• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Agustus 2, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

MBG sebagai Sirkuit Ekonomi Lokal dan Kerakyatan

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
17 Juni 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Gede Sandra – Ekonom

Kabariku – Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program negara yang seharusnya memiliki dua tujuan sekaligus. Pertama, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Kedua, menciptakan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput melalui perputaran aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi yang ditopang oleh program tersebut.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Untuk mencapai tujuan pertama, yaitu pemenuhan gizi, kualitas makanan harus menjadi prioritas utama. Makanan yang disediakan harus benar-benar mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh sesuai standar kesehatan.

RelatedPosts

GAGAL MAKAR – Kini Bangun Opini Lewat Survei

Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

Karena itu, praktik korupsi anggaran sekecil apapun untuk setiap porsinya tidak lagi dapat ditoleransi. Pengurangan biaya pada akhirnya akan berujung pada penurunan kualitas bahan baku dan kandungan gizi yang diterima anak-anak maupun ibu hamil.

Jika hal ini terjadi, maka tujuan utama program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia akan sulit tercapai.

Sementara itu, agar MBG juga mampu menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi rakyat, diperlukan inovasi dalam skema kepemilikan, pengelolaan, dan kemitraan yang menyertainya.

Program ini tidak seharusnya hanya dipandang sebagai proyek pengadaan makanan, melainkan sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang menghubungkan dapur, petani, peternak, nelayan, UMKM pangan, dan masyarakat setempat dalam satu rangkaian aktivitas yang saling menguatkan.

Dalam kerangka tersebut, kapasitas setiap dapur sebaiknya dibatasi maksimal sekitar 1.000 porsi per hari. Pembatasan ini penting bukan hanya untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, tetapi juga agar jumlah dapur yang beroperasi dapat lebih banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

Semakin banyak dapur yang dibangun, semakin besar pula kesempatan kerja dan peluang usaha yang tercipta di tingkat lokal. Pada titik inilah model koperasi menjadi relevan.

Baca Juga  Tingkat Pengangguran di Indonesia

Dapur MBG dapat dikelola melalui koperasi produksi yang menjadi unit usaha dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ataupun kantin sekolah yang juga dikelola secara koperasi (selain pekerja kantin, kantin juga dapat dimiliki oleh para guru, petugas sekolah dan juga mengajak ortu murid sebagai stakeholder koperasi).

Dengan model ini, kepemilikan dan pengelolaan dapur tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak, melainkan dimiliki dan dijalankan secara kolektif oleh masyarakat setempat. Selain menciptakan lapangan kerja, model ini juga memungkinkan keuntungan ekonomi yang dihasilkan tetap berputar di wilayah tersebut.

Agar manfaat ekonomi MBG semakin besar, rantai pasoknya juga perlu dibangun secara kooperatif. Petani, peternak, nelayan, dan produsen pangan lokal perlu memiliki kelembagaan yang memungkinkan mereka memasok kebutuhan dapur secara langsung tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang.

Di sinilah fungsi KDMP kembali muncul. Dengan demikian, nilai tambah yang tercipta dapat lebih banyak dinikmati oleh para produsen di tingkat bawah. MBG tidak hanya menjadi sarana distribusi makanan, tetapi juga menjadi pasar yang pasti bagi produk-produk lokal.

Dengan kata lain, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga oleh kemampuan program ini membangun hubungan yang saling terhubung antara dapur, koperasi, dan kelompok-kelompok produsen lokal.

Untuk mewujudkan dua tujuan sekaligus-peningkatan gizi dan pemerataan ekonomi-dibutuhkan model kelembagaan yang kooperatif dan terintegrasi.

Inilah yang dimaksud dengan MBG sebagai sebuah sirkuit ekonomi lokal dan kerakyatan.

Potensi dampaknya sangat besar. Dengan cakupan penuh sebanyak 73,5 juta penerima manfaat dan asumsi setiap dapur melayani maksimal 1.000 penerima, diperlukan sekitar 73.500 dapur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jika dapur-dapur tersebut dikelola secara padat karya dan terhubung dengan rantai pasok lokal, program ini berpotensi menciptakan sekitar 2,6 juta lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 35 persen dari total pengangguran nasional saat ini.

Baca Juga  PIJAR 98: Tolak Wacana RUU Konsesi Tambang Perguruan Tinggi

Memang, tidak seluruh pekerjaan baru tersebut akan diisi oleh penganggur karena sebagian merupakan perluasan aktivitas ekonomi yang telah ada.

Namun demikian, secara realistis MBG tetap berpotensi menurunkan jumlah pengangguran nasional sekitar 14-21 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa MBG dapat berfungsi bukan hanya sebagai program peningkatan gizi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi rakyat dalam skala yang sangat besar.*

Jakarta, 17 Juni 2026

Tags: BGNekonomi kerakyatanekonomi lokalKoperasi Desa/Kelurahan Merah PutihProgram MBGSPPGUMKM
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Siaga 98 Dukung Langkah BGN Optimalkan Aset MBG, Dorong Pengajuan Pinjam Pakai Barang Sitaan

Post Selanjutnya

Aliansi Rakyat Untuk Prabowo: Penolakan MBG dan Kopdes Merupakan Kesesatan Berpikir

RelatedPosts

GAGAL MAKAR – Kini Bangun Opini Lewat Survei

31 Juli 2026

Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

31 Juli 2026

Desa Wisata: Tantangan dan Penyelamat Ekonomi di Tengah Kontraksi Ekonomi Nasional

29 Juli 2026

Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

28 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026
Post Selanjutnya

Aliansi Rakyat Untuk Prabowo: Penolakan MBG dan Kopdes Merupakan Kesesatan Berpikir

Luncurkan Kanal Keluh Kesah PKL UMKM, dr. Ali Mahsun ATMO: Wujudkan Keperpihakan Nyata Presiden Prabowo

Discussion about this post

KabarTerbaru

Bulan Kemerdekaan Dimulai, Ini Jadwal Agenda Kenegaraan Peringatan HUT ke-81 RI

1 Agustus 2026
Oplus_131072

Aliansi Penambang Beltim Matangkan Aksi, Dorong Gubernur Babel Temui Masyarakat

1 Agustus 2026

Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Daftar Lengkap BBM Non-Subsidi Terbaru

1 Agustus 2026
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.D.L.P.,

Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya Sunda

1 Agustus 2026

BNN Ungkap Sindikat Narkotika Lintas Negara di Batam, Enam Tersangka Diamankan

1 Agustus 2026

Dari Engineer Profesional ke Jalan Dakwah, Kang Iman Bangun Masjid dan Generasi Qur’ani di Wanaraja

1 Agustus 2026

Pemkot Tangsel Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, E-PPID hingga AI Helita Dioptimalkan

1 Agustus 2026

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Buruh: Kedekatan yang Dibangun Lewat Dialog, Perlindungan dan Aksi Nyata

1 Agustus 2026

GAGAL MAKAR – Kini Bangun Opini Lewat Survei

31 Juli 2026

Bulan Kemerdekaan Dimulai, Ini Jadwal Agenda Kenegaraan Peringatan HUT ke-81 RI

1 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Driver Legend Indonesia Minta Kasus Matraman Diusut Tuntas, Tolak Munculnya Sentimen Rasial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Setelah Tangani Sejumlah Kasus Besar, Roy Riady Kini Dapat Amanah Baru di Kejati Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IKA PMII Garut Perkuat Jaringan Alumni hingga Kecamatan, Siap Kawal Tata Kelola Keuangan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Partai Gerakan Rakyat dan Ruang Kosong Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komunikasi Dasco dan Ikhtiar Menuju Persatuan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com