Jakarta, Kabariku – Memanasnya konflik geopolitik dunia mulai memberi efek berantai hingga ke Indonesia. Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 mengingatkan agar masyarakat tidak ikut terseret dalam polarisasi akibat banjir informasi yang belum terverifikasi.
Ketua Umum SBSI 92, Sunarti, menilai eskalasi ketegangan internasional termasuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu guncangan geoekonomi global. Kondisi ini, menurutnya, turut memengaruhi stabilitas berbagai negara, termasuk Indonesia.
Namun, ia melihat tantangan di dalam negeri tak kalah serius. Dalam beberapa bulan terakhir hingga momen Idul Fitri, ruang publik disebut dipenuhi narasi provokatif dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Situasi global yang memanas jangan sampai diperparah dengan konflik di dalam negeri akibat informasi yang tidak jelas kebenarannya,” kata Sunarti dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menyoroti meningkatnya penyebaran hoaks, fitnah, hingga konten manipulatif di media sosial. Bahkan, menurutnya, pola penyebarannya kini semakin terstruktur dan bisa mengganggu jalannya kebijakan publik.
Sejumlah isu yang ramai diperbincangkan, seperti polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo hingga dugaan kekerasan terhadap aktivis, dinilai turut memperkeruh suasana. Apalagi, lanjutnya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) juga berpotensi disalahgunakan untuk memproduksi informasi yang menyesatkan.
“Banyak opini berkembang tanpa dasar yang kuat, sehingga masyarakat sulit membedakan mana fakta dan mana yang sekadar spekulasi,” ujarnya.
Sunarti mengingatkan bahwa kondisi ini rawan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik, yang pada akhirnya memperlebar jurang perbedaan di tengah masyarakat.
Karena itu, ia meminta publik lebih bijak dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum tentu benar.
“Kita tetap boleh kritis, tapi harus disampaikan dengan cara yang sehat dan tidak memicu kebencian,” tegasnya.
Di tengah dinamika global dan tekanan sosial yang ada, SBSI 92 mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan memperkuat rasa saling percaya.
“Persatuan adalah kunci. Jangan sampai kita terpecah hanya karena informasi yang belum tentu benar,” tutup Sunarti.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com






















Discussion about this post