• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Februari 11, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Kang Syakur Pemimpin Akademisi untuk Garut yang Hebat dan Bermartabat

Redaksi oleh Redaksi
12 November 2024
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Penulis :
Galih F Qurbany

Aktivis 98

Kabariku- Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU., atau yang akrab disapa Kang Syakur, adalah sosok pemimpin akademis yang menawarkan pendekatan rasional, terukur, dan solutif untuk mengembangkan Garut menjadi lebih maju dan bermartabat.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dalam dunia politik yang sering diwarnai janji kosong, Kang Syakur, dengan latar belakang akademis dan teknokratik, hadir membawa kebijakan berbasis data dan analisis yang nyata, memastikan setiap program yang dirancangnya bukan sekadar janji, melainkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

RelatedPosts

The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

Sebagai akademisi, Kang Syakur berpikir sistematis. Kebijakan-kebijakan yang ia rancang didasarkan pada data, analisis mendalam, dan pengamatan langsung atas kebutuhan masyarakat.

Sikap ini menunjukkan pemahaman bahwa kebijakan berbasis bukti cenderung lebih tahan lama dan efektif dalam menghadapi tantangan jangka panjang.

Kang Syakur berfokus pada solusi nyata dan terukur, yang lahir dari prinsip ilmiah serta kepedulian sosial yang mendalam—kombinasi yang jarang ditemukan di arena politik.

Meskipun berpikir teoritik dan ilmiah, Kang Syakur tidak jauh dari masyarakat. Ia memahami bahwa kebijakan yang baik harus merakyat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan publik.

Pemimpin akademis seperti Kang Syakur mampu memadukan intelektualitas dengan empati, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan lokal dan aspirasi rakyat Garut. Pendekatan berbasis analisis dan rasa ini menjadikan kebijakan Kang Syakur relevan dan berdaya guna.

Dalam konteks demokrasi, figur seperti Kang Syakur juga berperan sebagai pengawal kebebasan berpikir dan berekspresi. Filosof seperti John Stuart Mill dalam On Liberty menegaskan bahwa kebebasan berpikir adalah esensi bagi kemajuan masyarakat.

Baca Juga  Tiga Calon Pj Gubernur DKI Jakarta, Ketua Forum Masyarakat Kepulauan Seribu Jakarta: "Dari Rebutan PJ Gubernur DKI ke Rebutan Hati Rakyat, Dari Anis ke Juri"

Kang Syakur, sebagai akademisi, mendukung keterbukaan demokrasi dan menghargai kontrol sosial sebagai alat penyeimbang. Pemikiran ilmiah yang ia bawa ke arena politik mencerminkan keseimbangan antara rasionalitas dan manfaat jangka panjang.

Seperti yang dijelaskan dalam literatur oleh Joseph Schumpeter dan Robert A. Dahl, pemimpin akademis berfungsi sebagai “pengawas” demokrasi yang mampu menjaga kualitas pemerintahan melalui analisis berbasis data, bukan sekadar mengandalkan populisme.

Sosok akademis seperti Kang Syakur juga memiliki ciri khas tersendiri dalam politik: ia tidak memberikan janji yang berlebihan. Dengan latar belakang intelektual dan integritas yang tinggi, Kang Syakur berpegang teguh pada prinsip bahwa janji adalah utang.

Bagi Kang Syakur, lebih baik memberi sedikit program yang solutif dan berdampak ketimbang mengobral janji yang kosong. Sikap ini mencerminkan dedikasi terhadap nilai-nilai akademis serta komitmen pada moralitas dan kejujuran dalam melayani rakyat.

Sebagai pemimpin, Kang Syakur memahami bahwa politik yang berorientasi pada ilmu pengetahuan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk membangun pemerintahan yang maju dan bermartabat.

Ia menghindari politik transaksional dan memilih mengedepankan konsep berbasis penelitian dan analisis ilmiah.

Dengan integritas yang teruji, Kang Syakur siap menawarkan solusi nyata bagi berbagai masalah mendasar yang dihadapi Garut, seperti kemiskinan, ketimpangan, dan keterbatasan infrastruktur. Solusi yang ditawarkannya mengedepankan efektivitas jangka panjang, bukan sekadar popularitas sesaat.

Latar belakang intelektualnya tidak terlepas dari warisan pendidikan yang kuat dalam keluarga. Kakeknya, Prof. H. Anwar Musaddad, adalah seorang kyai dan pendidik yang dihormati; ayahnya, Prof. Dr. H. Cecep Syarifudin (alm.), dan ibunya, Prof. Dr. Hj. Umu Salamah, juga tokoh intelektual yang menanamkan nilai-nilai pendidikan dalam dirinya.

Warisan ini tidak hanya memperkaya intelektualitas Kang Syakur, tetapi juga membentuk karakter yang menghargai pendidikan sebagai landasan pembangunan karakter. Nilai-nilai keluarga ini terinternalisasi dalam dirinya, menjadikannya pemimpin yang berprinsip kuat dalam etika dan integritas.

Baca Juga  Menkomdigi Apresiasi Peran Media, Pilkada 2024 Berjalan Damai

Dalam dunia pendidikan, Kang Syakur menjabat sebagai Rektor Universitas Garut (UNIGA). Melalui perannya ini, ia telah berhasil membangun institusi yang menjadi wadah bagi generasi muda Garut dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kompetensi profesional.

Kang Syakur memastikan bahwa UNIGA menjadi pilar pembentukan karakter dan intelektual yang siap membangun Garut dan Indonesia. Jabatan rektor yang ia emban menunjukkan kapasitas dan pengalamannya dalam mengelola lembaga besar dengan visi progresif.

Dalam setiap langkahnya, Kang Syakur tidak hanya berbicara dengan retorika politik, tetapi juga dengan bukti konkret akan kemampuannya menghadirkan perubahan.

Sosok akademisi yang matang ini menawarkan visi dan solusi yang realistis serta berlandaskan data, menunjukkan kepada publik bahwa pemimpin akademis memiliki kemampuan untuk menjawab persoalan mendasar yang dihadapi Garut. Keputusannya didasarkan pada analisis mendalam, bukan emosi atau ambisi sesaat.

Sebagai intelektual yang lahir dari keluarga pendidik, dengan pengalaman sebagai pemimpin institusi pendidikan, Kang Syakur adalah figur yang sangat layak memimpin Garut.

Literatur dari para pemikir demokrasi seperti Dahl, Mill, dan Schumpeter menegaskan bahwa pemimpin intelektual yang menghargai ilmu pengetahuan serta integritas adalah kunci bagi demokrasi yang sehat. Kang Syakur memenuhi kriteria ini, menawarkan pemerintahan yang rasional, terbuka, dan penuh dedikasi untuk kemajuan bersama.

Dengan latar belakang yang kuat, pengalaman yang luas, serta visi yang berakar pada nilai-nilai intelektualitas dan moralitas, Kang Syakur siap membawa Garut menuju masa depan yang lebih cerah.

Garut yang maju, hebat, dan bermartabat ada di depan mata bersama kepemimpinan Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU-seorang akademisi yang bukan hanya berjanji, tetapi telah terbukti mampu membangun dan menginspirasi masyarakat untuk meraih perubahan yang nyata dan berkelanjutan.***

Baca Juga  Putusan MK dan Pertanyaan Besar yang Mengiringinya

Garut, 12 November 2024

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: aktivis 98Pilkada Garut 2024Pilkada serentak 2024
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Besok, Mabes Polri Lepas Komjen Pol Agus Andrianto dengan Gelar Jenderal Kehormatan

Post Selanjutnya

Konten Kreator Deskay Kaunang Ajak Teman Seprofesi dan Pegiat Balap Motor Garut untuk Pilih Paslon 01 Helmi-Yudi

RelatedPosts

The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

11 Februari 2026

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

10 Februari 2026

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

29 Januari 2026

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

24 Januari 2026
Ilustrasi mata uang Dolar (Foto: Istimewa)

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

20 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026
Post Selanjutnya

Konten Kreator Deskay Kaunang Ajak Teman Seprofesi dan Pegiat Balap Motor Garut untuk Pilih Paslon 01 Helmi-Yudi

Kejagung Sita Uang Rp301 Miliar dalam Perkembangan Perkara PT Duta Palma Korporasi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Indeks Persepsi Korupsi Jeblok, KPK: Ini Alarm Pemberantasan Korupsi

11 Februari 2026
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Penetapan Tersangka Yaqut di Uji di Meja Hijau, KPK Siap Hadapi Gugatan

11 Februari 2026

IPLT Sukamentri Disoal, Warga Terdampak Pertanyakan Implementasi Perda Limbah di Garut

11 Februari 2026

The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

11 Februari 2026

Rapim TNI-Polri di Istana, Seskab Teddy: Perkuat Sinergi dan Kawal Program Strategis Pemerintah

11 Februari 2026

Pemprov DKI Gandeng Danantara Bangun PLTSa, Pramono: Udara Bersih Penopang Kualitas Hidup

10 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Jejak Dolar di PN Depok: KPK Bongkar Modus Suap Lewat Money Changer

10 Februari 2026
Gedung Mahkamah Agung (MA) RI. (Foto: Biro Hukum & Humas MA)

Kinerja MA 2025 Moncer, Sunarto: 97,11 Persen Perkara Tuntas

10 Februari 2026
Ketua MA Prof. Dr. Sunarto saat berpidato di Gedung MA (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Terbitkan 5 Perma di 2025, MA Siap Kawal Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

10 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seskab Teddy Jalani Dikreg Seskoad Sekaligus Studi Doktoral di ITB, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahfud MD Ungkap Empat Agenda Besar Reformasi Polri: Siap Lapor ke Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com