Bandung, Kabariku – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Barat menyalurkan daging kurban kepada ratusan keluarga risiko stunting (KRS) di Kota Bandung dan Kota Cimahi, Kamis 28 Mei 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan asupan protein hewani bagi keluarga sasaran.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi mengatakan, kegiatan kurban kali ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau kurban biasanya sifatnya individu, tapi untuk kegiatan BKKBN ini ritualnya kurban, substansinya sedekah. Teman-teman penyuluh KB dan ASN bersedekah untuk membantu keluarga risiko stunting,” kata Dadi.
Dalam pelaksanaannya, BKKBN Jawa Barat menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor kambing yang berasal dari hasil gotong royong penyuluh KB dan aparatur sipil negara (ASN). Dana pembelian hewan kurban dikumpulkan secara swadaya dengan nominal beragam mulai dari Rp5.000.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada sekitar 400 keluarga risiko stunting yang berada di wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi. Menurut Dadi, bantuan daging dipilih karena protein hewani memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
“Biasanya kami memberikan bantuan telur, sekarang lebih konkret dalam bentuk daging. Karena masih banyak keluarga risiko stunting yang belum mendapatkan daging kurban,” ujarnya.
Ia menyebut jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya terdiri dari satu ekor sapi dan tiga hingga empat ekor kambing.
“Alhamdulillah ada peningkatan karena adanya sedekah dari teman-teman penyuluh. Persiapannya juga hanya sekira seminggu,” katanya.
Selain kegiatan penyaluran daging kurban, BKKBN Jawa Barat juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) atau Survei Kesehatan Indonesia (SKI) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi.
Dadi mengatakan, prevalensi stunting di Jawa Barat saat ini berada di kisaran 12,9 persen dan pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 10 persen.
“Kita optimistis stunting di Jawa Barat bisa turun signifikan. Sekarang intervensinya lebih terukur karena sudah berbasis by name by address,” katanya.
Ia juga menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang dijalankan di sejumlah wilayah Jawa Barat mulai menunjukkan hasil positif, khususnya di kawasan Bandung Raya.
“Di Bandung Raya penurunannya lumayan, sekira 10 persen. Mudah-mudahan hasil survei nanti juga menunjukkan penurunan signifikan,” ujar Dadi.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post