Garut, Kabariku – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, mengunjungi seorang janda duafa penderita stroke, Eti Rohaeti, di Kampung Pasir RT 05 RW 03, Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Senin (29/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Yuda menilai kondisi perempuan yang telah tiga tahun menderita stroke itu sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dari pemerintah.
Yuda datang bersama Dokter Dian, jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Samarang, serta Pemerintah Desa Cintakarya untuk melihat langsung kondisi Eti Rohaeti yang kini hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal dunia dan tidak memiliki anak.
Menurut Yuda, sejak mengalami stroke sekitar tiga tahun lalu, Eti tidak lagi mampu berjalan dan mengalami kesulitan berbicara. Sebelumnya ia tinggal di rumah kontrakan di Desa Samarang, namun setelah jatuh sakit akhirnya menempati rumah peninggalan orang tuanya di Desa Cintakarya.
“Saat kami menengok langsung, kondisinya sangat memprihatinkan. Kamar yang ditempati Ibu Eti tidak layak huni dan kurang sehat. Bau pesing sangat menyengat karena beliau terpaksa buang air kecil maupun buang air besar di tempat tidur akibat keterbatasan fisiknya,” ujar Yuda.
Dalam kesempatan itu, Yuda memberikan bantuan berupa santunan uang tunai dan paket sembako. Sementara Puskesmas Samarang turut menyerahkan bantuan makanan serta popok dewasa (pampers) untuk membantu kebutuhan sehari-hari Eti.
Yuda juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengecekan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, Eti Rohaeti masuk dalam kategori Desil 7 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi tersebut menyebabkan Eti tidak memperoleh berbagai komponen bantuan sosial dari pemerintah pusat karena dinilai berada pada kelompok kesejahteraan yang relatif lebih tinggi.
“Padahal kondisi riil di lapangan menunjukkan Ibu Eti sangat membutuhkan perhatian. Karena itu saya berharap ada asesmen dari Dinas Sosial Kabupaten Garut agar kondisi beliau dapat dievaluasi secara menyeluruh,” katanya.
Yuda menilai penanganan terbaik bagi Eti saat ini adalah mendapatkan perawatan di panti sosial milik Kementerian Sosial RI. Menurutnya, dengan kondisi yang dialami serta tidak adanya keluarga yang merawat secara optimal, Eti membutuhkan pelayanan yang lebih intensif.
“Saya berharap Dinas Sosial Kabupaten Garut dapat segera melakukan asesmen dan memberikan rekomendasi agar Ibu Eti bisa dirawat di panti sosial Kemensos. Dengan begitu, kebutuhan kesehatan, perawatan, dan kehidupan sehari-harinya dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ungkapnya.
Yuda berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Eti Rohaeti sehingga perempuan lanjut usia tersebut memperoleh pelayanan sosial yang layak dan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post