Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si. (Foto Dok/Ybs).
Jakarta, Kabariku – Gagasan transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menjadi Universitas Kepolisian kembali mengemuka sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional maupun global.
Melalui artikel berjudul “Universitas Kepolisian untuk Indonesia dan Dunia”, Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., mengemukakan bahwa perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nomenklatur lembaga pendidikan, melainkan langkah strategis untuk membangun pusat pengembangan ilmu kepolisian yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Menurut Andry, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT), kompleksitas ancaman keamanan, hingga meningkatnya kejahatan lintas negara menuntut Polri memiliki institusi pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
“Perubahan lingkungan strategis menuntut lembaga pendidikan kepolisian yang lebih strategis, inklusif, berstandar global, adaptif, dan progresif,” tulis Andry dalam artikelnya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, Universitas Kepolisian nantinya tidak hanya menjadi tempat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa sipil serta peserta dari berbagai negara. Dengan demikian, kampus tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang kolaborasi akademik yang mempertemukan perspektif kepolisian, hukum, pemerintahan, teknologi, keamanan siber, hingga studi perdamaian. Konsep inklusivitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan sekaligus memperluas jejaring internasional Polri dengan berbagai universitas dan institusi kepolisian dunia.
Selain itu, Universitas Kepolisian juga diproyeksikan memenuhi standar akademik internasional melalui penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum berbasis riset, serta kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di berbagai negara.
Menurut Andry, tantangan keamanan modern tidak lagi terbatas pada kejahatan konvensional. Ancaman siber, kejahatan transnasional, perubahan sosial, hingga isu lingkungan menuntut hadirnya kebijakan kepolisian yang disusun berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang mutakhir.
Karena itu, keberadaan universitas dinilai menjadi instrumen penting untuk menghasilkan kebijakan kepolisian (evidence-based policing) yang lebih presisi, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, Andry menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi rujukan pengembangan ilmu kepolisian dunia. Sebagai negara multikultural dengan karakter masyarakat yang sangat beragam, Indonesia merupakan laboratorium sosial yang kaya dalam mengembangkan berbagai model pemolisian.
Pengalaman Polri dalam menjaga keamanan di tengah keberagaman budaya, agama, dan etnis dapat menjadi referensi akademik bagi pengembangan konsep pemolisian modern di tingkat internasional.
Ia juga mengaitkan pentingnya transformasi tersebut dengan meningkatnya kebutuhan kolaborasi global dalam menghadapi kejahatan lintas negara serta peran aktif Polri dalam berbagai misi perdamaian internasional.
Meski demikian, Andry menegaskan bahwa transformasi STIK menjadi Universitas Kepolisian memerlukan dukungan politik (political will) yang kuat dari pemerintah bersama institusi Polri.
Dukungan tersebut harus diikuti dengan penyediaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, serta regulasi yang memadai agar proses transformasi dapat berjalan efektif.
Ia menambahkan, sejumlah negara di Asia seperti China, Korea Selatan, Mongolia, Jepang, hingga Australia telah lebih dahulu berinvestasi secara serius dalam pengembangan pendidikan kepolisian berbasis universitas.
Menurutnya, Indonesia perlu mengambil langkah serupa agar mampu melahirkan institusi pendidikan kepolisian yang memiliki reputasi global sekaligus memperkuat visi mewujudkan Polri Kelas Dunia (World Class Police).
Bagi Andry Wibowo, transformasi STIK menjadi Universitas Kepolisian bukan semata pembangunan institusi pendidikan baru, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan ilmu kepolisian Indonesia yang diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap keamanan nasional maupun perdamaian dunia.(Red)



















Discussion about this post