• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Januari 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

‘Mukti Telah Pergi’ Kenangan Usep Setiawan

Redaksi oleh Redaksi
16 Agustus 2022
di Kabar Terkini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku- Kabar sakitnya Hidayat Mukti yang akrab disapa Mukti-Mukti sudah kami dengar beberapa tahun terakhir ini.

Dalam beberapa bulan belakangan, Mukti dikabarkan bolak-balik dirawat di RS di Kota Bandung. Petang ini, kabar kepergian Mukti menjadi berita haru yang tersiar luas diberbagai WAG dan medsos lainnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.
dok.foto FB Mukti-Mukti

Ya, Mukti telah pergi…

RelatedPosts

Refleksi 52 Tahun Malari dan HUT ke-26 Indemo: Korupsi Ancaman Demokrasi dan Ekologi

Sinergi BNN Bersama Bea Cukai dan Imigrasi Bongkar “Dapur” Peracikan Narkotika di Apartemen Jakarta

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional

Pikiran saya melayang ke tahun 1992, ketika kami bikin Latihan Kepemimpinan Organisasi untuk calon aktivis yang berasal dari berbagai Fakultas di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Ketika itu, kami duduk melingkar diatas bendungan dengan air jernih yang mengalir deras di kawasan Bandung Utara.

Tiba-tiba, datang seorang pemuda kerempeng berkaos putih dengan celana jeans dan ikat kepala bertuliskan “Landreform Now!”
Ya, pemuda itu Mukti…

Itulah pertemuan pertama saya dengan Mukti.
Momen itu juga perkenalan saya untuk pertama kalinya dengan isu tanah sebagai medan perjuangan.

Istilah Landreform sebagai agenda utama Reforma Agraria unutk pertama kalinya saya dapatkan dari Mukti lewat ikat kepalanya itu.

Setelah Mukti ikut duduk dalam lingkaran kami, ia mengeluarkan gitar dari kantongnya yang ia gendong ke lokasi LKO.

Ia pun bercerita kiri-kanan diselingi lagu yang disertai lengkingan suara khasnya. Ia menyanyikan lagu-lagu goresan tangannya sendiri.

Lagu-lagu yang didendangkan Mukti banyak macam ragam temannya dengan iringan petikan dan jentrengan gitarnya.

Kisah mahasiswa, perjuangan petani, derita buruh, kehidupan kaum miskin kota, dan lainnya menjadi subyek sasaran lagu-lagu Mukti.

Baca Juga  Menguji Loyalitas Menteri Jokowi

Isu desa, pertanian, persahabatan, revolusi, bebalnya kekuasaan, perempuan, cinta dan pengharapan menjadi sumber inspirasi dari lagu-lagu Mukti.

Saya sendiri tak bisa tidak untuk menyatakan takjub dengan karya-karya Mukti.

Diantara lagu yang saya kagumi: “Kembang Padang Ilalang”, “Revolusi Sampai Mati”, “Maesaroh”, dan banyak lagi yang lainnya.

Semua lagu Mukti itu selalu berangkat dari realitas sosial yang berkembang di masyarakat.

Nada protes dan gugatan terhadap penguasa atau kekuasaan menjadi corak utama lagu-lagu Mukti.

“Anjing!”, kata ini kata sakti yg diteriakan Mukti kalau ia kesal saat menyanyi.

Mukti adalah sosok pemberontak.

Ia biasa mengadakan Konser Musik Cinta yang periodik dilakukan Mukti di Kota Bandung. Konser ini sekaligus jadi ajang kumpul dan temu kangennya para aktivis yg menjadi kawan seperjuangan sekaligus sahabat penikmat keindahan lantunan lagu-lagu Mukti.

Ia telah konsisten mengabarkan penderitaan dan perlawanan didalam lagu-lagunya.

Mukti bisa membuat lagu tentang sengketa tanah di suatu desa yang dipulasnya dalam kata-kata yang indah dan bermakna amat mendalam.

Mukti bisa marah dengan indah.

Dalam obrolan di chat FB bersamanya, ia menulis yang menjelaskan ada dua bekal yang sangat penting dalam perjuangannya bersama petani.

Begini kata Mukti: “Bahan yang saya selalu bawa selama membangun ilmu terapan ke petani dari sejak jaman dulu hanya 2: UUPA dan gitar,” tulis Mukti (19 April 2021).

UUPA sampai kini masih berlaku dan gitar selalu setia mendampingi perjalanannya.

Ia pernah punya gagasan untuk membuat antologi kasus sengketa tanah dalam album berisi lagu yang ia tulis dari waktu ke waktu.

Saya masih menyimpan contoh-contoh “compact disc” berisi lagu-lagu tersebut sampai saat ini. Saya apresiasi idenya.

Baca Juga  Polisi Tahan Dokter dari FK Unpad Terkait Dugaan Pemerkosaan di RSHS

Saya dukung Mukti dengan memfasilitasi kebutuhan untuk merekam di lantai dua kantor kami waktu itu.

Setiap saya ke Bandung, pastilah ada sesi bincang sambil mendengarkan lagu-lagu Mukti itu.

Suatu waktu saya dihadiahi Mukti sebuah tulisan dikoran Pikiran Rakyat yang ia bingkai dengan figura berkaca bening.

Tulisan tersebut adalah artikel opini yang saya tulis dengan topik perlunya perubahan strategi pembangunan pertanian kita.

Terhadap artikel tersebut, ia menggaris-bawahi beberapa kalimat dan disampingnya ia catatkan kometar yang ia tulis tangan.

Nada tulisan Mukti tersebut umumnya kritik dan saran terhadap apa yang saya tulis.

Saya masih ingat pesan Mukti saat ia menyerahkan figura tersebut, kira-kira begini:
“Saya gak mau kamu jadi penguasa yang salah dalam memahami masalah dan urusan rakyat, khususnya petani. Karenanya saya mengkritik kamu secara keras dan langsung seperti ini”, seru Mukti.

Kami pernah mengajak Mukti untuk tampil di depan peserta konferensi penguasaan tanah di salah satu hotel di Jakarta.

Penuh semangat ia tampil dengan mempertontonkan gigi depannya baru rontok. Peserta ikut menyanyikan penggalan bait “esok hari revolusi, anjing!”, sambil tersenyum.

Ia tak pernah mempersoalkan bayaran untuknya. Yang ia titipkan ke saya supaya honor bagi seorang pembaca puisi yang dia ajak dari Bandung harus “memadai”, katanya.

Mukti itu seorang seniman dan budayawan yang solidaritasnya tinggi. Ia seorang Muslim yang substantif dalam memaknai agamanya.

Dibalik tampilannya yang amat sangat sederhana, ia punya semangat dan impian yang menjulang ke angkasa.

Mukti sering menyebutnya pecinta petani.
Dalam banyak kesempatan ia cerita bahwa ia juga bertani. Bedanya Mukti dengan petani biasa, ia perlakukan tanah dan tanaman sebagai makhluk hidup yang ia perlakukan dengan sopan.

Baca Juga  Kasus Nurhayati, Syamsul Huda: "Pentingnya APH Memproses Laporan dan Menindaklanjuti Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Terkait

Ia cerita, ia kerap mengajak bicara pada pohon cabe yang ia tanam. Ia sentuh dengan tangannya. Ia berdialog dengan tanaman seperti ia sedang berhadapan dengan manusia.

Mukti menghormati tanah dan tanaman sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Banyak forum bersama Mukti sudah saya lalui, terutama dimasa saya masih aktif di Kota Bandung (1991-2001).

Persamaan minat dan kepedulian kepada petani jadi pemersatu diantara kami. Namun perdebatan serius diantara kami kerap terjadi.

Tapi rasa kasih sayang mengalahkan perbedaan di antara kami. Kami tak pernah berantem. Saya mencintai Mukti dari lubuk hati yang paling dalam.

Saya juga merasakan perasaan yang sama dimiiliki Mukti terhadap saya. Kami saling mencintai dalam berbagai keterbatasan.

Ya Allah…
Sejak hari ini kami tak bisa lagi bertemu muka dengan Mukti. Kami akan mengenang aneka perjumpaan dan gundukan kenangan yang melintas dalam ingatan.

Ada cipratan emosi yang menggelayut didalam dada kami. Mukti telah kembali kepada Sang Maha Kasih yang menciptakan kita semua dan segenap alam raya.

Sorga yang indah untukmu, Mukti…

Lagu-lagu indahmu yang kontemplatif akan mengiringi langkah kami dalam menjalani hari-hari dalam kehidupan ini.

Manisnya kritik dan gugatan yang senantiasa memancar dari dirimu terhadap ketidakadilan dan ketimpangan, akan selalu jadi panduan kami dalam mengabdi bagi negeri.

“Selamat jalan Mukti… Damai dan bahagialah disana…”

Usep Setiawan adalah sahabatnya Mukti-Mukti, seorang pegiat gerakan reforma agraria, tinggal di Pamulang.

Jakarta, 15 Agustus 2022

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kenangan Usep SetiawanMukti Telah PergiMukti-MuktiUNPAD Bandung
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Kabar Duka Aktivis Mukti Mukti Solois Balada Asal Kota Bandung Tutup Usia

Post Selanjutnya

Hari Ini, Presiden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara

RelatedPosts

Refleksi 52 Tahun Malari dan HUT ke-26 Indemo: Korupsi Ancaman Demokrasi dan Ekologi

9 Januari 2026
Empat orang jaringan internasional peredaran gelap narkotika dengan modus baru diamankan dalam Operasi Pengamanan Nataru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (dok Biro Humas Protokol BNN RI)

Sinergi BNN Bersama Bea Cukai dan Imigrasi Bongkar “Dapur” Peracikan Narkotika di Apartemen Jakarta

7 Januari 2026
Kawah Kareta di Dusun Kamojang Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung (dok Kabariku)

Seabad Panas Bumi Kamojang: Tonggak Swasembada Energi Nasional

6 Januari 2026

Transformasi Pertamina: Tiga Subholding Dilebur, Direksi Baru Disiapkan

31 Desember 2025
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat konferensi pers di Jakarta. (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)

Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan Pascabencana Aceh Tunjukkan Kemajuan Pesat

31 Desember 2025

KPK Terbitkan SP3 Kasus Konawe Utara, SIAGA 98: Sah Secara Hukum

29 Desember 2025
Post Selanjutnya

Hari Ini, Presiden Akan Sampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Nusantara

foto dok. Humas Setkab

Desain APBN 2023: Waspada, Antisipasif, dan Responsif

Discussion about this post

KabarTerbaru

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcayanto. (Foto: Humas KPK)

KPK OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara, 8 Orang Diringkus

10 Januari 2026
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya

Seskab Teddy Hadiri Rakor: Satgas Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra Dikebut

10 Januari 2026
Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK

KPK Pastikan Taat KUHP dan KUHAP Baru, Johanis Tanak: Tak Ada Istilah Siap atau Tidak

10 Januari 2026
Gelandang PERSIB, Thom Haye

PERSIB vs Persija di GBLA, Thom Haye Antusias Sambut Laga Sarat Gengsi

10 Januari 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Yusril: Pilkada Langsung maupun via DPRD Sama-Sama Konstitusional

9 Januari 2026
Ketua KPK Setyo Budyanto (tengah) dengan sejumlah pimpinan KPK dan Jubir KPK. (Foto: Humas KPK)

Pemulihan Aset KPK Mencapai Rp1,53 Triliun, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

9 Januari 2026

Mukab VIII KADIN Garut Diikuti Satu Calon, Panitia Tegaskan Komitmen Rekonsiliasi Organisasi

9 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Selain Yaqut, Stafsus Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji

9 Januari 2026
Sandri Rumanama paparkan peran strategis Polri dalam mendukung Program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (Ist)

Di Balik Layar Asta Cita Presiden Prabowo: Polri dan Dapur MBG Nasional

9 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Profil Komjen (Purn) Chryshnanda Dwilaksana, mantan Kalemdiklat Polri dan Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri

    Menutup Masa Dinas, Komjen Chryshnanda Tinggalkan Warisan Reformasi di Tubuh Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUHP Baru Berlaku Januari 2026, Menkum: Disusun 63 Tahun Gantikan Produk Hukum Kolonial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Penertiban Kawasan Hutan, Transparansi Kinerja Satgas PKH Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Ijazah Belum Tuntas, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Datangi Rumah Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Garut Evaluasi Galian C, Tiga Lokasi di Banyuresmi-Tarogong Kaler Dihentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Ijazah Jokowi: Partai Demokrat Layangkan Somasi atas Konten yang Seret Nama SBY

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com