• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juli 23, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Membangun Solidaritas Negara Islam

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
3 April 2026
di Opini
A A
0
Ilustrasi

Ilustrasi

ShareSendShare ShareShare

oleh :
Aris Santoso
Pengamat Militer

Kabariku – Konflik skala besar Iran versus (koalisi) AS-Israel berdampak pada ketegangan regional, dalam hal ini kawasan Timur Tengah, yang identik sebagai negara Islam. Ketegangan geopolitik seperti itu, bukan lagi sekadar peristiwa unjuk kekuatan militer, namun bisa juga dijadikan momentum bagi dunia Islam memikirkan ulang spirit solidaritas mereka.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Perang tersebut telah berdampak pada tekanan internal dan krisis kepemimpinan di Iran, setelah pemimpin tertingginya tewas. Sementara blok negara-negara Arab bergerak secara pragmatis dalam menghadapi ancaman bersama.

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

Ini bisa dianggap sinyal, dunia Islam tidak monolitik secara ideologis atau politik, realitas geopolitik saat ini memberi peluang  mendefinisikan kembali solidaritas negara Islam.

Bicara tentang kebangkitan Islam masa depan, konteks yang paling aktual adalah, bukan hanya tentang konfrontasi militer, tapi tentang bagaimana umat Muslim menyikapi tantangan mendasar, yaitu kemandirian strategis, koalisi nilai, dan kapasitas intelektual.

Konflik yang sedang berlangsung kiwari, membuka ruang untuk refleksi, bagaimana negara-negara Islam melanjutkan ikhtiar membangun solidaritas.

Permintaan Maaf Iran

Respons negara-negara Muslim terhadap konflik Iran menunjukkan kenyataan sebaliknya, saat dunia Islam terpecah dalam kepentingan geopolitik dan belum memiliki kepemimpinan kolektif yang benar-benar valid.

Serangan militer yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran, sejatinya bukan fenomena baru dalam ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Reaksi negara-negara Muslim terhadap serangan tersebut menunjukkan satu kenyataan, bahwa dunia Islam tidak berada dalam satu barisan politik yang solid. Sebagian negara mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

Sementara yang lain memilih sikap lebih hati-hati dengan menekankan stabilitas kawasan. Ada pula yang lebih fokus pada kepentingan nasional masing-masing. Perbedaan sikap ini memperlihatkan sesuatu yang lebih mendasar: dunia Islam saat ini berada dalam fragmentasi geopolitik.

Umat Islam bergerak dalam sistem negara-bangsa yang memiliki kepentingan nasional sendiri-sendiri. Solidaritas keagamaan tetap ada, tetapi dalam praktik politik internasional  acapkali kalah oleh kepentingan pragmatis, terutama pada sektor ekonomi dan politik luar negeri masing-masing.

Baca Juga  Bung Karno di Mata Pecinta Kopi

Dalam konfigurasi geopolitik kontemporer, dunia Islam setidaknya memiliki beberapa pusat pengaruh.

Iran memposisikan diri sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi Barat dan Israel. Arab Saudi memiliki legitimasi religius sebagai penjaga dua kota suci Makkah dan Madinah. Turki berusaha memainkan peran sebagai kekuatan militer dan diplomasi regional yang semakin aktif.

Serangan terhadap Iran semakin memperlihatkan realitas tersebut. Ketika sebuah negara Muslim diserang kekuatan eksternal, dunia Islam tidak secara otomatis bersatu dalam sikap politik.

Setiap negara tetap mempertimbangkan kepentingan strategisnya sendiri. Dalam situasi seperti ini, paradoks geopolitik sering muncul. Konflik yang terjadi di kawasan dunia Islam justru membuka ruang bagi kekuatan eksternal untuk memperluas pengaruhnya.

Rusia berpotensi meningkatkan perannya sebagai mediator geopolitik. Cina memperoleh peluang memperluas pengaruh ekonomi dan diplomatiknya.

Pada minggu-minggu pertama pertempuran, pada awal bulan Maret lalu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah meminta maaf kepada negara-negara tetangganya di tengah meningkatnya konflik dan serangan militer melawan AS dan Israel.

Permintaan maaf Masoud Pezeshkian tersebut disampaikan dalam pidatonya yang disiarkan TV Pemerintah.

Tak hanya meminta maaf, Masoud Pezeshkian juga menegaskan tidak akan melakukan serangan ke negara lain atau negara tetangganya.

Permintaan maaf Presiden Iran mendapat respons positif, ketika Arab Saudi dan beberapa negara Teluk yang terkena serangan, menunjukkan sikap bijaksana dengan tidak membalas.

Tampaknya mereka tidak terpengaruh “himbauan” AS untuk ikut bersama menyerang Iran. Provokasi Israel dan AS terbukti gagal untuk melibatkan sebagian besar negara Arab membalas serangan Iran. 

Sikap menahan diri komunitas negara Arab bisa menjadi modal politik guna membangun solidaritas negara-negara Islam meredam niat Israel, yang bertujuan memecah belah negara Islam.

Sekadar catatan kecil, meski permintaan maaf Presiden Iran memperoleh apresiasi dan  diterima dengan baik, namun sayang  serangan balasan Iran yang ditujukan ke pangkalan-pangkalan AS, ada juga yang jatuh  ke area (fasilitas) sipil.

Baca Juga  Sangat Tidak Tepat Membandingkan Pertumbuhan Ekonomi Jaman SBY dengan Jaman Jokowi

Permintaan maaf pemimpin Iran, bisa dijadikan sebagai pintu masuk atau sinyal menuju solidaritas negara-negara Islam yang lebih substansial.

Sudah saatnya negara-negara Islam menanggalkan ego mazhab dan membangun solidaritas atas dasar ukhuwah Islamiyah.

Dunia Islam yang terbagi dalam kutub Syiah dan Sunni selama berabad-abad seharusnya mampu menemukan titik temu dalam hal yang lebih besar, yaitu keadilan, kemanusiaan, dan pembelaan terhadap rakyat tertindas.  

Kontribusi Indonesia

Bagi Indonesia sendiri, Iran adalah mitra strategis, utamanya dalam sektor pendidikan, sains dan teknologi. Diaspora Iran telah menjadi ilmuwan di banyak negara, kemudian pekerja kreatif Iran (utamanya para sineas) telah mengukir prestasi di tataran global.

Generasi baru Indonesia perlu banyak menimba pengalaman dari capaian Iran mutakhir seperti itu.

Di tengah ketegangan geopolitik, ada sebagian pihak yang menyebut Indonesia berpotensi sebagai moral leader dunia Islam. Secara demografis, Indonesia memang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.

Tradisi Islam moderat dan pengalaman demokrasi bisa dijadikan role model secara luas. Dalam konteks ini, kiranya Indonesia bisa memberikan kontribusi signifikan.

Serangan terhadap Iran bukan sekadar persoalan konflik regional. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa dunia Islam masih pada fase pencarian bentuk kepemimpinan kolektifnya.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap krisis geopolitik sering menjadi titik awal lahirnya konfigurasi kekuatan baru.

Pertanyaannya bukan hanya siapa yang paling kuat secara militer, tetapi siapa yang mampu menawarkan visi masa depan bagi dunia Islam di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Salah satunya kita bisa merujuk pada forum Shangri-La Dialogue di Singapura, pertengahan tahun 2024 lalu, ketika Menhan (saat itu) Prabowo (juga selaku Presiden terpilih), menyampaikan himbauan untuk kembali membangun perdamaian dan menciptakan stabilitas global, termasuk meredakan rivalitas kekuatan-kekuatan utama dunia.

Tiga prinsip yang disampaikan Prabowo dalam forum tersebut adalah kemauan hidup berdampingan dengan damai (coexistence), kolaborasi, serta membangun kompromi.

Baca Juga  Indonesia Intensifkan Upaya Diplomasi, Dorong Deeskalasi Ketegangan di Timur Tengah

Untuk itu Indonesia mendorong pentingnya dialog yang inklusif, menjalin kerja sama konkret, seraya terus-menerus memperkuat implementasi hukum-hukum internasional.

Menguatnya tarikan geopolitik dan berlarutnya sejumlah konflik bersenjata, sebagaimana terjadi di Timur Tengah hari ini, menjadikan situasi dunia menuju temaram. Dunia tengah menghadapi tantangan yang kian kompleks dan rumit.

Pemikiran Prabowo saat menjadi narasumber utama di Shangri-La Dialogue, menemukan relevansinya hari ini.

Prabowo memastikan, sebagai negara nonblok, Indonesia tidak akan berpihak kepada poros tertentu. Sikap saling menghormati dan menghargai, menjadi opsi untuk penyelesaian sengketa wilayah yang terjadi.

Iran sendiri punya basis pendidikan teknis dan sains yang kuat, bahwa tekanan eksternal justru bisa mempercepat desentralisasi pengetahuan ke pusat-pusat baru di Asia Tenggara, Afrika Utara, dan Asia Tengah.

Dalam skenario panjang, kebangkitan Islam masa lebih mungkin berbentuk jaringan kekuatan moral, epistemik, dan ekonomi yang bersinergi, menghubungkan umat Islam di berbagai negara melalui tujuan bersama dalam sains, dan pembangunan berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.

Kebangkitan Islam yang hadir dari transformasi internal, bukan dari kemenangan militer semata, adalah kemungkinan yang paling selaras dengan dinamika global yang sedang tumbuh.

Menengok kembali portofolio masyarakat Iran, teknologi terus mempercepat perubahan sosial, dan masyarakat Muslim memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan konstruktif global, bukan lagi sekadar  proksi ketegangan geopolitik.

Komunitas mulim global perlu berpikir secara strategis, sebagai respons  terhadap tekanan zaman, dan Indonesia sekali lagi bisa berkontribusi signifikan.

Ada baiknya tulisan ditutup dengan sebuah pesan moral, umat Islam dan pencinta perdamaian harus didorong untuk menata ulang, dalam merespons kekuatan eksternal yang berniat memecah belah komunitas Islam global.

Menjadi tugas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Muslim Dunia, dan MUI bersama lembaga-lembaga ulama internasional, untuk mengambil peran strategis dalam membangun dialog, fokus pada persatuan dan kolaborasi positif.*

Jakarta, 3 April 2026

Tags: forum Shangri-La DialogueIran versus (koalisi) AS-Israelkonflik timur tengahPengamat MiliterSolidaritas Negara Islam
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

MBG Watch Dampingi Gugatan UU APBN 2026 ke MK, Program Makan Bergizi Gratis Disoal

Post Selanjutnya

Seskab Teddy: Kejutan “Anabul” Warnai Diplomasi Presiden Prabowo dengan Presiden Lee

RelatedPosts

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Beranikah Seluruh Penegak Hukum Periksa Harta Semua Pejabat? Uji Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi

17 Juli 2026

Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

17 Juli 2026

Ketika Etika Mengalahkan Aturan, Negara Kehilangan Pedoman Bersama

17 Juli 2026
Post Selanjutnya

Seskab Teddy: Kejutan “Anabul” Warnai Diplomasi Presiden Prabowo dengan Presiden Lee

Persib Bandung bertandang ke Padang

Persib Target Sapu Bersih Sisa Laga, Duel Kontra Semen Padang Jadi Awal Penentuan

Discussion about this post

KabarTerbaru

Eksepsi Tifa Dikabulkan, Hakim PN Jaktim Nyatakan Dakwaan Jaksa Gugur

23 Juli 2026

PNM Peduli Perkuat Pemberdayaan Lewat Pendidikan Al-Qur’an, Salurkan 40 Mushaf untuk Santri

23 Juli 2026
Dok. Foto: istimewa

Dasco Pimpin Finalisasi Perpres Ojol, Status Driver, Perlindungan Mitra, dan Skema Tarif Jadi Fokus

23 Juli 2026
Foto: Istimewa

Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

23 Juli 2026

Benyamin Tegaskan Rotasi dan Mutasi Pejabat di Lingkungan Pemkot Tangsel Tanpa Uang

23 Juli 2026

Benyamin Davnie Ungkap Tangsel Tetap Kondusif, 147 KK Terdampak Kekeringan Jadi Perhatian

23 Juli 2026

Stress Berat Urus Program MBG, Nanik S Deyang Ungkap Sakit Jantung Saat Jadi Kepala BGN

23 Juli 2026

Kasus Pembunuhan Anggota TNI: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru, Total Jadi 7 Orang

22 Juli 2026

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak: “Langkah Koersif dan Inkonstitusional”

22 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koalisi MBG Watch Ajukan Judicial Review UU APBN 2026 ke MK, Soroti Anggaran Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com