Jakarta, Kabariku – Pemerintah memperkuat sinergi antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku bagi dapur MBG di seluruh Indonesia.
Melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kopdes Merah Putih akan berperan tidak hanya sebagai pelaksana pendukung program MBG, tetapi juga sebagai agregator dan offtaker yang menyerap hasil pertanian, peternakan, perikanan, serta produk UMKM lokal untuk kemudian disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan keterlibatan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Mereka (SPPG) kan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Oleh karena itu, dapur akan membeli bahan makanan bakunya dari Kopdes,” kata Zulkifli Hasan, dikutip Minggu (31/5/2026).
Menurut Zulhas sapaan akrab Menko Pangan, Kopdes Merah Putih akan menyerap berbagai komoditas dari masyarakat sekitar, mulai dari sayuran, buah-buahan, beras, hingga hasil peternakan dan perikanan.
Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang terintegrasi dari desa hingga dapur MBG.
“Untuk membantu agar ekonomi kerakyatan ini bisa berkembang dengan baik. Intinya adalah pemberdayaan sebetulnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, masyarakat yang kreatif dan produktif akan menjadi fondasi bagi terciptanya ekonomi yang maju dan berdaya saing.
“Tanpa kreativitas dan produktivitas yang tinggi, kita tidak bisa maju,” tegasnya.
Kopdes Jadi Motor Ekonomi Desa
Zulhas menjelaskan, Kopdes Merah Putih akan memiliki fungsi yang lebih luas sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Selain menjadi pemasok bahan baku MBG, koperasi juga akan berperan sebagai agen pupuk, distribusi gas elpiji, penyedia sembako, hingga wadah promosi produk UMKM.
“Nanti Kopdes akan jadi agen pupuk, gas, sembako, hingga tempat pameran UMKM. Kopdes perannya penting untuk menumbuhkan ekonomi desa,” katanya.
Karena peran strategis tersebut, pemerintah tengah mempercepat pembangunan infrastruktur Kopdes Merah Putih sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi desa sudah dapat beroperasi pada Juni 2026.
“Kami menargetkan pada Juni tahun ini ada 30 ribu Kopdes Merah Putih yang akan beroperasi,” ujar Zulhas.
Ia menambahkan, sistem yang diterapkan nantinya menggunakan konsep closed loop, dimana Kopdes menjadi penyerap hasil produksi desa sekaligus pemasok utama kebutuhan bahan baku program MBG.
“Aturan sudah ada, nanti namanya close loop. Jadi Kopdes yang akan mensuplai bahan baku MBG,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengapresiasi keterlibatan TNI yang membantu percepatan pembangunan gedung Kopdes Merah Putih.
BGN: Kopdes Dapat Perkuat Pasokan Bahan Baku MBG
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar menjadi agregator yang mendukung operasional SPPG dalam program MBG.
Menurut Dadan, keberadaan koperasi desa akan membantu mengonsolidasikan pasokan dari petani, peternak, dan nelayan sehingga kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ia mencontohkan, satu dapur SPPG rata-rata membutuhkan sedikitnya lima ton beras setiap bulan.
“Dengan adanya Kopdes yang berfungsi sebagai offtaker hasil produksi desa, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi lebih efektif sekaligus membuka pasar yang pasti bagi para produsen lokal,” terang Dadan.
Dukungan serupa juga disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menilai kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan program MBG dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Pihaknya berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi mitra utama penyedia bahan baku dapur MBG.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan agar program strategis tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapannya Kopdes Merah Putih bisa menjadi mitra utama penyedia bahan baku dapur MBG sehingga kebutuhan program dapat terpenuhi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post