Jakarta, Kabariku Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa setiap personel Polri harus terus mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan yang dimiliki serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya organisasi yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.Menurutnya, pangkat maupun jabatan tidak boleh menjadi alasan bagi setiap anggota Polri untuk berhenti belajar dan mengembangkan diri.”Pangkat bukan alasan ataupun penghalang untuk terus mengembangkan diri.
Setiap anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, meneliti, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. Passion terhadap ilmu pengetahuan harus menjadi energi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujar Dedi.
Sebagai contoh nyata, Dedi mengapresiasi Bripda Muhammad Putra Aulia yang dinilai berhasil mengimplementasikan kompetensi akademik dan pengalaman profesionalnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai inovasi berbasis ilmu pengetahuan.
Bripda Putra merupakan anggota Polri yang bergabung melalui jalur Bintara Kompetensi Khusus. Sebelum menjadi anggota Polri, ia memiliki pengalaman di sektor industri peternakan, termasuk menjalani program magang di Balai Benih Inseminasi Buatan dengan fokus pada teknologi reproduksi ternak, sexing semen, dan seleksi bibit unggul.Setelah bertugas di Polda Riau, ia mengembangkan Fertiplus Harmoni Hijau, pupuk ramah lingkungan yang telah memproduksi lebih dari 5,2 ton dan didistribusikan ke seluruh Polres serta Polsek jajaran Polda Riau sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Bripda Putra juga mengembangkan Densifur, disinfektan berbasis sulfur multifungsi yang dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.”Inilah wajah Polri yang ingin kita bangun. Anggota yang tidak berhenti belajar, mampu mengembangkan keilmuannya, kemudian mengimplementasikannya untuk kepentingan masyarakat.
Kompetensi yang dimiliki setiap personel harus menjadi kekuatan institusi dalam mendukung program-program nasional, mulai dari ketahanan pangan, lingkungan hidup, kesehatan, teknologi, hingga pelayanan publik,” kata Dedi.
Green Policing dan Kolaborasi AkademikDedi menjelaskan, inovasi yang dikembangkan Bripda Putra merupakan implementasi konsep Green Innovation dalam paradigma Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan bersama Universitas Riau melalui pembentukan Pusat Studi Green Policing.
Di sisi lain, Polri juga terus memperkuat budaya inovasi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia melalui jejaring Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri.Hingga saat ini, tercatat telah terbentuk 79 Pusat Studi Kepolisian, terdiri atas 40 pusat studi yang telah beroperasi, lima dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya masih dalam proses pembentukan.
Jejaring tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara personel Polri, akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan Police Science berbasis riset, inovasi, serta pendekatan evidence-based policing.”Kami ingin membangun budaya organisasi yang menghargai ilmu pengetahuan. Siapa pun anggotanya, apa pun pangkatnya, ketika memiliki gagasan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, maka harus diberikan ruang untuk berkembang. Polri harus menjadi rumah bagi inovasi sekaligus mitra strategis perguruan tinggi dalam melahirkan solusi bagi bangsa,” tutup Komjen Pol. Dedi Prasetyo.(Red)



















Discussion about this post