Bekasi, Kabariku.com – Ada yang berbeda setiap Kamis sore di PT Spitze Sentosa Indonesia. Di saat aktivitas produksi mulai melandai, beberapa karyawan dari berbagai divisi berkumpul di lapangan badminton. Mulai dari direksi, manajer, supervisor hingga operator produksi bermain dalam satu lapangan tanpa sekat jabatan.
Bagi perusahaan manufaktur injection plastik yang berlokasi di Kabupaten Bekasi itu, badminton bukan sekadar agenda olahraga mingguan. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari budaya kerja yang diyakini mampu memperkuat komunikasi, membangun kekompakan tim, hingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman.
Di tengah meningkatnya permintaan komponen injection plastik presisi untuk industri otomotif dan elektronik, PT Spitze Sentosa Indonesia tetap menyisihkan waktu sekitar satu jam setiap Kamis untuk kegiatan olahraga bersama. Menurut perusahaan, investasi pada sumber daya manusia sama pentingnya dengan investasi pada peningkatan kualitas produksi.
Loissa, Assistant General Manager PT Spitze Sentosa Indonesia, mengatakan badminton dipilih karena dapat diikuti seluruh karyawan tanpa membedakan usia maupun jabatan.
“Kami nggak anti padel. Tapi badminton itu demokratis. Direksi bisa satu tim sama operator. Nggak ada senior-junior, yang ada cuma tim A vs tim B,” kata Loissa, dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Bukan Sekadar Olahraga
Menurut Loissa, suasana di lapangan badminton menghadirkan ruang komunikasi yang berbeda dibandingkan saat berada di lingkungan kerja. Interaksi berlangsung lebih santai sehingga hubungan antarkaryawan maupun antara pimpinan dan bawahan menjadi lebih dekat.
Kondisi tersebut dinilai berdampak positif terhadap kolaborasi di lingkungan kerja. Berbagai ide, masukan, hingga solusi terkait proses produksi kerap muncul dari percakapan santai setelah pertandingan berakhir.
Selain itu, badminton juga menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus membantu karyawan melepas penat setelah menjalani aktivitas produksi.
Ilotna, salah seorang karyawan PT Spitze Sentosa Indonesia, mengaku kegiatan badminton rutin membuat komunikasi dengan atasan terasa lebih mudah.
“Abis main bareng, enak ngomongnya. Jadi nggak sungkan ngasih ide ke atasan,” ujar Ilotna.
Menurutnya, suasana yang lebih akrab membuat karyawan tidak ragu menyampaikan masukan maupun ide perbaikan yang dapat mendukung pekerjaan sehari-hari.
Bangun Budaya Kerja yang Kolaboratif
PT Spitze Sentosa Indonesia merupakan perusahaan manufaktur injection plastik yang melayani kebutuhan komponen presisi bagi industri otomotif dan elektronik. Dengan lebih ratusan karyawan, perusahaan terus mendorong terciptanya budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi, komunikasi, dan kebersamaan.
Perusahaan meyakini lingkungan kerja yang sehat akan berdampak pada meningkatnya produktivitas sekaligus menciptakan loyalitas karyawan.
Bagi Ilotna, badminton setiap Kamis bukan hanya menjadi rutinitas olahraga, tetapi juga momen untuk mengisi kembali energi sebelum kembali bekerja.
“Kerja keras iya, mainnya juga iya. Kamis tuh recharge kita. Makanya betah di sini,” kata Ilotna.
Di tengah persaingan industri manufaktur yang semakin kompetitif, PT Spitze Sentosa Indonesia menilai membangun budaya kerja yang positif menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pertumbuhan perusahaan.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post