Jakarta, Kabariku – Kolong Tol Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang biasanya hanya dipadati aktivitas warga, berubah menjadi ruang dakwah pada Minggu (19/4/2026) malam. Ratusan orang memadati lokasi tersebut untuk mengikuti pengajian yang digelar Majelis Mutiara Religi Jalanan.(Marjan)
Pengajian yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB ini mengangkat isu aktual: maraknya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kian meresahkan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Endang Irawan menyoroti dampak serius dari dua praktik tersebut. Ia menegaskan bahwa pinjol dan judol bukan sekadar persoalan finansial, tetapi juga berpotensi merusak kondisi mental hingga keimanan seseorang.
“Rezeki yang sedikit namun berkah jauh lebih menyelamatkan daripada uang jutaan hasil judi atau pinjaman riba yang mencekik. Allah tidak melihat seberapa besar digit di saldo rekeningmu, tapi dari mana asal uang itu dan bagaimana ia didapatkan. Harta yang haram hanya akan menjadi api di dalam rumah tangga kita,” tegasnya.
Endang juga mengingatkan jamaah soal konsep istidraj, yakni kenikmatan sementara yang justru menjadi jalan menuju kehancuran. Ia menilai banyak orang terjebak karena kemenangan awal dalam judi online.
“Jangan tertipu dengan kemenangan awal. Itu adalah istidraj. Allah membiarkanmu merasa menang agar kamu semakin jauh tersesat, hingga akhirnya kamu kehilangan segalanya harta, keluarga, hingga iman,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa syukur dan kesabaran, terutama di tengah budaya instan yang semakin mudah diakses melalui teknologi.
“Obat dari pinjol bukan pinjaman baru, tapi syukur. Jika kita bersyukur, yang sempit akan terasa lapang. Jika kita kufur, yang luas akan terasa menyesakkan,” katanya.
Pengajian yang berlangsung di ruang terbuka ini menjadi upaya mendekatkan pesan keagamaan langsung ke tengah masyarakat. Tak hanya warga sekitar, pesan yang disampaikan diharapkan bisa menjadi peringatan luas di era digital saat ini.
“Selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka digital. Hentikan klik judi itu, hapus aplikasi pinjaman itu, dan kembalilah bersujud,” serunya.
Acara ditutup dengan ajakan kolektif untuk menjauhi pinjol ilegal dan judi online, serta memperkuat iman sebagai benteng menghadapi godaan zaman.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah edukasi berbasis komunitas dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya pinjol dan judol yang semakin meluas.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post