Jakarta, Kabariku.com – Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) menegaskan kesiapannya mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional. Organisasi yang menghimpun pengusaha dan kalangan profesional warga Nahdlatul Ulama (NU) itu menyatakan akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor usaha, mencetak wirausahawan baru, serta membangun ekosistem ekonomi umat yang berdaya saing di tingkat global.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pelantikan Pengurus Pusat P2N di Jakarta. Organisasi ini menilai besarnya jumlah warga Nahdlatul Ulama menjadi modal sosial sekaligus kekuatan ekonomi yang harus dikelola secara profesional melalui kolaborasi, inovasi, dan transformasi digital.
Ketua Dewan Pembina P2N, Umar Syah HS, mengatakan kehadiran P2N bukan sekadar menjadi wadah berhimpunnya para pengusaha dan profesional Nahdliyin. Lebih dari itu, organisasi ini ingin menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dengan mendorong lahirnya pelaku usaha yang tangguh dan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat.
“P2N hadir bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya para pengusaha dan profesional Nahdliyin, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan ekonomi umat,” ujar Umar Syah HS.
Menurut Umar, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama ini terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, P2N akan memprioritaskan berbagai program pemberdayaan agar pelaku UMKM memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan pasar.
Program tersebut meliputi pembinaan usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi bisnis, hingga penguatan jejaring antar pelaku usaha Nahdliyin di berbagai daerah.
“P2N berkomitmen mendorong UMKM agar mampu naik kelas, memiliki daya saing yang tinggi, memanfaatkan teknologi digital, serta mampu menembus pasar nasional maupun global,” katanya.
Selain memperkuat sektor usaha, P2N juga menargetkan lahirnya generasi baru pengusaha Nahdliyin yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, kemandirian, serta tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Umar menegaskan keberhasilan dunia usaha harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan berkembangnya aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Ketika dunia usaha tumbuh, lapangan kerja semakin luas, UMKM berkembang, dan kesejahteraan masyarakat meningkat, maka pada saat itulah nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama diwujudkan dalam kehidupan nyata,” tegasnya.
P2N Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah, BUMN hingga Dunia Industri
Sementara itu, Ketua Umum PP P2N Lukman Edy mengatakan kepengurusan P2N periode ini akan diarahkan menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi modern. P2N akan mengonsolidasikan seluruh potensi pengusaha dan profesional Nahdliyin, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi salah satu fokus utama organisasi. Selain itu, P2N juga akan memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan, perguruan tinggi, BUMN, sektor swasta, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat ekosistem ekonomi Nahdliyin.
“P2N akan menjadi rumah besar kolaborasi bagi para pengusaha dan profesional Nahdliyin. Kami ingin membangun organisasi yang mampu mencetak wirausahawan baru, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi umat dalam menghadapi tantangan ekonomi global,” ujar Lukman Edy.
Lukman menilai potensi ekonomi warga Nahdlatul Ulama yang jumlahnya sangat besar harus dioptimalkan melalui pengelolaan yang profesional. Karena itu, inovasi, transformasi digital, dan perluasan jaringan bisnis menjadi langkah penting agar pelaku usaha Nahdliyin mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Untuk mendukung tujuan tersebut, P2N menyiapkan sejumlah program strategis, mulai dari inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi UMKM, akses investasi dan pembiayaan, pengembangan industri halal, penguatan ekonomi pesantren, hingga kemitraan dengan sektor industri nasional dan internasional.
Melalui berbagai program tersebut, P2N berharap dapat mempercepat lahirnya pengusaha-pengusaha Nahdliyin yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Menutup sambutannya, H. Umar Syah HS mengajak seluruh pengusaha dan profesional Nahdliyin untuk menjadikan P2N sebagai wadah kolaborasi dalam membangun ekonomi bangsa bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Mari bersama pemerintah, Nahdlatul Ulama, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa membangun ekonomi Indonesia yang kuat, inklusif, berkeadilan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan kemajuan Indonesia.”





















Discussion about this post