Jakarta, Kabariku – Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) sekaligus makelar kasus, Zarof Ricar, dari 16 tahun menjadi 18 tahun penjara.
Putusan ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Albertina Ho bersama anggota majelis Budi Susilo dan Agung Iswanto pada sidang banding, Kamis (24/7/2025).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun,” tegas Albertina Ho dalam salinan putusan yang dikutip Jumat (25/7/2025).
Selain hukuman badan, Zarof juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.
Majelis hakim menyatakan Zarof terbukti melakukan pemufakatan jahat dalam percobaan suap hakim kasasi yang menangani perkara pembunuhan Gregorius Ronald Tannur serta gratifikasi.
Seluruh barang bukti, termasuk uang tunai Rp915 miliar dan 51 kilogram emas, tetap dirampas untuk negara.
“Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar Albertina.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat memvonis Zarof 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan. Namun, Zarof mengajukan banding dengan harapan bebas dari ancaman tuntutan 20 tahun penjara.
Dalam pleidoinya pada 10 Juni 2025, ia mengaku lalai dan menyesal telah menimbun harta sekitar Rp1 triliun yang tidak sesuai laporan ke KPK.
“Saya amat menyesal di usia 63 tahun, pada masa pensiun ini, ketika seharusnya saya banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, malah harus berada di sini karena kelalaian saya,” ucap Zarof.
Majelis hakim menyatakan Zarof bersalah melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a, Pasal 12B, jo Pasal 15, jo Pasal 18 UU Tipikor. Dengan putusan ini, harapan Zarof untuk mengurangi masa hukumannya pupus, dan seluruh aset hasil gratifikasi resmi menjadi milik negara.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
Discussion about this post