• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 10, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
18 Mei 2026
di Kabar Terkini, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98

Tulisan ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, 16 Mei 2026:
“…. rakyat di desa enggak pakai dolar kok”.

Jakarta, Kabariku – Pernyataan itu memicu perdebatan. Sebagian ekonom menganggapnya terlalu menyederhanakan persoalan kurs rupiah terhadap dolar.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Namun dibalik pernyataan tersebut, sesungguhnya ada kritik mendasar terhadap cara pandang ekonomi Indonesia yang selama ini terlalu “dollar sentris”.

RelatedPosts

BGN Sterilisasi Usai Pergantian Pimpinan, Aktivitas Kantor Diwarnai Aksi Pengelola SPPG di Pintu Masuk

Membaca Prabowo dari Kacamata Pasar

OTT KPK di Sumsel dan Jakarta, Bupati Muara Enim dan 9 Orang Diamankan

Selama puluhan tahun, kita dibiasakan melihat ekonomi nasional dari kaca mata dolar.

Seolah-olah kesehatan ekonomi Indonesia hanya ditentukan oleh naik turunnya mata uang Amerika Serikat.

Ketika dolar naik, kepanikan dibangun.

Ketika rupiah melemah, narasi krisis langsung diproduksi. Media ramai memberitakan kurs. Para analis sibuk menggambarkan ancaman. Padahal kehidupan ekonomi mayoritas rakyat Indonesia berjalan bukan dengan dolar, melainkan dengan rupiah.

Petani di desa tidak menerima upah dalam dolar. Pedagang pasar tidak menjual cabai dengan dolar. Buruh, nelayan, tukang ojek, UMKM, hingga warung kecil di kampung seluruhnya hidup dalam ekosistem rupiah.

Inilah realitas yang sering dilupakan oleh para ekonom yang terlalu lama terjebak dalam paradigma dollar centrum.

Cara pandang ini menempatkan dolar sebagai pusat gravitasi ekonomi dunia, sementara rupiah diposisikan hanya sebagai mata uang pinggiran yang nilainya selalu diukur dari kedekatannya terhadap dolar.

Akibatnya, bangsa ini seperti terus didorong untuk merasa inferior terhadap mata uang sendiri.

Padahal kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya berada pada pasar domestik yang besar, konsumsi rakyat, sumber daya alam, serta perputaran ekonomi internal yang menggunakan rupiah setiap hari.

Baca Juga  Dari Dekonstruksi ke Rekonstruksi: Jika Rocky Gerung Masuk Pemerintahan Prabowo Subianto

Rakyat kecil tidak bangun pagi untuk mengecek kurs dolar. Mereka bangun untuk memastikan harga beras terjangkau, pekerjaan tersedia, hasil panen laku, dan usaha tetap berjalan.

Karena itu, stabilitas ekonomi nasional tidak boleh semata-mata diukur dari fluktuasi dolar.

Yang lebih penting adalah: apakah pangan tersedia, apakah industri bergerak, apakah lapangan kerja tercipta, apakah daya beli rakyat terjaga, dan apakah negara mampu menjaga kepercayaan terhadap rupiah.

Tentu Indonesia tetap membutuhkan dolar dalam perdagangan internasional. Tidak ada yang menyangkal itu.

Tetapi kebutuhan terhadap dolar dalam transaksi global tidak berarti bangsa ini harus tunduk secara psikologis pada dolar.

Inilah yang perlu dibenahi.

Selama ini, ketergantungan terbesar Indonesia bukan semata pada dolar, melainkan pada cara berpikir yang menempatkan dolar sebagai pusat segala ukuran ekonomi.

Padahal dalam praktik kehidupan sehari-hari, rakyat Indonesia lebih percaya menyimpan nilai dalam bentuk emas, tanah, usaha, atau aset riil lainnya dibanding menyimpan dolar.

Artinya, fondasi ekonomi sosial masyarakat Indonesia sebenarnya masih bertumpu pada kekuatan domestik.

Pada titik inilah pernyataan Presiden Prabowo menjadi relevan dan strategis.

Pernyataan itu bukan sekadar soal kurs, tetapi ajakan untuk membangun kepercayaan diri ekonomi nasional.

Sudah saatnya Indonesia membangun paradigma rupiah centrum — sebuah cara pandang yang menempatkan rupiah sebagai pusat realitas ekonomi Indonesia sendiri.

Sebab selama rakyat Indonesia hidup, bekerja, dan bertransaksi menggunakan rupiah, maka rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan simbol kedaulatan ekonomi bangsa.*

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: dollarHasanuddin koordinator SIAGA 98Kesehatan ekonomiPresiden Prabowo SubiantoRupiah CentrumSIAGA 98Simpul Aktivis Angkatan 1998
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi Ajak Keluarga Jadi Benteng Utama

Post Selanjutnya

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan “SAGI 127”

RelatedPosts

BGN Sterilisasi Usai Pergantian Pimpinan, Aktivitas Kantor Diwarnai Aksi Pengelola SPPG di Pintu Masuk

9 Juni 2026

Membaca Prabowo dari Kacamata Pasar

8 Juni 2026
Ruang Tunggu Gedung Merah Putih KPK

OTT KPK di Sumsel dan Jakarta, Bupati Muara Enim dan 9 Orang Diamankan

8 Juni 2026
KPK_Lelang_kabariku_dwiwarna

KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi pada 18 Juni, Ada iPhone Rp200 Ribuan hingga Properti Miliaran

8 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

7 Juni 2026

Korupsi MBG adalah Laku Nista

7 Juni 2026
Post Selanjutnya

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan "SAGI 127"

Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Perkim Perbaiki 63 Unit Rutilahu Sebesar Rp1.8 Miliar dari Pemkab Cianjur

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menkes Dukung Empat Kebijakan Baru BGN, Program MBG Prioritaskan Kelompok 3B dan Wilayah 3T

10 Juni 2026
Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama meminta reformasi birokrasi Polri segera dilakukan pascapengesahan revisi UU Polri (Istimewa)

Sandri Rumanama Dorong Reformasi Birokrasi Polri Pascapengesahan Revisi UU Polri

9 Juni 2026

BGN Sterilisasi Usai Pergantian Pimpinan, Aktivitas Kantor Diwarnai Aksi Pengelola SPPG di Pintu Masuk

9 Juni 2026
Foto : Ilustrasi (Istimewa)

SIAGA 98 Dorong Kementerian Keamanan di Tengah Revisi RUU Polri

9 Juni 2026

KPK Tahan Eks Ketum Kesthuri dan Direktur Maktour Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

9 Juni 2026

Membaca Prabowo dari Kacamata Pasar

8 Juni 2026

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional WNA Rusia di Bali, Sita 7,8 Kg Hashis Asal Thailand

8 Juni 2026

BGN Tata Ulang Program MBG: Moratorium Dapur, Refocusing Penerima hingga Kolaborasi CSR

8 Juni 2026

Resmi Dilantik Presiden Prabowo, Nanik S. Deyang Nahkodai Badan Gizi Nasional

8 Juni 2026

Resmi Dilantik Presiden Prabowo, Nanik S. Deyang Nahkodai Badan Gizi Nasional

8 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Ruang Tunggu Gedung Merah Putih KPK

    OTT KPK di Sumsel dan Jakarta, Bupati Muara Enim dan 9 Orang Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Informasi Penghentian Sementara Program MBG adalah Hoaks, Berikut Penjelasan BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPW Ungkap Propam Polri Periksa Eks Kapolda Kalbar Pipit Rismanto Terkait Kasus Korupsi Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Lembaga Lingkungan Siap Sukseskan Usulan Raperda Inisatif Pengelolaan Mata Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com