• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juli 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Pragmatisme Vs Ideologis

Redaksi oleh Redaksi
11 Agustus 2023
di Kabar Terkini, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Sebuah Tantangan Dalam Mewujudkan Gagasan Besar NKRI

oleh :
Dr. Andry Wibowo., SIK., MH., Msi

Kabariku- Setiap bangsa maupun individu selalu memiliki gagasan besar tentang hidup. Apa, kenapa dan bagaimana tujuan hidupnya. Gagasan besar lazim disebut cita-cita atau visi. Sejalan dengan namanya dia terkoneksi dengan target objektif yang ingin dicapai. Dapat diukur dari sisi waktu dan index capaiannya, baik secara kualitas maupun kuantitas (measurable goal achievements).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Contoh sederhana misalnya, seorang anak remaja yang ditanya tentang apa yang menjadi cita citanya. Apakah ingin menjadi pengusaha, politisi, polisi, tentara, jaksa, hakim, dokter, ulama bahkan presiden. Itu merupakan target objektif yang sering diucapkan mereka. Begitu juga dengan sebuah bangsa. Para pendirinya dahulu memiliki cita-cita yang ditetapkan sebagai mimpi kolektif (collective dream) masyarakat yang mengikat sebagai satu bangsa.

RelatedPosts

HANI 2026, Kepala BNN Tegaskan Masa Depan Indonesia Ditentukan Kualitas Generasi Muda

Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

Sebagai sebuah collective dream, cita-cita atau visi suatu bangsa sangat berhubungan dengan mimpi bersama sebagai bangsa untuk maju, makmur, sentosa, damai dan aman. Cita-cita dan visi tersebut menjadi norma dasar dan prasyarat dalam mewujudkannya. Berkaitan dengan sesuatu yang bersifat nyata (tangible) dan sesuatu yang tak berwujud (intangible), seperti halnya karakter, baik individu maupun bangsa.

Karakter bangsa berisi hal yang bersifat utama dan mendasar. Karena bersifat ideologis dan mesti terinternalisasi serta mewujud dalam jati diri individu setiap warga bangsa. Hal yang tidak bisa dipertukarkan dengan kepentingan apapun juga (idealistic and absolutisme norm).

Bangsa Jepang misalnya, memiliki karakter yang tercermin dalam Bushidoisme. Nilai yang menjadi doktrin dan pondasi dasar jati diri bangsa Jepang seperti kesetiaan terhadap bangsa, Tuhan, orang tua. Keteguhan dalam menghadapi tantangan dan dinamika peradaban, serta keberanian memelihara kehormatan dan martabat bangsa.

Baca Juga  Ketauladan Pemimpin Vs Pemimpin “JARKONI”

Konsistensi antara perkataan dan tindakan adalah contoh nilai Bushido yang mengilhami serta mewarnai karakter bangsa Jepang. Dan Jepang memiliki sejarah panjang hingga saat ini untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dan peradaban dunia. Demikian pula dengan bangsa China, India, Arab, Eropa, Amerika dan banyak negara di dunia yang jiwa kompetitifnya berasal dari nilai dasar dan karakter sejarah kehidupan bangsanya.

Sejarah juga membuktikan, negara yang mampu memelihara nilai dan karakter bangsanya secara baik akan tumbuh menjadi negara yang kompetitif dan berkembang menjadi negara maju. Bahkan menjadi negara adidaya yang dihormati dan berpengaruh dalam pergaulan antar bangsa.

Hal ini membuktikan bahwasanya modalitas pokok suatu bangsa bukan semata-mata diukur dari kekayaan sumber daya alamnya. Bukan hanya dari letak geografisnya yang strategis, tetapi yang lebih utama adalah modalitas karakter bangsanya.

Lalu bagaimana dengan bangsa Indonesia ?

Indonesia sesungguhnya memiliki nilai dasar karakter bangsanya yang tercermin dalam sejarah juang para pendahulunya.

Memuat tentang etos juang, disiplin, persatuan dan kesatuan, berani, rela berkorban demi eksistensi dan kehormatan bangsanya. Komitmen untuk menjalankan retorika dalam tindakan politik, kesetiaan pada Tuhan dan norma dasar sebagai bangsa yang berbudaya dan beradab.

Bangsa yang sungguh-sungguh menjalankan kehidupan kolektif dengan nilai yang disepakati bersama. Kesemuanya mengkristal dalam Pancasila yang menjadi simbol kenegaraan dan kebangsaan Indonesia dan merupakan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Dalam konteks konseptual, bangsa Indonesia sejatinya juga memiliki pondasi karakter bersama yang jika dilaksanakan secara baik seluruh komponen bangsa dapat menjadi karakter bangsa (national character).

Modalitas ideologis untuk menjadi bangsa yang kompetitif dengan bangsa lain. Sebagai energi penting dan utama untuk melaksanakan pembangunan nasional dalam mewujudkan NKRI yang dimimpikan.

Baca Juga  Beathor Suryadi: Demokrasi untuk Kemakmuran Rakyat

Namun demikian dalam realitas sejarahnya bangsa ini selalu berjalan tertatih-tatih mewujudkan mimpinya. Misalnya saja pengalaman kolonialisme yang berlangsung 350 tahun lamanya akibat politik pecah belah (devide et impera) yang dilakukan bangsa asing.

Yang menggunakan dan memanfaatkan individu juga kelompok oportunis untuk berkuasa dan mengendalikan pembangunan. Termasuk dalam mengontrol kehidupan masyarakat dengan berbagai model pendekatan.

Individu dan kelompok oportunis seperti ini terus tumbuh dan berkembang pada masa kemerdekaan, orde baru, hingga kini. Sehingga gurita persoalan ideologis bangsa Indonesia sebagai modalitas karakter bangsa yang dicita- citakan belum sepenuhnya dapat terwujud.

Jika berkaca pada perjalanan sejarah bangsa besar dan maju di dunia, maka tantangan Indonesia Emas menuju 100 tahun kemerdekaannya pada tahun 2045 adalah momentum besar untuk kembali kepada nilai karakter bangsanya sendiri.

Semangat juang, gotong royong, rela berkorban, setia, kokoh pendirian dalam menjaga kehormatan dan eksistensi bangsanya. Tidak terjebak pragmatisme sosial dengan mengesampingkan nilai ideologis. Dan menempatkan kepentingan serta keselamatan individu serta golongan diatas kepentingan bangsa dan negara.***

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia ke- 78.

Tarakan, 9 Agustus 2023

Red/K.101

Tags: Dr. Andry Wibowo SIK. MH. MsiMewujudkan Gagasan Besar NKRIPragmatisme Vs Ideologis
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

PK Moeldoko Ditolak, Berikut Penjelasan Mahkamah Agung

Post Selanjutnya

Terkait Chat dengan Plh Dirjen Minerba Idris Sihite, Johanis Tanak Kembali Diperiksa Dewas KPK di Sidang Etik Hari Ini

RelatedPosts

HANI 2026, Kepala BNN Tegaskan Masa Depan Indonesia Ditentukan Kualitas Generasi Muda

23 Juli 2026
Foto: Istimewa

Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

23 Juli 2026

Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

19 Juli 2026
Post Selanjutnya
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak

Terkait Chat dengan Plh Dirjen Minerba Idris Sihite, Johanis Tanak Kembali Diperiksa Dewas KPK di Sidang Etik Hari Ini

Ada Usulan agar Subsidi Pupuk Diberikan dalam Bentuk Uang, Begini Tanggapan Wapres KH Ma’ruf Amin

Discussion about this post

KabarTerbaru

Dok.Foto: Istimewa

Donny Pur Raih Gelar Magister Kelima, Angkat Pembiayaan Syariah untuk Hotel Halal

25 Juli 2026

UNIGA Lepas Ratusan Lulusan, Wamendagri Bima Arya Dorong Wisudawan Siap Hadapi Tantangan Era Digital

25 Juli 2026

Penitipan Tahanan Febrie Adriansyah di Rutan Cabang Gedung Merah Putih, Ini Penjelasan KPK

25 Juli 2026

Hendardi Soroti Penahanan Febrie di Rutan KPK: “Tidak Otomatis Membuktikan Kejagung Independen”

25 Juli 2026

Musim Kemarau Panjang, DPRD Kota Tangerang Soroti Lambannya Normalisasi Saluran Air

25 Juli 2026

Dua Helikopter Tempur Dikerahkan, Pangkogabwilhan III Pimpin Langsung Perburuan Sisa Kelompok OPM di Pegunungan Papua

25 Juli 2026
Korban Dwi Febri Endaryanto melaporkan ke Polda Metro Jaya, Jumat (24/07) (Istimewa)

Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

25 Juli 2026

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Resmi Dibuka, Produk UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Global

25 Juli 2026
oplus_148897792

Tiga Rumah Ludes Terbakar di Cilawu, Yudha Puja Turnawan Dorong Bantuan Disperkim dan CSR

25 Juli 2026

Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

22 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retakan Bernegara Mulai Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KDM Sebut Pembagunan Flyover Bojongsoang Solusi Urai Macet Perbatasan Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com