• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juli 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Rupiah Melemah, Obor Rakyat Reborn Soroti Kebocoran SDA hingga Beban Ekonomi Rakyat

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
23 Mei 2026
di News
A A
0
Diskusi Obor Rakyat Reborn menyoroti pelemahan rupiah, kebocoran SDA, hingga ekonomi rakyat yang dinilai makin tertekan. (Bemby/kabariku.com)

Diskusi Obor Rakyat Reborn menyoroti pelemahan rupiah, kebocoran SDA, hingga ekonomi rakyat yang dinilai makin tertekan. (Bemby/kabariku.com)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Diskusi publik bertajuk “Rupiah Jeblok, Ekonomi di Tubir Jurang” yang digelar komunitas Obor Rakyat Reborn di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026), menyoroti pelemahan rupiah, tata kelola sumber daya alam (SDA), hingga kondisi ekonomi masyarakat bawah yang dinilai makin tertekan.

Forum bertajuk Obrolan Sabtu Seru itu menghadirkan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, anggota DPR RI Mardani Ali Sera, ekonom Dipo Satria Ramli, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, serta dipandu Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Reborn Setiyardi Budiono.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam diskusi tersebut, Fuad Bawazier mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendorong ekspor komoditas SDA dilakukan melalui satu pintu lewat BUMN PT Danantara Sumber Daya Indonesia.

RelatedPosts

Syahganda Nainggolan: Konflik Global Buka Babak Baru Geopolitik, Indonesia Harus Perkuat Kepentingan Nasional

Dorong Prabowo Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, GREAT Institute: Indonesia Harus Lebih Aktif Pascakonflik AS-Iran

YLBHI Minta Kaji Ulang Program Koperasi Merah Putih: Kembalikan Semangat Bung Hatta dan Pasal 33 UUD 1945

Menurut Fuad, kebijakan itu diperlukan untuk menghentikan praktik kebocoran penerimaan negara yang selama puluhan tahun terjadi dalam pengelolaan SDA nasional.

“Sudah berpuluh-puluh tahun mereka itu selalu nyolong, maling,” ujar Fuad.

Ia menilai banyak komoditas Indonesia selama ini dijual terlalu murah melalui praktik manipulasi harga dan skema perdagangan yang merugikan negara.

“Kalau dijual melalui negara mereka akan panik,” katanya.

Fuad juga menyoroti rendahnya rasio pajak Indonesia dibanding negara-negara ASEAN lain. Ia menyebut perbaikan tata kelola SDA menjadi salah satu kunci meningkatkan penerimaan negara.

“Bagaimana kita mau bicara bangkit? Nonsense itu mau bangkit, ini yang mesti dibenahi. Sudahlah, bismillah saja,” tuturnya.

Baca Juga  Kejagung Sita Uang Rp301 Miliar dalam Perkembangan Perkara PT Duta Palma Korporasi

Kritik Tata Kelola SDA dan Transfer Pricing

Dalam pemaparannya, Fuad menilai sistem ekonomi Indonesia saat ini sudah jauh bergeser dari amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia mengungkit sejarah regulasi migas yang dulu dikontrol ketat negara melalui Undang-Undang Nomor 44 hingga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971 tentang Pertamina.

Namun, menurut dia, pengelolaan sektor nonmigas seperti batu bara, nikel, emas, dan sawit justru tidak dikendalikan secara penuh oleh negara sehingga memicu banyak penyimpangan.

“Dan ngambilnya, selain macam-macam itu, yang istilahnya punya izin, itu pun sebagian besar ilegal juga melaksanakannya,” ungkap Fuad.

Ia juga menyoroti praktik transfer pricing dan under invoicing yang disebut menjadi penyebab kebocoran devisa dan pajak negara. Menurutnya, banyak komoditas diekspor lewat perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga lebih rendah sebelum dijual kembali ke negara tujuan dengan nilai sebenarnya.

“Jadi nyolongnya itu ya volume, ya pajaknya ini, nilainya ini diperkecil. Ini yang tidak pernah disinggung oleh para pengamat-pengamat,” tegasnya.

Fuad menawarkan dua langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Pertama, penegakan hukum tegas melalui penyitaan aset dan pidana bagi pelanggar. Kedua, seluruh transaksi komoditas strategis dilakukan melalui lembaga negara agar manipulasi harga dan pajak dapat ditekan.

Mardani Sebut Pemerintah Sedang Lakukan Eksperimen Ekonomi

Sementara itu, Mardani Ali Sera mengatakan pemerintahan Prabowo tengah mengambil langkah ekonomi yang tidak mudah, termasuk lewat pembangunan dan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Memang polanya pola komando dulu. Karena ketika koperasi diserahkan kepada masyarakat yang baru, kemungkinan penyertaan modal negara, dana Himbara itu,” ujar Mardani.

Menurutnya, keberadaan KDMP di bawah Agrinas memungkinkan sistem korporasi dan teknokrasi berjalan tanpa meninggalkan semangat koperasi.

Baca Juga  KLB Partai Gerindra: Prabowo Subianto Kembali Memimpin hingga 2030

“Ini memang eksperimen yang luar biasa,” ucapnya.

IPO: Ekonomi Disebut Kuat, Tapi Tak Dirasakan Rakyat

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai klaim pemerintah mengenai kuatnya ekonomi nasional belum dirasakan masyarakat luas.

“Masyarakat luas tidak merasakan dampak dari ekonomi yang kuat itu,” katanya.

Dedi menyebut persoalan utama terletak pada distribusi kebijakan ekonomi yang belum menyentuh masyarakat akar rumput. Ia mencontohkan masih adanya disparitas harga kebutuhan pokok dan energi di sejumlah daerah luar Jawa seperti Papua, Lampung, dan Bengkulu.

“Nah itu yang sebenarnya masih pekerjaan yang sangat berat sekali,” ujar Dedi.

Ia bahkan menyebut sistem ekonomi Indonesia saat ini cenderung inkonstitusional karena terlalu dikuasai kelompok konglomerasi swasta.

“Ekonomi kita inkonstitusional karena dikuasai oleh konglomerasi,” tegasnya.

Setiyardi Soroti Lonjakan Pinjol

Dalam kesempatan yang sama, Setiyardi Budiono menilai tekanan ekonomi paling terasa di kalangan masyarakat bawah. Ia menyinggung tingginya angka pinjaman online sebagai indikator kondisi ekonomi rakyat yang memburuk.

“Tapi rakyat yang meminjam (pinjol) Rp110 triliun, itu fakta hari ini, dan itu nggak main-main,” ujar Setiyardi.

Menurutnya, situasi ekonomi yang terlihat stabil di level elite berbeda dengan kondisi riil masyarakat bawah.

“Kalau kita nongkrong di terminal itu kondisi memang tak sebaik di kalangan elite,” katanya.

Ekonom: Risiko Krisis 1998 Kecil

Ekonom Dipo Satria Ramli menilai pelemahan rupiah saat ini belum mengarah pada krisis seperti tahun 1998. Menurut dia, kondisi ekonomi dan instrumen pengendalian pemerintah saat ini berbeda dibanding masa sebelum Reformasi.

“Mungkin soal kekhawatiran soal ’98 itu saya rasa cukup kecil. Karena kalau ’98 kita Rp4 ribu langsung Rp11 ribu. Nah sekarang sudah ada instrumen macam-macam jadi tidak mungkin naik cepat,” ujar Dipo.

Baca Juga  Rp11,4 T Diserahkan Kejagung, Presiden Prabowo Sebut Setara Renovasi 34 Ribu Sekolah dan 500 Ribu Rumah

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar segera melakukan koreksi terhadap berbagai persoalan ekonomi yang muncul saat ini.

“Nah ini sebaiknya jangan jadi kesempatan yang disia-siakan,” tandasnya.

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Dedi Kurnia SyahDipo Satria Ramliekonomi Indonesia 2026ekonomi rakyatFuad Bawazierkrisis ekonomi IndonesiaMardani Ali SeraObor Rakyat Rebornpinjol Rp110 triliunPrabowo SubiantoRupiah jeblokSDA Indonesiatransfer pricing
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Persib Juara Super League 2025/2026 Usai Tahan Imbang Persijap 0-0

Post Selanjutnya

Wakapolri di Rakernis 2026: Korlantas Etalase Polri, Pelayanan Humanis Berbasis Teknologi Digital

RelatedPosts

Syahganda Nainggolan: Konflik Global Buka Babak Baru Geopolitik, Indonesia Harus Perkuat Kepentingan Nasional

8 Juli 2026

Dorong Prabowo Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, GREAT Institute: Indonesia Harus Lebih Aktif Pascakonflik AS-Iran

8 Juli 2026

YLBHI Minta Kaji Ulang Program Koperasi Merah Putih: Kembalikan Semangat Bung Hatta dan Pasal 33 UUD 1945

8 Juli 2026

Terungkap! Begini Kronologi TNI AL Gagalkan Dugaan Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang di Batam 

7 Juli 2026

Gubernur Andra-PU Tancap Gas! Jalan Serdang–Bojonegara Dilebarkan Jadi 4 Lajur

7 Juli 2026

Luncurkan SiTaskin Pesisir di Batam, Wakil BP Taskin Iwan Sumule : Kecamatan Galang Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan

7 Juli 2026
Post Selanjutnya

Wakapolri di Rakernis 2026: Korlantas Etalase Polri, Pelayanan Humanis Berbasis Teknologi Digital

Di Acara Nobar yang Digelar DPRD, Warga Garut Rayakan Hattrick Persib

Discussion about this post

KabarTerbaru

Syahganda Nainggolan: Konflik Global Buka Babak Baru Geopolitik, Indonesia Harus Perkuat Kepentingan Nasional

8 Juli 2026

Atlet Renang Pelajar Garut Borong Medali di O2SN Jabar, Kalula Lolos ke Tingkat Nasional

8 Juli 2026

Dorong Prabowo Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, GREAT Institute: Indonesia Harus Lebih Aktif Pascakonflik AS-Iran

8 Juli 2026

Disdukcapil Kota Tangerang Permudah Pengurusan Akta Kelahiran Bayi Baru Lahir, Gratis dan Bisa Online

8 Juli 2026

Polda Babel Kembali Gelar Aksi Penanaman Pohon Serentak, Komitmen Dukung Pelestarian Alam

8 Juli 2026

Kejari Kabupaten Tangerang OTT Oknum LSM Peras Kades di Legok Rp 25 Juta untuk Tutup Kasus

8 Juli 2026

YLBHI Minta Kaji Ulang Program Koperasi Merah Putih: Kembalikan Semangat Bung Hatta dan Pasal 33 UUD 1945

8 Juli 2026

Mochammad Jasin Dorong KPK Usut Dugaan Suap di Balik Amplop Bupati Kuansing ke Menhut

8 Juli 2026

Comeback Sensasional! Argentina Balik Kalahkan Mesir 3-2, Tiket Perempat Final Diamankan

8 Juli 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Sidang TPPU, Mantan Pangdam IV/Diponegoro Diduga Belikan Alphard Rp1,6 Miliar untuk Eks Kowad

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Penugasan AKBP Syarif yang Tetap Mendampingi Jokowi: Antara Kebutuhan Pengamanan dan Persepsi Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Jenderal Aktif LMI Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Potensi Maritim Pangkalpinang jadi Implementasi Peran Pemuda Sebagai Agent Of Change

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan Udang Milik Kaesang Pangarep Terlilit Utang Lebih dari Rp2 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosok Jenderal Humanis Akpol 1995 Ahli Hukum Cybercrime Unpad; Brigjen Pol Mokhamad Ngajib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Cahaya Penjaga Hati dari Jalan Dosa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com