• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Polemik Rizieq-Dudung Memanas, GP Ansor Jakut Minta Tokoh Agama Hentikan Narasi Provokatif

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
7 Mei 2026
di News
A A
0
GP Ansor Jakut ingatkan etika kritik di tengah polemik Rizieq, Dudung, dan pidato Prabowo.(Istimewa)

GP Ansor Jakut ingatkan etika kritik di tengah polemik Rizieq, Dudung, dan pidato Prabowo.(Istimewa)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Utara menilai maraknya pernyataan bernada provokatif di ruang publik dapat berdampak buruk terhadap kualitas demokrasi dan hubungan sosial masyarakat.

Ketua GP Ansor Jakarta Utara, Muh Sufyan Hadi, mengatakan kritik dalam negara demokrasi merupakan hal wajar. Namun ia mengingatkan, penyampaian kritiku tetap harus mengedepankan etika dan tidak menjatuhkan martabat pihak lain.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Kebebasan berpendapat harus dihormati, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan kehormatan seseorang,” ujar Sufyan dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

RelatedPosts

Dari Rp1.000 Sehari Jadi Rp3,6 Triliun Setahun, Ini Gagasan Wakaf yang Diusung Berry Kurniawan

Korlantas Polri Tegaskan Penerbitan SIM Resmi hanya Kewenangan Polri

Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, 8 Persen Developer Terdampak

Menurut dia, kritik kepada tokoh publik, termasuk Dudung Abdurachman, seharusnya dilakukan secara objektif dan membangun, bukan justru memancing suasana semakin panas.

Sufyan juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga kesejukan di tengah masyarakat. Ia menilai figur keagamaan semestinya menjadi contoh dalam menjaga tutur kata dan tidak memperkeruh suasana lewat pernyataan yang berpotensi memicu perpecahan.

“Tokoh agama memiliki tanggung jawab untuk menyejukkan, bukan memperkeruh suasana. Pernyataan yang tidak layak justru berisiko ditiru oleh generasi muda,” katanya.

Di tengah situasi politik yang masih dipenuhi perbedaan pandangan, GP Ansor Jakarta Utara mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan menenangkan. Sufyan menilai masyarakat saat ini membutuhkan narasi pemersatu agar polarisasi tidak berkembang menjadi konflik sosial.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama dan kelompok pemuda, menjaga persaudaraan kebangsaan dengan tetap menjunjung etika dalam menyampaikan pendapat.

“Kritik boleh keras, tetapi adab dan persatuan harus tetap dijaga,” tegasnya.

Baca Juga  Ketum DPP Bapera Fadh El Fouz Ar Rafiq Lantik Pengurus DPD Bapera Kabupaten Garut

Pernyataan GP Ansor Jakarta Utara ini muncul setelah Rizieq Shihab menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto terkait ucapan soal warga yang menyebut “Indonesia Gelap” dan diminta “kabur ke Yaman saja”. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television.

Dalam pernyataannya, Rizieq menyebut pidato Presiden dipengaruhi sosok yang ia sebut sebagai “Jenderal Baliho”. Julukan tersebut diduga mengarah kepada Dudung Abdurachman yang sebelumnya pernah terlibat dalam penertiban atribut Front Pembela Islam (FPI).

Menanggapi hal itu, Dudung menegaskan langkah penurunan baliho kala itu dilakukan sebagai bagian dari penegakan aturan setelah pemerintah membubarkan FPI.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut dirinya memengaruhi pernyataan Presiden Prabowo.

“Karena itu, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya, itu bukan, bukan dari saya,” kata Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dudung turut mengingatkan pentingnya menjaga keteduhan dalam kehidupan berbangsa dan menghindari sikap saling memfitnah maupun mencurigai.

“Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, tidak saling memfitnah, tidak saling mencurigai,” ujarnya. (Bemby)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: berita politik IndonesiaDudung Abdurachmanetika komunikasiGP Ansor Jakarta UtaraGP Ansor soroti Rizieqkritik politikMuh Sufyan Hadipernyataan provokatifpolemik Jenderal BalihoPrabowo SubiantoRizieq Shihab
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Lepas 174 Jemaah Haji Kloter 22, Bupati Garut Minta Untuk Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Post Selanjutnya

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

RelatedPosts

Potensi wakaf Indonesia mencapai Rp400 triliun per tahun, namun belum optimal dimanfaatkan. (Istimewa)

Dari Rp1.000 Sehari Jadi Rp3,6 Triliun Setahun, Ini Gagasan Wakaf yang Diusung Berry Kurniawan

17 Juni 2026

Korlantas Polri Tegaskan Penerbitan SIM Resmi hanya Kewenangan Polri

17 Juni 2026

Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, 8 Persen Developer Terdampak

17 Juni 2026

Lemahnya Permintaan Emas Picu Penurunan HPE dan HR Emas pada Periode II Juni 2026

16 Juni 2026

Program MBG Perlu Evaluasi Menyeluruh, Ini Sembilan Rekomendasi Komnas HAM

16 Juni 2026

Komnas HAM Ungkap Persoalan MBG, dari Transparansi Operasional hingga Perlindungan Pekerja SPPG

16 Juni 2026
Post Selanjutnya

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

Gerakan Santri Madura Apresiasi Jenderal Dudung Tunjukan Sikap Negarawan Hadapi Serangan Verbal

Discussion about this post

KabarTerbaru

Potensi wakaf Indonesia mencapai Rp400 triliun per tahun, namun belum optimal dimanfaatkan. (Istimewa)

Dari Rp1.000 Sehari Jadi Rp3,6 Triliun Setahun, Ini Gagasan Wakaf yang Diusung Berry Kurniawan

17 Juni 2026

Korlantas Polri Tegaskan Penerbitan SIM Resmi hanya Kewenangan Polri

17 Juni 2026

SIM Digital Berlaku Saat Razia: Begini Cara Membuat dan Perpanjang SIM Lewat Ponsel

17 Juni 2026

Kadisnaker Ujang Hendra Sebut Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Program OJT di Industri Plastik Gratis

17 Juni 2026

Shopee Dikabarkan PHK Ratusan Karyawan Global, 8 Persen Developer Terdampak

17 Juni 2026

Pigai: MBG Instrumen Pemenuhan HAM, Selaras dengan Visi Prabowo Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

17 Juni 2026

APBD 2025 Capai Kinerja Positif, Benyamin :  Pemkot Tangsel Terus Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Lewat Penguatan Sistem Pengendalian Internal

17 Juni 2026

Patroli Strong Point Polsek Kelapa Dua Tingkatkan Kewaspadaan Warga, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

17 Juni 2026

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat, Polsek Curug Lakukan Patroli Sedang untuk Perkuat Keamanan Perbatasan

17 Juni 2026

Mensesneg: Pemerintah Fokus Menjaga Kepercayaan Pasar melalui Deregulasi dan Hilirisasi

16 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Pastikan Fitroh Tak Kenal Sony Sonjaya, Minta Publik Waspadai Informasi Menyesatkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Tersangka Baru MBG Diduga Atur Mitra SPPG dan Setor Uang ke Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98: Penyidikan Dugaan Korupsi di BGN Tidak Memerlukan Justice Collaborator, Waspadai Penyebaran Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Ultimatum BEM SI Jateng “Reformasi Jilid 2”, LMND Ajak Mahasiswa Dorong Solusi untuk Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Prabowo Subianto Peluang Gandeng PDIP Lawan Gibran di Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com