• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Agustus 7, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Jumat Membara di Gantung, Amarah Penambang Berujung Kantor PT Timah Diduga Dibakar Massa

Vilzar Virza oleh Vilzar Virza
7 Agustus 2026
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Belitung Timur, Kabariku – Ratusan penambang rakyat bersama keluarga mereka memadati Kantor Unit PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026). Aksi tersebut menjadi luapan kekecewaan masyarakat atas mandeknya penyerapan hasil tambang yang membuat bijih timah menumpuk tanpa kepastian pembeli.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Sejak pagi, massa berdatangan dan memenuhi halaman kantor PT Timah. Tuntutan mereka sederhana: hasil tambang rakyat segera dibeli dan tersedia kepastian pasar.Bagi para penambang, persoalan ini bukan lagi sekadar urusan aktivitas pertambangan. Ketika hasil tambang tidak terserap, pendapatan keluarga ikut terhenti.Kehadiran sejumlah ibu rumah tangga dalam aksi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan tata niaga timah telah merembet langsung ke kehidupan rumah tangga masyarakat.

RelatedPosts

Wakapolri Dedi Prasetyo Dorong Personel Polri Kembangkan Kompetensi, Inovasi Jadi Kekuatan Institusi

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

Irjen Pol Andry Wibowo: Universitas Kepolisian Jadi Investasi Strategis Lembaga Polri

Menurut keterangan sejumlah penambang yang ditemui di lapangan, kebijakan pembelian dengan harga minimal sekitar Rp170 ribu per kilogram untuk kadar Sn 72 justru menimbulkan persoalan baru di tingkat rantai perdagangan.Sejumlah kolektor dan penampung disebut mengalami keterbatasan modal untuk membeli hasil tambang masyarakat pada harga tersebut.

Akibatnya, rantai perdagangan bijih timah rakyat tersendat.Bijih timah berada di tangan penambang, tetapi pembeli sulit ditemukan. Aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tambang pun ikut terdampak.Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kesulitan menjual hasil tambang telah dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah penambang bahkan mengaku harus mencari pembeli hingga ke Kecamatan Damar agar hasil tambang mereka dapat terserap.Antre Berjam-jam, Pulang Membawa TimahPersoalan juga disebut terjadi pada Stasiun Pengumpul (SP) PT Timah.Keterbatasan dana pembelian disebut membuat antrean penambang mengular selama berjam-jam.

Baca Juga  Satreskrim Polres Belitung Gerebek 50 Ton Pasir Timah, Berakhir Miskomunikasi dengan Satlap Tri Cakti

Namun, tidak semua penambang berhasil menjual hasil tambangnya karena dana pembelian disebut telah habis.“Saya sendiri gagal menjual karena kolektor penampung sudah kehabisan uang. Kawan saya bahkan antre sejak siang sampai pos buka sore, tetap tidak berhasil,” ungkap seorang penambang.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya persoalan pada mata rantai penyerapan produksi masyarakat.Bagi penambang, hasil tambang yang tidak dapat dijual berarti modal tidak kembali, sementara kebutuhan rumah tangga dan biaya operasional tambang tetap berjalan.

PT Timah Didesak Beri KepastianMasyarakat mendesak PT Timah memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembelian, ketersediaan dana, serta langkah konkret untuk memastikan hasil tambang masyarakat dapat terserap.PT Timah selama ini menjadi salah satu perusahaan utama yang berkaitan dengan tata niaga timah di wilayah tersebut.

Karena itu, kepastian pembelian dinilai menjadi persoalan penting bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat penambang.Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, massa tidak mendapatkan penjelasan langsung dari manajemen PT Timah selama aksi berlangsung.

Ketiadaan dialog tersebut membuat kekecewaan sebagian massa semakin menguat. Aksi massa juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Arus lalu lintas di ruas jalan depan Pujamas Gantung menuju Pasar Gantung sempat terganggu sehingga kendaraan dialihkan melalui jalur lain.

Aparat kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.Peristiwa Jumat ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan pertimahan di Belitung Timur tidak hanya menyangkut produksi, tetapi juga kepastian penyerapan dan tata kelola perdagangan hasil tambang rakyat.

Jika persoalan tersebut tidak segera menemukan solusi, penumpukan hasil tambang berpotensi menekan ekonomi keluarga penambang sekaligus memperbesar ketegangan sosial di wilayah pertimahan.Timah boleh berada di dalam tanah, tetapi ketika hasil tambang sudah berada di tangan masyarakat dan tidak terserap, yang ikut tertahan bukan hanya komoditas melainkan roda ekonomi keluarga.

Baca Juga  Cek Kesiapan Pengamanan PON XXI, Asops Kapolri Asistensi dan Supervisi ke Polda Aceh

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari PT Timah mengenai tuntutan masyarakat, kondisi penyerapan, maupun dugaan keterbatasan dana pembelian hasil tambang di wilayah Gantung.Catatan: Informasi mengenai kondisi pembelian, keterbatasan dana kolektor/SP, serta pengalaman antrean dalam berita ini berdasarkan keterangan masyarakat dan penambang di lapangan. Konfirmasi dari pihak PT Timah tetap diperlukan untuk memberikan gambaran yang berimbang.(Red)

Tags: Belitung TimurBijih TimahPenambang GantungPT Timah
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Golkar Jabar: Kesuksesan Bahlil Lahadalia Lahir dari Kerja Keras, Bukan Warisan Jabatan

RelatedPosts

Wakapolri Dedi Prasetyo Dorong Personel Polri Kembangkan Kompetensi, Inovasi Jadi Kekuatan Institusi

7 Agustus 2026

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

6 Agustus 2026

Irjen Pol Andry Wibowo: Universitas Kepolisian Jadi Investasi Strategis Lembaga Polri

6 Agustus 2026

Kuliah Umum di PKKMB UI, Kepala BNN RI Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

6 Agustus 2026

Konten Hoaks ‘Demo Agustus’ Masif di Media Sosial, Direktur IPR: Masyarakat Jangan Terpancing

5 Agustus 2026

Kepala Staf Kepresidenan Dudung: Tugas KSP Mengurai Bottleneck Program Prioritas Presiden

5 Agustus 2026

Discussion about this post

KabarTerbaru

Jumat Membara di Gantung, Amarah Penambang Berujung Kantor PT Timah Diduga Dibakar Massa

7 Agustus 2026

Golkar Jabar: Kesuksesan Bahlil Lahadalia Lahir dari Kerja Keras, Bukan Warisan Jabatan

7 Agustus 2026

Yudha Puja Salurkan Bantuan untuk Keluarga Pengidap Kanker, Dorong Solusi Jangka Panjang

7 Agustus 2026

Wakapolri Dedi Prasetyo Dorong Personel Polri Kembangkan Kompetensi, Inovasi Jadi Kekuatan Institusi

7 Agustus 2026
Ketua Bidang Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Kundrat Kanda Permana

Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

7 Agustus 2026

War Ticket HUT ke-81 RI Diserbu 128.331 Pendaftar, Mensesneg: Masyarakat Masih Punya Kesempatan

6 Agustus 2026

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

6 Agustus 2026

Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

6 Agustus 2026

PUTR Cianjur Revitalisasi Saluran Air di Sungai Cikoak

6 Agustus 2026

War Ticket HUT ke-81 RI Diserbu 128.331 Pendaftar, Mensesneg: Masyarakat Masih Punya Kesempatan

6 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto: Istimewa

    DPP Persadha Nusantara Resmi Dilantik, Tetapkan 10 Agenda Transformasi Lembaga Hindu 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IKA PMII Garut Perkuat Jaringan Alumni hingga Kecamatan, Siap Kawal Tata Kelola Keuangan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN Ungkap Sindikat Narkotika Lintas Negara di Batam, Enam Tersangka Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com