• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

MBG sebagai Sirkuit Ekonomi Lokal dan Kerakyatan

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
17 Juni 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Gede Sandra – Ekonom

Kabariku – Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program negara yang seharusnya memiliki dua tujuan sekaligus. Pertama, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Kedua, menciptakan pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput melalui perputaran aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi yang ditopang oleh program tersebut.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Untuk mencapai tujuan pertama, yaitu pemenuhan gizi, kualitas makanan harus menjadi prioritas utama. Makanan yang disediakan harus benar-benar mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh sesuai standar kesehatan.

RelatedPosts

Sikap Bijak Lembaga Maupun Pemerintah Tidak Melulu Menimpakan Kesalahan Kepada Masyarakat

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat

Karena itu, praktik korupsi anggaran sekecil apapun untuk setiap porsinya tidak lagi dapat ditoleransi. Pengurangan biaya pada akhirnya akan berujung pada penurunan kualitas bahan baku dan kandungan gizi yang diterima anak-anak maupun ibu hamil.

Jika hal ini terjadi, maka tujuan utama program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia akan sulit tercapai.

Sementara itu, agar MBG juga mampu menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi rakyat, diperlukan inovasi dalam skema kepemilikan, pengelolaan, dan kemitraan yang menyertainya.

Program ini tidak seharusnya hanya dipandang sebagai proyek pengadaan makanan, melainkan sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang menghubungkan dapur, petani, peternak, nelayan, UMKM pangan, dan masyarakat setempat dalam satu rangkaian aktivitas yang saling menguatkan.

Dalam kerangka tersebut, kapasitas setiap dapur sebaiknya dibatasi maksimal sekitar 1.000 porsi per hari. Pembatasan ini penting bukan hanya untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, tetapi juga agar jumlah dapur yang beroperasi dapat lebih banyak dan tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga  Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

Semakin banyak dapur yang dibangun, semakin besar pula kesempatan kerja dan peluang usaha yang tercipta di tingkat lokal. Pada titik inilah model koperasi menjadi relevan.

Dapur MBG dapat dikelola melalui koperasi produksi yang menjadi unit usaha dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) ataupun kantin sekolah yang juga dikelola secara koperasi (selain pekerja kantin, kantin juga dapat dimiliki oleh para guru, petugas sekolah dan juga mengajak ortu murid sebagai stakeholder koperasi).

Dengan model ini, kepemilikan dan pengelolaan dapur tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak, melainkan dimiliki dan dijalankan secara kolektif oleh masyarakat setempat. Selain menciptakan lapangan kerja, model ini juga memungkinkan keuntungan ekonomi yang dihasilkan tetap berputar di wilayah tersebut.

Agar manfaat ekonomi MBG semakin besar, rantai pasoknya juga perlu dibangun secara kooperatif. Petani, peternak, nelayan, dan produsen pangan lokal perlu memiliki kelembagaan yang memungkinkan mereka memasok kebutuhan dapur secara langsung tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang.

Di sinilah fungsi KDMP kembali muncul. Dengan demikian, nilai tambah yang tercipta dapat lebih banyak dinikmati oleh para produsen di tingkat bawah. MBG tidak hanya menjadi sarana distribusi makanan, tetapi juga menjadi pasar yang pasti bagi produk-produk lokal.

Dengan kata lain, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga oleh kemampuan program ini membangun hubungan yang saling terhubung antara dapur, koperasi, dan kelompok-kelompok produsen lokal.

Untuk mewujudkan dua tujuan sekaligus-peningkatan gizi dan pemerataan ekonomi-dibutuhkan model kelembagaan yang kooperatif dan terintegrasi.

Inilah yang dimaksud dengan MBG sebagai sebuah sirkuit ekonomi lokal dan kerakyatan.

Potensi dampaknya sangat besar. Dengan cakupan penuh sebanyak 73,5 juta penerima manfaat dan asumsi setiap dapur melayani maksimal 1.000 penerima, diperlukan sekitar 73.500 dapur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Tidak Perlu Tunda Pemilu atau Presiden Tiga Periode Jika Ada Badan Pengelola Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional

Jika dapur-dapur tersebut dikelola secara padat karya dan terhubung dengan rantai pasok lokal, program ini berpotensi menciptakan sekitar 2,6 juta lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 35 persen dari total pengangguran nasional saat ini.

Memang, tidak seluruh pekerjaan baru tersebut akan diisi oleh penganggur karena sebagian merupakan perluasan aktivitas ekonomi yang telah ada.

Namun demikian, secara realistis MBG tetap berpotensi menurunkan jumlah pengangguran nasional sekitar 14-21 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa MBG dapat berfungsi bukan hanya sebagai program peningkatan gizi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi rakyat dalam skala yang sangat besar.*

Jakarta, 17 Juni 2026

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: BGNekonomi kerakyatanekonomi lokalKoperasi Desa/Kelurahan Merah PutihProgram MBGSPPGUMKM
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Siaga 98 Dukung Langkah BGN Optimalkan Aset MBG, Dorong Pengajuan Pinjam Pakai Barang Sitaan

RelatedPosts

Sikap Bijak Lembaga Maupun Pemerintah Tidak Melulu Menimpakan Kesalahan Kepada Masyarakat

14 Juni 2026
ilustrasi

Kenaikan BBM, Skandal Tata Kelola MBG dan Mega Koruptor: Kombinasi Yang Perlu Diwaspadai

12 Juni 2026

Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat

11 Juni 2026

Membaca Prabowo dari Kacamata Pasar

8 Juni 2026

Mengapa Dasco Tetap di DPR Saat Kursi Kabinet Terbuka Lebar?

7 Juni 2026

Korupsi MBG adalah Laku Nista

7 Juni 2026

Discussion about this post

KabarTerbaru

MBG sebagai Sirkuit Ekonomi Lokal dan Kerakyatan

17 Juni 2026

Siaga 98 Dukung Langkah BGN Optimalkan Aset MBG, Dorong Pengajuan Pinjam Pakai Barang Sitaan

17 Juni 2026

Polsek Pondok Aren Ungkap Kasus Curanmor, Empat Pelaku Diamankan

17 Juni 2026
Oplus_131072

DDS dan KRYD Polsek Serpong Perkuat Sinergi Keamanan Lingkungan di Lengkong Karya

17 Juni 2026
Potensi wakaf Indonesia mencapai Rp400 triliun per tahun, namun belum optimal dimanfaatkan. (Istimewa)

Dari Rp1.000 Sehari Jadi Rp3,6 Triliun Setahun, Ini Gagasan Wakaf yang Diusung Berry Kurniawan

17 Juni 2026

Korlantas Polri Tegaskan Penerbitan SIM Resmi hanya Kewenangan Polri

17 Juni 2026

SIM Digital Berlaku Saat Razia: Begini Cara Membuat dan Perpanjang SIM Lewat Ponsel

17 Juni 2026

Kadisnaker Ujang Hendra Sebut Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Program OJT di Industri Plastik Gratis

17 Juni 2026

Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, 8 Persen Developer Terdampak

17 Juni 2026

Mensesneg: Pemerintah Fokus Menjaga Kepercayaan Pasar melalui Deregulasi dan Hilirisasi

16 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Tersangka Baru MBG Diduga Atur Mitra SPPG dan Setor Uang ke Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Pastikan Fitroh Tak Kenal Sony Sonjaya, Minta Publik Waspadai Informasi Menyesatkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98: Penyidikan Dugaan Korupsi di BGN Tidak Memerlukan Justice Collaborator, Waspadai Penyebaran Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Ultimatum BEM SI Jateng “Reformasi Jilid 2”, LMND Ajak Mahasiswa Dorong Solusi untuk Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Prabowo Subianto Peluang Gandeng PDIP Lawan Gibran di Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com