Agustus 2022
di Kabar Terkini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku- Kabar sakitnya Hidayat Mukti yang akrab disapa Mukti-Mukti sudah kami dengar beberapa tahun terakhir ini.

Dalam beberapa bulan belakangan, Mukti dikabarkan bolak-balik dirawat di RS di Kota Bandung. Petang ini, kabar kepergian Mukti menjadi berita haru yang tersiar luas diberbagai WAG dan medsos lainnya.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik
dok.foto FB Mukti-Mukti

Ya, Mukti telah pergi…

RelatedPosts

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

Jaksa Agung Burhanuddin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Resmikan Gedung Baru Kejari Jakarta Utara

Kemenhan Ungkap Alasan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikut Latsarmil

Pikiran saya melayang ke tahun 1992, ketika kami bikin Latihan Kepemimpinan Organisasi untuk calon aktivis yang berasal dari berbagai Fakultas di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Ketika itu, kami duduk melingkar diatas bendungan dengan air jernih yang mengalir deras di kawasan Bandung Utara.

Tiba-tiba, datang seorang pemuda kerempeng berkaos putih dengan celana jeans dan ikat kepala bertuliskan “Landreform Now!”
Ya, pemuda itu Mukti…

Itulah pertemuan pertama saya dengan Mukti.
Momen itu juga perkenalan saya untuk pertama kalinya dengan isu tanah sebagai medan perjuangan.

Istilah Landreform sebagai agenda utama Reforma Agraria unutk pertama kalinya saya dapatkan dari Mukti lewat ikat kepalanya itu.

Setelah Mukti ikut duduk dalam lingkaran kami, ia mengeluarkan gitar dari kantongnya yang ia gendong ke lokasi LKO.

Ia pun bercerita kiri-kanan diselingi lagu yang disertai lengkingan suara khasnya. Ia menyanyikan lagu-lagu goresan tangannya sendiri.

Lagu-lagu yang didendangkan Mukti banyak macam ragam temannya dengan iringan petikan dan jentrengan gitarnya.

Kisah mahasiswa, perjuangan petani, derita buruh, kehidupan kaum miskin kota, dan lainnya menjadi subyek sasaran lagu-lagu Mukti.

Isu desa, pertanian, persahabatan, revolusi, bebalnya kekuasaan, perempuan, cinta dan pengharapan menjadi sumber inspirasi dari lagu-lagu Mukti.

Baca Juga  PK Moeldoko Ditolak, Berikut Penjelasan Mahkamah Agung

Saya sendiri tak bisa tidak untuk menyatakan takjub dengan karya-karya Mukti.

Diantara lagu yang saya kagumi: “Kembang Padang Ilalang”, “Revolusi Sampai Mati”, “Maesaroh”, dan banyak lagi yang lainnya.

Semua lagu Mukti itu selalu berangkat dari realitas sosial yang berkembang di masyarakat.

Nada protes dan gugatan terhadap penguasa atau kekuasaan menjadi corak utama lagu-lagu Mukti.

“Anjing!”, kata ini kata sakti yg diteriakan Mukti kalau ia kesal saat menyanyi.

Mukti adalah sosok pemberontak.

Ia biasa mengadakan Konser Musik Cinta yang periodik dilakukan Mukti di Kota Bandung. Konser ini sekaligus jadi ajang kumpul dan temu kangennya para aktivis yg menjadi kawan seperjuangan sekaligus sahabat penikmat keindahan lantunan lagu-lagu Mukti.

Ia telah konsisten mengabarkan penderitaan dan perlawanan didalam lagu-lagunya.

Mukti bisa membuat lagu tentang sengketa tanah di suatu desa yang dipulasnya dalam kata-kata yang indah dan bermakna amat mendalam.

Mukti bisa marah dengan indah.

Dalam obrolan di chat FB bersamanya, ia menulis yang menjelaskan ada dua bekal yang sangat penting dalam perjuangannya bersama petani.

Begini kata Mukti: “Bahan yang saya selalu bawa selama membangun ilmu terapan ke petani dari sejak jaman dulu hanya 2: UUPA dan gitar,” tulis Mukti (19 April 2021).

UUPA sampai kini masih berlaku dan gitar selalu setia mendampingi perjalanannya.

Ia pernah punya gagasan untuk membuat antologi kasus sengketa tanah dalam album berisi lagu yang ia tulis dari waktu ke waktu.

Saya masih menyimpan contoh-contoh “compact disc” berisi lagu-lagu tersebut sampai saat ini. Saya apresiasi idenya.

Saya dukung Mukti dengan memfasilitasi kebutuhan untuk merekam di lantai dua kantor kami waktu itu.

Baca Juga  Polisi Tahan Dokter dari FK Unpad Terkait Dugaan Pemerkosaan di RSHS

Setiap saya ke Bandung, pastilah ada sesi bincang sambil mendengarkan lagu-lagu Mukti itu.

Suatu waktu saya dihadiahi Mukti sebuah tulisan dikoran Pikiran Rakyat yang ia bingkai dengan figura berkaca bening.

Tulisan tersebut adalah artikel opini yang saya tulis dengan topik perlunya perubahan strategi pembangunan pertanian kita.

Terhadap artikel tersebut, ia menggaris-bawahi beberapa kalimat dan disampingnya ia catatkan kometar yang ia tulis tangan.

Nada tulisan Mukti tersebut umumnya kritik dan saran terhadap apa yang saya tulis.

Saya masih ingat pesan Mukti saat ia menyerahkan figura tersebut, kira-kira begini:
“Saya gak mau kamu jadi penguasa yang salah dalam memahami masalah dan urusan rakyat, khususnya petani. Karenanya saya mengkritik kamu secara keras dan langsung seperti ini”, seru Mukti.

Kami pernah mengajak Mukti untuk tampil di depan peserta konferensi penguasaan tanah di salah satu hotel di Jakarta.

Penuh semangat ia tampil dengan mempertontonkan gigi depannya baru rontok. Peserta ikut menyanyikan penggalan bait “esok hari revolusi, anjing!”, sambil tersenyum.

Ia tak pernah mempersoalkan bayaran untuknya. Yang ia titipkan ke saya supaya honor bagi seorang pembaca puisi yang dia ajak dari Bandung harus “memadai”, katanya.

Mukti itu seorang seniman dan budayawan yang solidaritasnya tinggi. Ia seorang Muslim yang substantif dalam memaknai agamanya.

Dibalik tampilannya yang amat sangat sederhana, ia punya semangat dan impian yang menjulang ke angkasa.

Mukti sering menyebutnya pecinta petani.
Dalam banyak kesempatan ia cerita bahwa ia juga bertani. Bedanya Mukti dengan petani biasa, ia perlakukan tanah dan tanaman sebagai makhluk hidup yang ia perlakukan dengan sopan.

Ia cerita, ia kerap mengajak bicara pada pohon cabe yang ia tanam. Ia sentuh dengan tangannya. Ia berdialog dengan tanaman seperti ia sedang berhadapan dengan manusia.

Baca Juga  Prof. Pantja Astawa Pertanyakan Audit Kasus Korupsi ASABRI

Mukti menghormati tanah dan tanaman sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Banyak forum bersama Mukti sudah saya lalui, terutama dimasa saya masih aktif di Kota Bandung (1991-2001).

Persamaan minat dan kepedulian kepada petani jadi pemersatu diantara kami. Namun perdebatan serius diantara kami kerap terjadi.

Tapi rasa kasih sayang mengalahkan perbedaan di antara kami. Kami tak pernah berantem. Saya mencintai Mukti dari lubuk hati yang paling dalam.

Saya juga merasakan perasaan yang sama dimiiliki Mukti terhadap saya. Kami saling mencintai dalam berbagai keterbatasan.

Ya Allah…
Sejak hari ini kami tak bisa lagi bertemu muka dengan Mukti. Kami akan mengenang aneka perjumpaan dan gundukan kenangan yang melintas dalam ingatan.

Ada cipratan emosi yang menggelayut didalam dada kami. Mukti telah kembali kepada Sang Maha Kasih yang menciptakan kita semua dan segenap alam raya.

Sorga yang indah untukmu, Mukti…

Lagu-lagu indahmu yang kontemplatif akan mengiringi langkah kami dalam menjalani hari-hari dalam kehidupan ini.

Manisnya kritik dan gugatan yang senantiasa memancar dari dirimu terhadap ketidakadilan dan ketimpangan, akan selalu jadi panduan kami dalam mengabdi bagi negeri.

“Selamat jalan Mukti… Damai dan bahagialah disana…”

Usep Setiawan adalah sahabatnya Mukti-Mukti, seorang pegiat gerakan reforma agraria, tinggal di Pamulang.

Jakarta, 15 Agustus 2022

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kenangan Usep SetiawanMukti Telah PergiMukti-MuktiUNPAD Bandung
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Kabar Duka Aktivis Mukti Mukti Solois Balada Asal Kota Bandung Tutup Usia

Post Selanjutnya

Hari Ini, Presiden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara

RelatedPosts

Selamat Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026

1 Juli 2026

Jaksa Agung Burhanuddin dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Resmikan Gedung Baru Kejari Jakarta Utara

30 Juni 2026

Kemenhan Ungkap Alasan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikut Latsarmil

27 Juni 2026
Oplus_131072

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Umumkan Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK

26 Juni 2026

Yuk Ikut Voting! Pertama Kalinya Pemerintah Libatkan Publik Pilih Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

25 Juni 2026

Pakar Ekonomi Willy Arafah Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Digital Berperan Penting dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

25 Juni 2026
Post Selanjutnya

Hari Ini, Presiden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara

foto dok. Humas Setkab

Desain APBN 2023: Waspada, Antisipasif, dan Responsif

Discussion about this post

KabarTerbaru

Jaga Daya Beli Masyarakat, Bahlil : Pemerintah Tahan Tarif Listrik Hingga September 2026

2 Juli 2026

Kapolda Metro Jaya Terima Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo

1 Juli 2026

HIMAIKA UBB Wujudkan Kepedulian Pesisir Melalui Program Bina Desa Berbasis Citizen Science di Desa Rajik

1 Juli 2026

Bupati Garut Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Kejutan Danrem Pertegas Sinergi TNI-Polri

1 Juli 2026

Eksponen Reformasi 1998 Lampung Dukung Program Strategis Prabowo, Wujudkan Demokrasi Ekonomi

1 Juli 2026

Pemerintah Tetapkan Status Ojol Jadi UMKM, Berhak Akses KUR dan Program Pemberdayaan

1 Juli 2026

Tak Semua Pedagang Marketplace Kena Pajak, UMKM dengan Omzet di Bawah Rp500 Juta Tetap Bebas

1 Juli 2026

Lola Nelria Oktavia Salurkan Ribuan Beasiswa Program Indonesia Pintar bagi Pelajar di Dapil Jawa Barat XI

1 Juli 2026

Puncak HUT Bhayangkara ke-80 di Polda Babel, Kapolda : Momentum Intropeksi Diri-Peningkatan Kualitas

1 Juli 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK OTT di Kuansing, Amankan 10 Orang dan Sejumlah Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Resmi Terapkan Biodiesel B50 di Seluruh SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com