• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juni 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Ketahanan Pangan dan Tugas Pokok Polri

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
28 Juni 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Aris Santoso
Pengamat Militer

Kabariku – Kontribusi Polri dalam ketahanan pangan, melalui panen raya jagung, hari-hari ini menjadi pemandangan biasa. Capaian Polri dalam budidaya dan panen raya jagung bahkan sudah dibukukan, tak tanggung-tanggung, para penulis buku adalah unsur pimpinan Polri, antara lain Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dengan judul “Mengawal Pangan Menuai Aman”. Acara peluncuran buku berlangsung di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam pandangan Wakapolri, buku ini diperlukan karena ketahanan pangan kini tidak lagi dipandang semata sebagai urusan sektor pertanian, melainkan telah menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas nasional, kesejahteraan masyarakat, dan daya tahan bangsa menghadapi berbagai tantangan global.

RelatedPosts

Buku Bukan Sekadar Kertas: Perpustakaan sebagai Ruang Moderasi Beragama

Moratorium MBG Harus Memberi Kepastian bagi 12.000 SPPG Tahap Persiapan

“Polisi yang Polisi “ Asa Menuju Indonesia Maju

Penerbitan  buku tersebut menunjukkan Polri serius dalam mendukung program ketahanan pangan, yang memang menjadi salah satu program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo.

Pada pertengahan Februari 2025, saat mengikuti kegiatan penanaman jagung di Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul (DIY), Kapolri menegaskan kembali dukungan kepolisian terhadap program swasembada pangan dari Presiden Prabowo.

Tugas Pokok Tetap Prioritas

Masuknya Polri dalam bidang pertanian sebenarnya menyimpan problematik. Dalam Pasal 13 Undang-Undang No 2 Tahun 2022 tentang Polri disebutkan, tugas Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban  masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. 

Bahkan tidak ada satu pun pasal dalam UU Polri yang secara eksplisit menyebut kegiatan pertanian, produksi jagung atau pengelolaan ketahanan pangan. Dengan kata lain, keterlibatan Polri dalam penanaman jagung bukan termasuk tugas pokok kepolisian, sebagaimana disebutkan dalam regulasi tersebut. 

Pelaksanaan tugas di luar amanat UU Polri oleh kepolisian merupakan konsekuensi politis dari kedudukan Polri di bawah presiden.

Idealnya, Kapolri dengan kepemimpinan yang baik akan paham dan menjaga profesionalisme institusi kepolisian dengan menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai UU Polri.

Sedari awal menjabat, Presiden Prabowo menekankan ketahanan pangan, program MBG (makan bergizi gratis), dan pangan murah. Kemudian pimpinan Polri menafsirkan, sebagai tugas tambahan kepolisian, seperti membangun SPPG, berkontribusi dalam ketahanan pangan, hingga melaksanakan operasi pasar.

Baca Juga  Tedjo Edhi Purdijatno: 'Konsep Presisi Kapolri Nyata Dirasakan Masyarakat'

Dengan adanya tugas tambahan tersebut, Polri akan semakin berat mengerjakan tugas pokoknya. Sementara masyarakat masih mengalami banyak gangguan keamanan, seperti aksi begal dan premanisme.

Selain itu Polri masih harus melaksanakan tugas pelayanan umum, seperti pengajuan surat izin mengemudi (SIM), surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), pengamanan aksi unjuk rasa,  termasuk tugas lapangan satuan Brimob di daerah konflik.

Karena faktor politis, mengingat posisi Kapolri langsung di bawah presiden, sehingga visi dan kehendak presiden sangat berpengaruh pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Polri.

Seandainya Presiden memiliki visi untuk membawa Polri agar menjalankan tugas (pokoknya) secara total, kecil kemungkinan terjadi adanya tugas tugas tambahan, seperti menanam jagung dan mengurusi ketahanan pangan.

Bila banyak institusi negara, seperti Polri dan TNI (dari ketiga matra), terlanjur masuk ke sektor pangan, kesannya menjadi sangat politis, yaitu dalam ikhtiar mengambil hati pimpinan (baca: Presiden).

Idealnya Presiden terus mendorong agar Polri lebih memprioritaskan tugas pokoknya, jangan sampai presiden ikut terlena juga. 

Dalam konteks masyarakat sekarang, yang biasa dikenal sebagai era digital, kasus kriminal yang  semakin tak terkendali adalah judi di dunia maya (judol), karena pelakunya sudah sampai ke remaja dan anak-anak, bahkan usia SD.

Keterlibatan anak-anak dan remaja Indonesia dalam judol merupakan alarm serius, bagaimana kemudahan dalam akses digital telah digunakan untuk melanggar hukum, yang pada gilirannya akan menghancurkan masa depan anak-anak kita.

Masalahnya belum ada tindakan yang memberikan efek jera bagi para pelaku, karena bila pelakunya tidak ditindak tegas, situs baru akan terus muncul. Pada titik ini peran Polri dibutuhkan untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa.

Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) dalam laporannya kepada Presiden mencatat, rendahnya kualitas penegakan hukum terjadi hampir merata di seluruh Indonesia. KPRP menyebutkan pula, bahwa keluhan masyarakat di bidang penegakan hukum menjadi faktor utama rendahnya kepercayaan masyarakat pada Polri.

PHE dan Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Peningkatan Kesadaran Hukum, Penertiban Aset, dan Penegakan Hukum di Wilayah Kerja Subholding Upstream Group

Ketahanan Energi dan Melawan Korupsi

Pada 11 Juni lalu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina bersama Polri, melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri  memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Peningkatan Kesadaran Hukum, Penertiban Aset, dan Penegakan Hukum di Wilayah Kerja Subholding Upstream Group.

Baca Juga  Sim Keliling Gebrakan Awal Korlantas Polri

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, dan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol. Syahardiantono sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kelancaran operasional sektor hulu migas nasional

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono menegaskan komitmen Polri untuk mendukung objek vital nasional, termasuk sektor energi yang memiliki peran strategis bagi ketahanan energi Indonesia.

“Sinergi ini menjadi bentuk dukungan Polri dalam menciptakan kepastian hukum, menjaga keamanan aset, memperkuat pertukaran informasi, serta memastikan kegiatan operasional sektor hulu migas dapat berjalan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian Kepala Bareskrim Polri

Tujuan utama dari kerja sama ini adalah meningkatkan sinergi para pihak dalam penyelenggaraan peningkatan kesadaran hukum, penertiban aset, serta penegakan hukum di seluruh wilayah kerja Subholding Upstream Group guna mendukung keberlangsungan kegiatan operasional PHE dalam rangka mencapai target produksi minyak dan gas bumi nasional.

Kesepakatan Polri dengan Pertamina, sangat relevan hari ini, karena mencakup dua capaian sekaligus, yakni ketahanan energi dan mereduksi potensi pelanggaran hukum (baca: korupsi). Langkah Polri melawan korupsi selalu aktual, mengingat kasus itu merambah ke semua sektor.

Program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti MBG, transisi energi, ketahanan pangan dan seterusnya, termasuk sektor yang rentan terjadi korupsi. Dan lagi memberantas korupsi adalah bagian dari tugas pokok Polri, kalau kita mengingat kembali, di bawah Bareskrim Polri ada direktorat yang menindak korupsi (Tipikor).

Korupsi sudah menjadi musuh bersama rakyat Indonesia. Korupsi dapat mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara, menurunnya investasi, meningkatnya kemiskinan, timpangnya pendapatan, dan menurunnya tingkat kebahagiaan masyarakat.

Presiden Prabowo berbicara dengan lantang berani melawan korupsi melalui berbagai strategi, di antaranya perbaikan sistem yang terdigitalisasi dan mengedepankan peran Polri dalam penegakan hukum yang tegas.

Baca Juga  Prabowo Ajak Tokoh Agama, Buruh, dan Pemuda Bahas Persatuan Bangsa di Istana

Pemerintahan Prabowo secara jelas memprioritaskan agenda melawan korupsi. Selanjutnya Prabowo sebagai Presiden, juga harus menunjukkan ketegasannya dalam menggunakan alat hukum seperti Polri, KPK, dan Kejaksaan Agung hingga pengadilan dalam menindak korupsi. Proses hukum harus berjalan tanpa diintervensi.

Dengan sikap yang independen dan tegak lurus akan pemberantasan korupsi itu,  Prabowo dan para menterinya akan membangun pemerintahan yang kuat dan transparan.

Irjen Andry Wibowo Wakili Kapolri Hadiri Pearls in Policing 2026 di Den Haag

Capaian Polri dalam melawan korupsi di tanah air, akan menjadi catatan global. Selaras dengan catatan  Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo (Akpol 1993), yang awal Juni lalu ditugaskan  mewakili Polri dalam pertemuan Polisi lintas negara yang diinisiasi oleh Kepolisian Belanda. Pertemuan internasional tersebut dinamakan “Pearls Policing”.

Irjen Pol Andry sendiri saat ini masih bertugas di Lemdiklat Polri, dan dikenal pula sebagai perwira intelektual Polri dari generasi yang lebih baru.

Pearls Policing adalah ruang pertukaran gagasan, point of view, dan bacaan atas masa depan dari para polisi senior dari berbagai negara.

“Pearls In Policing“ dilaksanakan di kota bersejarah The Hague (Den Haag).   Menyiratkan pesan simbolik, bahwa keamanan dan kedamaian dunia harus selalu diupayakan. Dan merupakan persoalan fundamental ditengah berbagai polarisasi kekuatan politik adidaya dunia.

Dalam catatan Irjen Andry, partisipasi Polri dalam simposium tersebut, menjadi bentuk peneguhan sikap serta komitmen organisasi polisi dunia termasuk Polri untuk selalu menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat. Khususnya dalam mitigasi berbagai bentuk kejahatan yang terus berkembang.

Keikutsertaan Polri dalam grup “Pearls in Policing“ adalah upaya Polri untuk mentransformasikan organisasinya menuju polisi berkelas dunia. Kinerja pelayanan kepolisian yang berdasarkan standar internasional.

Polri sebagai organisasi kepolisian yang memiliki standar karakter dan nilai kepemimpinan yang setara. Setidaknya berdasarkan pada nilai integritas, profesional, inovatif, kolaboratif dan adaptif.

Nilai yang menjadi spirit organisasi untuk menjalankan mekanisme kerja, dan menjadikan organisasi kepolisian mampu menangani kejahatan serta melindungi masyarakat dan negara di masa depan.*

Jakarta, 28 Juni 2026

Baca juga :

Irjen Andry Wibowo Wakili Kapolri Hadiri Pearls in Policing 2026 di Den Haag, Bahas Tantangan dan Stabilitas Keamanan Global
Menuju Swasembada Jagung 2025: Sinergi Kementan – Polri Targetkan 4 Juta Ton Produksi Tambahan
Presiden Prabowo Resmikan 166 SPPG dan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKetahanan PanganMengawal Pangan Menuai AmanPresiden Prabowo SubiantoTugas Pokok PolriWakapolri Komjen Dedi Prasetyo
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukungan MBG

Post Selanjutnya

Komdigi: Komunikasi Pemerintah Harus Memahami Cara Publik Mengonsumsi Informasi

RelatedPosts

Buku Bukan Sekadar Kertas: Perpustakaan sebagai Ruang Moderasi Beragama

27 Juni 2026

Moratorium MBG Harus Memberi Kepastian bagi 12.000 SPPG Tahap Persiapan

23 Juni 2026

“Polisi yang Polisi “ Asa Menuju Indonesia Maju

21 Juni 2026

Prabowo Subianto Sang Presiden Anti Korupsi dan Narasi “Reformasi Jilid 2”

18 Juni 2026

MBG sebagai Sirkuit Ekonomi Lokal dan Kerakyatan

17 Juni 2026

Sikap Bijak Lembaga Maupun Pemerintah Tidak Melulu Menimpakan Kesalahan Kepada Masyarakat

14 Juni 2026
Post Selanjutnya

Komdigi: Komunikasi Pemerintah Harus Memahami Cara Publik Mengonsumsi Informasi

Oplus_131072

Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Oplus_131072

Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

28 Juni 2026

Komdigi: Komunikasi Pemerintah Harus Memahami Cara Publik Mengonsumsi Informasi

28 Juni 2026

Ketahanan Pangan dan Tugas Pokok Polri

28 Juni 2026

BaraNusa Desak KSP Dudung Buka Data Pendana Aksi Dukungan MBG

28 Juni 2026

Menkomdigi: Kasus Dugaan Penyekapan di Bandung Jadi Pengingat Pentingnya Waspada di Ruang Digital

28 Juni 2026

Kemenhan Ungkap Alasan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikut Latsarmil

27 Juni 2026
Oplus_131072

Deddy Sitorus Sindir PSI Soal Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode: Jangan Terburu-buru Bicara Pemilu 2029

27 Juni 2026

Pramono Anung: Puncak HUT Jakarta ke-499 di Bundaran HI Dimeriahkan Konser Musik dan Pesta Rakyat

27 Juni 2026

Presiden Prabowo Ajak Anak Bangsa Perkuat Persatuan Ditengah Perbedaan dan Keberagaman

27 Juni 2026

Presiden Prabowo Ajak Anak Bangsa Perkuat Persatuan Ditengah Perbedaan dan Keberagaman

27 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Tegaskan Minta Pihak UBK Buktikan Pengakuan Oknum Polisi Terkait Dana Rp20 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Loyalis Jokowi Murka Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Muncul Seruan Gibran Lawan Prabowo di 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajian Rutin Disnakertrans Garut Dirangkai Pelepasan Purna Tugas Amin Hendrayana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Alasan Kejagung Tolak Status Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com