GARUT, Kabariku – Kisah perjuangan Dinarya, warga Kampung Jamburea RT 02 RW 11, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, menyita perhatian Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Demi merawat sang istri yang menderita kanker hati, Dinarya terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang pangkas rambut di kawasan Pagarsih, Kota Bandung.
Istri Dinarya, Ina Marlina, kini hanya bisa terbaring lemah di rumah. Kondisinya terus menurun dengan tubuh yang semakin kurus akibat penyusutan otot, sementara perutnya membesar karena penyakit kanker hati yang dideritanya.
Meski telah berulang kali menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, kondisi Ina Marlina belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Di tengah cobaan tersebut, Dinarya tidak hanya harus mendampingi istrinya menjalani pengobatan, tetapi juga mengambil alih seluruh tanggung jawab rumah tangga, termasuk mengasuh ketiga anak mereka.
Yudha Puja Turnawan mengatakan keluarga tersebut merupakan masyarakat yang masuk kategori desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga layak mendapatkan perhatian dan intervensi dari pemerintah.
“Saya meminta dengan sangat kepada Pemkab Garut agar memberikan bantuan kewirausahaan yang bisa dilakukan di rumah, agar Pak Dinarya bisa tetap mencari rezeki sambil merawat istrinya dan ketiga anaknya,” ujar Yudha.
Pada Jumat (7/8/2026), Yudha bersama Camat Banyuresmi Heri Hermawan, Pendamping Sosial Desa Banyuresmi Asep Ismail, serta jajaran Pemerintah Desa Banyuresmi mengunjungi langsung kediaman keluarga tersebut untuk melihat kondisi Ina Marlina.
Dalam kunjungan itu, Yudha menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai yang berasal dari penyisihan uang perjalanan dinas kunjungan kerjanya ke Yogyakarta.
“Selaku wakil rakyat saya menyisihkan uang perjalanan dinas kunker dari Yogyakarta untuk memberikan bantuan sembako dan santunan uang untuk keluarga ini,” katanya.
Menurut Yudha, bantuan yang diberikan saat ini hanya bersifat sementara. Ia berharap ada penanganan yang lebih komprehensif agar keluarga tersebut tetap memiliki penghasilan tanpa harus meninggalkan proses perawatan Ina Marlina.
Ia pun meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut segera memberikan perhatian melalui program rehabilitasi sosial bagi keluarga tersebut.
“Semoga ada atensi rehabsos Dinsos Garut untuk keluarga ini. Semoga juga Sentra Terpadu Pangudi Luhur bisa assesment agar keluarga ini dapat bantuan kewirausahaan dari Kemensos RI,” ungkapnya.
Selain itu, Yudha juga mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor dalam membantu keluarga kurang mampu yang menghadapi persoalan kesehatan berat.
“Semoga Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR dan BAZNAS untuk membantu Pak Dinarya dan Ibu Ina Marlina,” tuturnya.
Yudha berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial, BAZNAS, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya dapat menghadirkan solusi jangka panjang bagi keluarga Dinarya. Menurutnya, bantuan kewirausahaan berbasis rumah tangga akan menjadi jalan agar kepala keluarga tetap dapat memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan istrinya yang membutuhkan pendampingan penuh setiap hari.


















Discussion about this post