• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Juni 29, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Disebut “Hiroshima Indonesia”: Menguak Kawasan Pertahanan Masa Kolonial di Sukabumi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
15 November 2025
di News
A A
0
Sisa bangunan di kawasan Hiroshima 2 di Sukabumi

Sisa bangunan di kawasan Hiroshima 2 di Sukabumi (dok Tim Bah Anton Charliyan)

ShareSendShare ShareShare

Sukabumi, Kabariku – Jejak pertahanan militer masa kolonial kembali mencuri perhatian publik setelah ditemukannya kompleks benteng bawah tanah berskala besar di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kawasan yang selama puluhan tahun hanya dianggap hutan biasa oleh masyarakat lokal itu ternyata menyimpan struktur pertahanan raksasa peninggalan Belanda dan Jepang yang diduga menjadi salah satu pusat operasi paling rahasia di Jawa Barat pada masa Perang Dunia II.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Penemuan ini bukan hanya membuka kembali memori kelam masa pendudukan, tetapi juga berpotensi mengubah pemahaman sejarah pertahanan kolonial di Indonesia, sebab bentuk dan kelengkapan fasilitasnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi titik strategis yang sengaja disamarkan dari pengawasan publik maupun musuh.

RelatedPosts

Mulai Hari Ini, SPMB Tahap II SMP Negeri Tangerang Selatan Resmi Dibuka

SIAGA 98 Minta DPR, Kompolnas, Penasehat Khusus Presiden dan Setneg Kawal Transisi Pelaksanaan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

Warga Kwini 8 Desak SHP Nomor 48 Tahun 2023 Dicabut, Konflik Agraria Dibawa ke DPRD DKI dan Ombudsman

Temuan ini pertama kali diungkap budayawan sekaligus mantan Kapolda Jabar, Irjen Pol (Purn) Dr. Anton Charliyan, yang menyebut kawasan tersebut menyimpan rangkaian fasilitas militer berskala besar yang selama puluhan tahun terkubur dan tak tersentuh publik.

Abah Anton (kanan) bersama Tim di lokasi benteng pertahanan militer Jepang ditemukan di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Bentang Area Diduga Capai 1.000 Hektare

Struktur pertahanan yang ditemukan membentang dari Sukaraja hingga Puncak Gunung Padang dan Sukalarang, dengan luas diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 hektare. Lokasi ini mencakup bukit, lembah, dan hutan rapat—kondisi ideal untuk pertahanan tersembunyi.

Di Dusun Tegal Panjang, tim peneliti menemukan berbagai fasilitas yang mengindikasikan kompleks militer berskala besar, seperti: helipad, rumah sakit, kantor telegraf, pabrik mesiu dan pengolahan logam.

Baca Juga  Rencana Pengembangan Geothermal WPSPE Cipanas, Ini Sikap Organisasi Sukarelawan Montana

Juda ditemukan jalur lori dan rel kereta; pos pantau; benteng pembatas; asrama prajurit; terowongan dan gua bawah tanah.

“Dari temuan fasilitasnya, jelas ini bukan markas biasa. Skala dan sistem pertahanannya menunjukkan wilayah ini pernah menjadi pusat operasi kolonial yang sengaja disembunyikan,” ujar Anton Charliyan, Sabtu (15/11/2025).

Struktur Tapal Kuda yang Sulit Diserang

Didampingi peneliti independen Ambu Zahwa dan tokoh masyarakat setempat, Abah Anton menjelaskan bahwa struktur pertahanan berbentuk tapal kuda itu dirancang agar tidak mudah terlihat dari udara dan sulit diserang dari arah belakang.

Penjelasan ini diperkuat kesaksian warga yang sejak lama mengetahui kawasan tersebut sebagai lokasi kolonial yang sangat tertutup.

“Banyak yang mengira Sukabumi hanya punya jejak sekolah polisi kolonial, padahal bukti lapangan menunjukkan kemungkinan besar di sini pernah berdiri pusat pendidikan dan pertahanan militer Belanda dan Jepang,” ujarnya.

Peneliti menduga bahwa sekolah polisi kolonial di Sukabumi dulu bisa saja merupakan kedok untuk pelatihan kader militer. Proses identifikasi artefak dan struktur masih berlangsung.

Warga: Siapa yang Melanggar Bisa Dieksekusi

Nama lokasi Bukit Larangan di Legok Cempaka Putih diyakini berasal dari masa kolonial, ketika kawasan ini dijaga superketat.

Menurut warga Desa Cireunghas, sebelum 1945 tempat ini merupakan markas strategis yang hanya bisa dimasuki personel tertentu.

“Dulu tempat ini sangat dijaga. Siapa pun yang masuk tanpa izin bisa dieksekusi,” ungkap Mang Hasan, tetua kampung setempat.

Ia juga menjelaskan bahwa benteng yang ditemukan membentang sepanjang 1-2 kilometer, dengan tinggi sekitar 4 meter dan ketebalan tembok sekitar 1 meter-menandakan konstruksi militer kelas berat. Kondisi geografis yang dikelilingi bukit menjadikan posisinya sangat strategis.

Disebut “Hiroshima Indonesia”

Sejumlah warga bahkan menyebut kawasan itu sebagai “Hiroshima Indonesia”. Sebutan ini muncul karena lokasi tersebut diduga pernah menjadi sasaran bombardir Sekutu pada 1945 ketika Jepang berada di ambang kekalahan.

Baca Juga  Syahganda dan Bukunya; Nasib Tapol Orde Oligarki

Di sekitar benteng, terdapat pula situs sejarah lain seperti Maqom Tua Gunung Karamat yang diyakini peninggalan Prabu Taji Malela serta Gua Rangga Gading yang disebut-sebut berkaitan dengan tokoh Prabu Rangga Gading Anteg.

Hingga kini, situs pertahanan Cireunghas belum tercatat resmi dalam sejarah nasional. Para pemerhati sejarah berharap pemerintah membuka kerja sama dengan Jepang dan Belanda untuk membuka arsip-arsip rahasia yang dapat mengungkap peran strategis kawasan ini.

“Lokasi ini sangat potensial menjadi situs wisata sejarah dan pengingat perjalanan bangsa. Ini warisan penting yang harus dijaga,” tegas Abah Anton.

Dengan potensi historis dan geografis yang luar biasa, benteng rahasia Cireunghas berpeluang besar dikembangkan sebagai kawasan konservasi sejarah dan budaya yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Anton Charliyan Mantan Kapolda Jabarfasilitas militer berskala besarHiroshima IndonesiaKawasan Pertahanan Masa Kolonialpeninggalan Belanda dan JepangPuncak Gunung Padang dan Sukalarang
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Anev Pelayanan STNK 2025, Korlantas Polri Dorong Transformasi Layanan dan Integrasi Samsat

Post Selanjutnya

Lima Pokja Dibentuk Tim Koordinasi Lintas K/L Program MBG

RelatedPosts

Mulai Hari Ini, SPMB Tahap II SMP Negeri Tangerang Selatan Resmi Dibuka

29 Juni 2026
Hasanuddin, Koordinator SIAGA 98 dan Pendiri LBH Padjajaran

SIAGA 98 Minta DPR, Kompolnas, Penasehat Khusus Presiden dan Setneg Kawal Transisi Pelaksanaan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

29 Juni 2026
Warga Kwini 8 mendesak pencabutan SHP Nomor 48 Tahun 2023 serta meminta DPRD DKI, Ombudsman, dan BPN mengusut konflik agraria di Senen.(Istimewa)

Warga Kwini 8 Desak SHP Nomor 48 Tahun 2023 Dicabut, Konflik Agraria Dibawa ke DPRD DKI dan Ombudsman

29 Juni 2026

Jaga Rupiah Akibat Gejolak Global, Sufmi Dasco Banjir Pujian dari Mensegneg,DEN hingga BI

29 Juni 2026

CERI Ungkap Diam-diam Pemerintah Akan Ekspor Pasir Laut ke Singapura

29 Juni 2026

Mafia Tambang Aseng, Kejagung Bongkar Modus Dokumen Aspal PT QSS yang Diloloskan Oknum ESDM

29 Juni 2026
Post Selanjutnya

Lima Pokja Dibentuk Tim Koordinasi Lintas K/L Program MBG

Dua Aset Properti Eks BPPN Senilai Rp 16 Milyar Dari DKJN Resmi Diterima BNN

Discussion about this post

KabarTerbaru

Mulai Hari Ini, SPMB Tahap II SMP Negeri Tangerang Selatan Resmi Dibuka

29 Juni 2026
Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung mengajukan praperadilan terkait kasus dugaan korupsi MBG. (Istimewa)

Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Gugat Kejagung Lewat Praperadilan, OC Kaligis Persoalkan Proses Penangkapan

29 Juni 2026
Hasanuddin, Koordinator SIAGA 98 dan Pendiri LBH Padjajaran

SIAGA 98 Minta DPR, Kompolnas, Penasehat Khusus Presiden dan Setneg Kawal Transisi Pelaksanaan UU Polri Nomor 5 Tahun 2026

29 Juni 2026
Warga Kwini 8 mendesak pencabutan SHP Nomor 48 Tahun 2023 serta meminta DPRD DKI, Ombudsman, dan BPN mengusut konflik agraria di Senen.(Istimewa)

Warga Kwini 8 Desak SHP Nomor 48 Tahun 2023 Dicabut, Konflik Agraria Dibawa ke DPRD DKI dan Ombudsman

29 Juni 2026
Polda Metro Jaya menegaskan siap menghadapi gugatan praperadilan Roy Suryo (Istimewa)

Polda Metro Tak Gentar Hadapi Gugatan Peradilan Roy Suryo, Klaim Penyidikan Sudah Sesuai SOP

29 Juni 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Jaga Rupiah Akibat Gejolak Global, Sufmi Dasco Banjir Pujian dari Mensegneg,DEN hingga BI

29 Juni 2026
Sejumlah karyawan PT Spitze Sentosa Indonesia mengikuti kegiatan badminton bersama di Kabupaten Bekasi, Kamis (25/6/2026). (Istimewa)

Tak Disangka, Kebiasaan Sederhana Ini Jadi Rahasia PT Spitze Sentosa Indonesia Bangun Tim Solid

29 Juni 2026

CERI Ungkap Diam-diam Pemerintah Akan Ekspor Pasir Laut ke Singapura

29 Juni 2026

Istana Pastikan Program Tetap Berjalan, Latsarmil Koperasi Merah Putih Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

29 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Mewujudkan Polisi Kelas Dunia: Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Jaya Tegaskan Minta Pihak UBK Buktikan Pengakuan Oknum Polisi Terkait Dana Rp20 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Sekap dan Rantai Tiga Karyawan Selama 21 Hari, Pemilik Percetakan Dilaporkan ke Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Loyalis Jokowi Murka Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan, Muncul Seruan Gibran Lawan Prabowo di 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razman Arif Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Jalani Hukuman 18 Bulan atas Kasus Pencemaran Nama Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru Besar IPB, Diskanak Garut, dan Unit Pakan Mandiri Leles Lestari Dorong Inovasi Pakan Murah Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajian Rutin Disnakertrans Garut Dirangkai Pelepasan Purna Tugas Amin Hendrayana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com