Tangerang Selatan,Kabariku.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memilih mengerem rencana pembelian lahan untuk penataan kawasan di depan Pusat Pemerintahan (Puspem) Tangsel. Anggaran yang semula disiapkan dialihkan untuk mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.
Langkah ini diambil karena penyelesaian persoalan sampah dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak yang harus segera dituntaskan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan pembangunan PSEL menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melanjutkan pembebasan lahan untuk penataan kawasan Puspem.
“Kalau pembangunan PSEL sudah selesai, saya akan sampaikan ke Pak Wali juga untuk mulai belanja lahan sisanya untuk kawasan penataan yang di depan Pemkot. Karena skala prioritas kami melihat bahwa permasalahan sampah ini harus selesai dulu, pembangunan PSEL,” kata Pilar, Rabu (5/8/2026).
Menurut Pilar, keputusan tersebut juga merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan pemerintah daerah menyediakan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas PSEL.
Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel tahun ini harus menyiapkan aset lahan seluas 5 hektare sebagai modal pembangunan proyek strategis tersebut.
“Apalagi sekarang dengan Perpres yang baru, kita harus menyediakan lahan untuk PSEL. Pemkot harus memberikan modal berupa aset lahan seluas 5 hektare untuk PSEL. Nah, itu yang tahun ini kami penuhi dan angkanya cukup besar juga,” ujarnya.
Meski pembelian lahan untuk penataan kawasan Puspem ditunda, Pilar memastikan rencana pembangunan ruang publik dan alun-alun di berbagai wilayah Tangsel tidak dibatalkan. Seluruh program tersebut hanya menunggu waktu yang tepat sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Ini bicara skala prioritas saja. Mohon doanya, mudah-mudahan yang diprioritaskan Pak Wali dan saya sekarang ini bisa berjalan. Untuk seluruh alun-alun, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kota, semuanya kami harapkan bisa terpenuhi. Termasuk pembebasan lahan di kawasan ini, nanti saya coba cek lagi apakah tahun ini jadi atau tidak,” ungkapnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel terus mematangkan proyek PSEL di TPA Cipeucang sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun.
Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari, mengubah limbah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir di TPA Cipeucang.
Dengan menjadikan PSEL sebagai prioritas, Pemkot Tangsel berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih efektif. Setelah proyek strategis itu berjalan, pemerintah berkomitmen melanjutkan penataan kawasan Puspem dan menghadirkan lebih banyak ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Judul alternatif:
Demi PSEL Cipeucang, Pemkot Tangsel Tunda Pembelian Lahan Puspem
Tangsel Dahulukan PSEL, Penataan Kawasan Puspem Harus Menunggu
Pilar: Sampah Jadi Prioritas, Lahan Puspem Ditunda Demi Proyek PSEL


















Discussion about this post