• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Maret 2, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Uncategorized

Cuci Darah Selama 15 Tahun, Pasien Perempuan Ini Beri Testimoni di Acara Kopdar KPCDI

Redaksi oleh Redaksi
30 Oktober 2019
di Uncategorized
A A
0
Umi Kulsum (kanan), pasien cuci darah 15 tahun tampak begitu sehat dan bugar. (Foto: KPCDI/Istimewa)

Umi Kulsum (kanan), pasien cuci darah 15 tahun tampak begitu sehat dan bugar. (Foto: KPCDI/Istimewa)

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – KPCDI Depok adalah musik. Hentakan musik dengan ritme dinamis mengiringi peserta untuk berjoged ria. Entah sudah berapa kali berganti lagu, yang jelas peluh terlihat sudah mengalir cukup deras di wajah dan tangan mereka.

Hari Minggu ini (27/10/2019), mengambil tempat di Cafe “My Foodpedia” di Depok, mereka melupakan sejenak kalau diri mereka sebagai pasien cuci darah. Berjoged ria dengan sesama teman seperjuangan membuat mereka happy dan hati bergembira.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Suasana yang sungguh pecah itu ada dalam rangkaian acara kopdar (kopi darat) yang digelar KPCDI Cabang Depok – Cibinong. Sebuah perhelatan yang memang dirancang agar semua pasien dan keluarganya semakin dekat satu dengan yang lain. Membangun persahabatan yang begitu hangat dan saling menguatkan. Membangun persaudaraan dan solidariras, begitu visi KPCDI.

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

KPCDI Depok adalah musik. Mereka memenangkan dua kali lomba VG (Vocal Group) antar cabang. “Mars KPCDI” yang juga dicipta oleh kader KPCDI Cabang Depok. Dan sang pencipta, melontarkan gagasan kepadaku mempunyai obesesi menggelar “KPCDI Idol”.

Aku katakan bahwa ide itu luar biasa. Aku yakin Zainal Arifin akan mampu mewujudkannya. Walau sudah cuci darah, aliran darah musiknya tetap menggelora. Kaya akan ide. Katanya, aktivitas bermusik bagi pasien cuci darah adalah salah satu solusi agar mereka memperoleh kebahagian.

Benar saja, Zainal Arifin dan teman-temannya mengambil alih pemain band yang disediakan cafe tersebut. Ia naik panggung dan memainkan musik. Iramanya lebih menghentak lagi, menghinoptis peserta untuk menggoyangkan badannya. Tak peduli udara yang panas dan fisik mereka serba terbatas, bagaikan anak muda yang sedang dugem, mereka terus meliuk-liukkan badan mereka. Lelah yang dirasa, dibayar dengan kebahagian, tercermin dari senyum mereka yang mengembang sepanjang aksi joged bersama itu.

Baca Juga  KPCDI Bagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Pasien Gagal Ginjal di 20 Kota

Menimba Ilmu Dan Berbagi Pengalaman

Musik dan joged adalah acara pamungkas kopdar tersebut. Sedangkan acara diawali pidato Ketua Cabang KPCDI Depok-Cibinong, yang disampaikan Pak Pratman Hakim.

“Apa sih tujuan kita melakukan kopdar? Apa sih pentingnya acara seperti ini?” tanya bapak satu anak ini dihadapan 50 lebih peserta yang mayoritas ginjalnya sudah “ngambek” ini.

Menurut Ketua Cabang KPCDI Depok-Cibinong ini, pertama, agar sesama pasien gagal ginjal kronik dapat saling mengenal satu sama lainnya.

“Supaya kita tidak canggung untuk berkomunikasi dan berdiskusi serta berbagi pengalaman, agar proses cuci darah kita dapat berjalan lancar,” terangnya.

Lebih lanjut pasien cuci darah yang masih aktif bekerja ini mengatakan yang kedua, agar sesama pasien saling memotivasi dan saling menguatkan.

“Dengan bertemu seperti ini membuat kita tidak merasa paling menderita sendirian. Dan yang berikutnya, menjadi ajang berbagi ilmu dan mendapatkan ilmu baru dari dokter,” pungkasnya.

Dan hari itu para peserta juga mendapat ilmu dari dr. Sandi Parutama Gani. Sang dokter muda dari Combiphar, salah satu mitra acara tersebut mengajarkan cara menghitung kebutuhan hormon eritropoeitin dan zat besi berdasarkan berat badan.

“Bila BB (berat badan) pasien 60 kg, HB (homoglobin) 8 g/dl, untuk menaikan HB ke angka 10 g/dl dibutuhkan zat besi 788 mg zat besi. Angka itu diperoleh dengan rumus 60 x (10 – 8) x 24 + 500 = 60 × 2 × 24 + 500,”

“Sedangkan bila BB pasien 60 kg, HB di angka 8 g/dl dengan zat besi yang cukup, maka eritropoetin yang diperlukan = 80 × 60 = 4800 IU sampai dengan 120 × 60 = 7200 IU. Atau 4800 -7200 IU disuntik eritropoietin per minggunya,” ungkap dokter muda ini.

Baca Juga  Dokter Kepresidenan RSPAD Sarankan Terapi CAPD bagi Pasien Gagal Ginjal

Tak cukup ceramah dari dokter, para peserta juga mendapat testimoni dari salah satu pasien tentang bagaimana mempertahankan HB agar tidak sering drop dan menghindari transfusi darah?

Adalah Umi Kulsum, ibu satu anak ini sudah hemodialisa (HD) selama 15 Tahun. Lama 15 tahun adalah sebuah prestasi, bisa dihitung dengan jari pasien HD bisa bertahan hidup sampai 15 tahun di Indonesia.

Umi Kalsum menyarankan pasien cuci darah harus selalu mengontrol kadar besi dalam darah.

“Karena pembentukan HB yang paling utama kecukupan besi dan hormon EPO. Hemodialisanya harus adekuasi dan makan seimbang. Dan jangan lupa tidur yang cukup dan beraktivitas yang cukup,” ungkapnya.

Bukan hanya soal lama hidup sebagai pasien cuci darah, Umi juga pandai merawat paras dan tubuhnya. Sering mendapat pujian sesama pasien kalau dirinya masih punya pesona sebagai perempuan.

Fisiknya sangat prima sekali. Bertahun-tahun ia bekerja sebagai distributor kacang.

“Aku menitipkan kacang itu di warung, di kios pasar. Aku sendiri yang lakukan dengan cara naik motor keliling seantero Depok,”

Tak terbayangkan betapa beratnya dia bekerja. Bekerja di atas motor, berarti akrab dengan debu dan asap. Tentu saja tak bisa menghindar teriknya sinar matahari. Sebuah pekerjaan yang pada umumnya dilakukan kaum Adam. Yang ini dilakukan oleh seorang perempuan yang menderita gagal ginjal. Perempuan yang hebat dan tangguh.

Dan hari ini Umi membuktikan kalau HB-nya normal dan fisiknya prima. Tak putus-putus dia berjoged dan sekaligus menyanyi. Bahkan , sampai melupakan anaknya yang masih kecil. Tanpa pengawasan darinya sang anak main lipstik dan bedak emaknya.

Irama lagu telah menghipnotis dirinya untuk bergoyang. Mungkin dia membayangkan kembali saat mudanya yang penuh pesta dan ceria.

Baca Juga  Tak Mau Layani Pasien Covid-19, 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat

Tak hanya Umi, semua larut dalam suasana penuh alunan musik tersebut. Hari ini mereka mengeluarkan segala emosi yang terpendam dalam tubuh mereka. Rasanya begitu plong dan lega. Bergembira dan bersukacita sepuasnya. Untuk beberapa jam menikmati suasana hidup bagaikan orang sehat. (*)

Penulis : Peter Hari (Sekjen KPCDI)

Sumber berita: kpcdi.org

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: cuci darahKPCDIUmi Kulsum
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Keluarkan Surat Edaran, Walikota Bandung Serukan Anti Anarko

Post Selanjutnya

Anggaran Aibon Rp 82 M Terus Jadi Sorotan, William: Gubernur DKI Jangan Buang Badan ke Anak Buah

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

15 Juni 2023

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

10 Juni 2023

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

8 Juni 2023

Polres Garut Gerebek Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal 14 Diamankan

8 Juni 2023

Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan nonPeraturan Produk Hukum Bawaslu

8 Juni 2023

‘Inovasi Social Enterprice’ Desa Cinta Karangtengah Wakili Garut Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2023

7 Juni 2023
Post Selanjutnya
Kantor Gubernur DKI Jakarta

Anggaran Aibon Rp 82 M Terus Jadi Sorotan, William: Gubernur DKI Jangan Buang Badan ke Anak Buah

Komjen Idham Azis

Rapat Paripurna DPR Tetapkan Idham Azis sebagai Kapolri

Discussion about this post

KabarTerbaru

Kepala BGN, Dadan Hindayana/BGN

BGN Tegaskan Skema Rp6 Juta per Hari Lebih Efisien dan Minim Risiko Negara

2 Maret 2026
ilustrasi fenomena Blood Moon

Fenomena Langka 3 Maret 2026: Blood Moon Saat Berbuka, Cap Go Meh di Malam Purnama

1 Maret 2026

Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

1 Maret 2026

BNN dan BGN Integrasikan Program MBG untuk Perkuat Ketahanan Bangsa

28 Februari 2026

Minat Naturalisasi WNA dan ABG Tinggi, Ditjen AHU Tegaskan Status WNI Sangat Bernilai

28 Februari 2026

Seskab Teddy: MBG Bukan Ancaman Pendidikan, Anggaran Tetap dan Program Bertambah

28 Februari 2026
Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyerahkan penghargaan kepada Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana/IST

Garut Raih Enam Penghargaan Bangga Kencana Jabar 2026, Perkuat Komitmen Tekan Stunting

28 Februari 2026
Wabup Garut Tinjau Garut Plaza, Siapkan Relokasi PKL dan Penguatan Event Ramadan

Bazar Ramadhan Jadi Momentum Penataan PKL di Garut Kota

28 Februari 2026

Kemnaker Buka 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Gratis dan Bersertifikat

28 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Garut Ajak Masyarakat Manfaatkan SuperApp PRESISI Polri, Wujudkan Pelayanan Cepat dan Humanis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com