• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Februari 16, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
16 Januari 2026
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Penulis :
Muhammad Kokodi Abrar
Advance Training HMI Badko Jawa Tengah-DIY

Kabariku – Wawasan Nusantara harus direvitalisasi bersamaan dengan penguatan disintegrasi dan krisis identitas nasional selama globalisasi. Hilangnya sentimen nasional dan persatuan akibat arus informasi yang masif, budaya asing, dan oportunisme politik menjadi ancaman.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Globalisasi membuka pintu untuk kemajuan teknologi, kerjasama internasional, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membawa individualisme, konsumerisme, dan relativisme yang bertentangan dengan karakter bangsa.

RelatedPosts

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Tanpa filter nasional yang kuat, masyarakat, terutama pemuda, dapat dengan mudah beralih antara bangga menjadi warga global sekaligus acuh tak acuh terhadap kewarganegaraan Indonesia mereka. Disintegrasi nasional tidak selalu muncul dalam bentuk konflik bersenjata.

Ia juga dapat mengambil bentuk lemahnya solidaritas dan rasa memiliki nasib yang sama, penguatan politik identitas, dan penurunan solidaritas sosial di sepanjang garis etnis, agama, dan daerah.

Peningkatan ujaran kebencian, intoleransi, dan konflik nuansa SARA (suku, agama, ras, dan hubungan antarkelompok) di ruang publik dan media sosial adalah bukti melemahnya nilai- nilai nasionalisme.

Dominasi budaya asing dalam gaya hidup, bahasa, dan pola konsumsi masyarakat menunjukkan turunnya apresiasi terhadap budaya dan produk dalam negeri.

Ini menandakan krisis identitas Nasional yang semakin dalam. Namun, di Indonesia, terdapat modal sosial yang cukup kuat. Hal ini dapat terlihat dalam berbagai bencana alam dan krisis sosial, di mana masyarakat saling membantu, bahkan lintas daerah dan latar belakang.

Semangat gotong royong dan solidaritas nasional ada, hanya saja belum dimaksimalkan. Oleh karena itu, perlu untuk merevitalisasi Wawasan Nusantara agar ini tidak sia-sia. Revitalisasi Wawasan Nusantara harus di fokuskan pada 3 hal.

Baca Juga  Mencegah Politisasi Reformasi Polri

Pertama, menanggulangi disintegrasi bangsa yang diakibatkan konflik identitas, polarisasi sosial, dan ketimpangan pembangunan.

Kedua, untuk menangani rasio krisis identitas bagi kaum muda, terutama, di tengah budaya dan nilai-nilai transnasional.

Ketiga, adalah rekayasa ulang antusiasme kebangsaan yang menjadi basis gerak sosial, politik, dan ekonomi secara kolektif.

Revitalisasi ini harus dimulai dari pengenalan bahwa Indonesia adalah kepulauan yang beraneka ragam dan rentan dari konflik, jika tidak disatukan oleh nilai kebangsaan yang kuat.

Sekedar hafalan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak ada artinya jika tidak ada internalisasi nilai dalam perilaku nyata.

Penyalahgunaan masalah SARA, hoax, dan merendahkan budaya sendiri adalah pengingkaran sikap terhadap Wawasan Nusantara.

Revitalisasi, utamanya dalam konteks pendidikan, harus dapat menghubungkan konteks nasionalisme dan kehidupan sehari-hari serta pengggunaan media digital untuk menumbuhkan sikap toleransi dan keadilan dalam penyelenggaraan kebijakan publik.

Revitalisasi Wawasan Nusantara sepenuhnya memang harus melibatkan semua elemen bangsa. Dalam hal ini, pemerintah harus menegakkan hukum dan menempatkan keadilan dalam pembangunan, lembaga pendidikan dan keluarga harus secara terus menerus menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme, dan masyarakat sipil harus proaktif dalam menangkal berbagai bentuk provokasi yang memecah belah.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Era GlobalisasiHMI Badko Jawa Tengah-DIYRevitalisasi Wawasan NusantaraTantangan Disintegrasi
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

Post Selanjutnya

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

RelatedPosts

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026
Ahmad Ramdani, Camat Pangatikan

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

12 Februari 2026

The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

11 Februari 2026

Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

10 Februari 2026

Reformasi Kepolisian: antara Fenomena dan Noumena

29 Januari 2026
Post Selanjutnya

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

Pendiri Haidar Alwi Institut (HAI), Haidar Alwi saat dimintai keterangan soal survei publik kepercayaan Polri. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Survei HAI: Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Kuat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Sugiono Serahkan KTA Gerindra ke Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gelaran Budaya Kasumedangan

16 Februari 2026

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

16 Februari 2026

LPSK Kawal Perlindungan Korban Perdagangan Anak Tamansari, 10 Tersangka Diamankan Polisi

16 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

BNN – Kemendes Deklarasikan Jawa Timur Bersinar, Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa

16 Februari 2026
Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

15 Februari 2026

SPPG Sindanggalih Resmi Beroperasi untuk Penuhi Gizi Ribuan Siswa

15 Februari 2026

Pelita Intan Muda Lantik Pengurus Nasional dan Cabang se-Indonesia: Fokus pada Keikhlasan dan Pendidikan

15 Februari 2026

Tim Sancang Polres Garut Ungkap Jaringan Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Pick Up Lintas Daerah

15 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com