• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, April 11, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
11 April 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Arvindo Noviar
Ketua Umum Sukarelawan PRABU

Jakarta, Kabariku – Sebuah forum sosial berhenti menjadi wadah silaturahmi dan diam-diam bersalin-rupa menjadi panggung pertunjukan. Halal bihalal yang semula merawat etika dan mempererat relasi berubah menjadi arena sirkus yang miskin keanggunan dalam kemasan, lengkap dengan tema banal, penonton linglung yang menunggu sensasi, serta pemain yang mengerti bahwa satu kalimat keras tanpa pijakan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi daripada satu argumen yang disusun dengan disiplin.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Pernyataan yang dilontarkan oleh Saiful Mujani dalam arena itu kehilangan watak intelektualnya sejak pertama kali diucapkan, berubah menjadi bagian dari atraksi yang mengandalkan efek kejut dan emosi dangkal.

RelatedPosts

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

Kata-kata dilepas seperti properti sulap, dilempar ke udara untuk memancing decak kagum sesaat, berputar tanpa arah yang dapat dipertanggungjawabkan, lalu jatuh sebagai bunyi yang nyaring namun kosong, menyisakan kesan sebagai satu bentuk kedalaman semu, dimana kata-kata dipoles hingga berkilau di permukaan, sementara di dalamnya hanya tersisa dorongan emosi yang gagal menjelma menjadi pikiran.

Seorang intelektual bekerja dengan ukuran yang ketat, dimulai dari ketepatan merumuskan maksud sebelum melangkah pada keberanian menyatakannya.

Pernyataan Saiful Mujani tentang “mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Presiden” membuka persoalan yang lebih elementer dari sikap politik itu sendiri.

“Mengonsolidasikan” mengandaikan struktur, arah, dan tujuan; “menjatuhkan” memikul konsekuensi yang melampaui kritik oposisi biasa.

Keduanya disandingkan tanpa penjelasan operasional dan tanpa batas konseptual yang tegas, seolah susunan kata telah cukup menggantikan kerja berpikir.

Baca Juga  Tebang Pilih Dalam Perkara Semangat Presisi

Pola yang muncul sulit disamarkan, ketergesaan yang digerakkan oleh refleks, jauh dari proses yang matang. Uraian tentang bentuk konsolidasi tidak pernah hadir, kerangka demokrasi yang dirujuk dibiarkan kabur, dan disiplin makna tidak dijaga.

Kalimatnya terdengar tegas, rapuh saat disentuh; tampak berani, canggung saat diminta peta jalan. Pernyataan itu berfungsi sebagai umpan wacana yang dilempar untuk memancing respons cepat, lalu membiarkan beban penjelasan terdistribusi ke para pendengar yang mengisinya sesuai hasrat dan prasangka yang telah mereka miliki sebelumnya.

Dalam tradisi intelektual, kekaburan seperti ini menandai gagasan yang belum pernah benar-benar selesai dipikirkan. Kekaburan sekaligus menyediakan ruang aman bagi pembicara untuk menghindari pengujian, karena makna dapat digeser setiap saat tanpa pernah benar-benar dipertanggungjawabkan.

Karl Popper menempatkan kejelasan sebagai syarat agar sebuah pernyataan layak diuji, sebab tanpa itu, sebuah gagasan mudah merosot menjadi rangkaian bunyi yang bergaung di muka gua, nyaring terdengar, namun gagal menjelaskan kedalaman.

Persoalannya bergerak dari isi ke cara bahasa diperlakukan. Pernyataan Saiful Mujani menunjukkan pola yang semakin lazim dalam retorika kontemporer, di mana diksi dipilih karena daya pantulnya di ruang publik, sementara ketepatannya dalam memetakan realitas ditangguhkan.

Kalimat dirancang untuk segera beredar, mengundang reaksi, dan menampilkan ketegasan di permukaan, sementara struktur berpikir yang menopangnya tidak pernah benar-benar diselesaikan.

Dalam pernyataannya, pola bahasa yang digunakan oleh Saiful Mujani bergerak menjauh dari upaya menjelaskan realitas dan condong pada penciptaan kesan yang cukup kuat agar terdengar seperti penjelasan.

Ia mengulang susunan yang sama dalam berbagai tafsir tanpa pernah menambatkan makna pada satu pijakan yang dapat diuji. Jarak antara analisis dan performa menipis hingga keduanya bertukar tempat tanpa disadari.

Baca Juga  Catatan Marlin 'Tragedi Kanjuruhan'

George Orwell pernah menunjukkan bagaimana bahasa yang kehilangan disiplin dapat membuat sesuatu yang kabur terdengar sebagai kebenaran, cukup dengan memastikan ia terdengar meyakinkan.

Cara bahasa digunakan pada akhirnya menentukan apakah sebuah pernyataan mampu bertahan ketika berhadapan dengan realitas yang tak dapat dielakkan.

Pemerintahan Prabowo Subianto berdiri di atas legitimasi yang terbentuk melalui proses yang jelas dan terbuka.

Kualitas semacam itu menuntut kritik yang sepadan, kritik yang lahir dari ketelitian, ketepatan makna, dan kesediaan untuk mempertanggungjawabkan setiap istilah yang digunakan hingga tuntas.

Bagi Saiful Mujani, yang lebih mendesak saat ini adalah meluangkan waktu untuk menuntaskan pikiran sebelum melepaskan kalimat, memastikan setiap istilah memiliki pijakan sebelum beredar di ruang publik, dan menahan diri dari dorongan untuk mempercepat bunyi melebihi kedalaman.

Bagi para pendukungnya, kehati-hatian dalam menyerap dan mengulang pernyataan akan memberi bobot yang lebih tahan uji daripada memproduksi pantulan secara tergesa padahal belum paham sepenuhnya.

Sebab negara hari ini tidak kekurangan suara; yang mulai langka adalah kesediaan untuk berpikir hingga tuntas sebelum memilih untuk bersuara.*

Jakarta, 11 April 2026

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: makarPrabowo-GibranPrabuSaiful Mujani Research and Consulting
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

Post Selanjutnya

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

RelatedPosts

Ilustrasi

Membangun Solidaritas Negara Islam

3 April 2026
ilustrasi

Tak Ada Sosialisme Indonesia Tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

28 Maret 2026
ilustrasi

MBG (Makanan Bergizi Gratis): Antara Proyek Ambisius dan Kegagalan Komunikasi Politik

26 Maret 2026

Taman Yu Yuan (Yu Yuan Garden) dan Polisi Shanghai

23 Maret 2026

Meninggalnya Seorang Lelaki Sholeh

20 Maret 2026
Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus

Danjen Kopassus di Panggung Politik Nasional

16 Maret 2026
Post Selanjutnya

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dari Rekomendasi ke Aksi, SIAGA 98 Desak Realisasi Reformasi Polri

11 April 2026

Bencana Hidrometeorologi di Garut, Yuda Puja Turnawan Salurkan Bantuan dan Desak Pemkab Bergerak Cepat

11 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Gelar Musda 2026, IOF Jawa Barat Fokus pada Estafet Kepemimpinan dan Kelestarian Alam

11 April 2026

Makar sebagai Struktur Cara Berpikir Saiful Mujani

11 April 2026
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (Foto:Istimewa)

UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

11 April 2026
Lucius Karus soroti kasus pemerasan Rp300 juta terhadap Ahmad Sahroni yang dinilai terlalu berbelit.(Foto:Istimewa)

Lucius Karus Soroti Kasus Pemerasan Rp300 Juta Sahroni: Kok Malah Dibikin Drama?

10 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK pada Jumat malam. (Foto:Kabariku.com)

Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

10 April 2026
KPK mengimbau masyarakat waspada modus pegawai KPK gadungan dan melaporkan ke Call Centre  198 (Foto:Istimewa)

KPK Minta Publik Adukan ke Call Center 198, Jika Temui Modus Pegawai KPK Gadungan

10 April 2026

Seskab Teddy: Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp370 Triliun, Denda Capai Rp31,3 Triliun

11 April 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme Memanas, Dewan Pertimbangan FKDT Garut Pertanyakan Legalitas SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News: KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diciduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adu Perspektif Dana Desa di APBD Jabar 2026, Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Rudy Gunawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPDATE: KPK OTT Bupati Tulungagung, Total 16 Orang diamankan dan Masih Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dualisme FKDT Garut Kian Mengemuka, Atep Taofik Mukhtar Minta Penataan Sesuai Aturan Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com