• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Februari 15, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

JAKER Akan Gelar Bedah Buku Novel  “Menghadang Kubilai Khan” Karya AJ Susmana

Redaksi oleh Redaksi
16 Agustus 2024
di News, Sastra
A A
0
ShareSendShare ShareShare

_novel ini mengambil latar sejarah nusantara pada abad ke-13, yang menyuguhkan pesan dan pelajaran yang relevan untuk  Indonesia sekarang_

Jakarta, Kabariku- Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) berencana menggelar diskusi dan bedah Novel sejarah “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Laurentinus Justinianus Sonny, Sekjen JAKER menginformasikan, diskusi dan bedah buku tersebut akan dilaksanakan perdana di Jakarta, pada Hari Minggu, 18 Agustus 2024, Jam 14:00 di Kelakar Coffee Tebet, Jakarta Selatan.

RelatedPosts

Mensesneg Apresiasi Peran Media, Tegaskan Pentingnya Informasi Faktual di Era Digital

Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Bui dan Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Skandal Korupsi Pertamina, Eks Dirut Patra Niaga Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Bui

Pembedah yang siap hadir cukup dikenal sebagai penulis novel dan penggiat budaya seperti Sihar Ramses dan  Wenri Wanhar.

“Politisi PRIMA Ahmad Rifai, bahkan juga Nuraini Hilir  yang saat ini sebagai  Tenaga Ahli KSP, siap datang  meramaikan,” terangnya. Jum’at (16/08/2024).

Perdana, kata Sonny, akan juga diselenggarakan di kota-kota lain tak hanya di Jakarta. Diskusi dan Bedah Buku di Jakarta merupakan Gong pembuka untuk penyelenggaraan di kota-kota lain, seperti di Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2024.

Ditengah kesibukannya menyiapkan agenda Bedah Buku Menghadang Kubilai Khan secara nasional. Sonny pun mengatakan bahwa Kota Palembang, Mataram, Jember sudah menjadwalkan untuk mengadakan diskusi dan bedah buku tersebut.

Menurut  Sonny, selain buku Menghadang Kubilai Khan relevan untuk menjadi alat konsolidasi internal JAKER yang dalam waktu dekat akan mengadakan Musyawarah Nasional offline setelah sebelumnya sukses melaksanakan Musyawarah Nasional Online.

Gagasan dalam novel tersebut bisa memajukan dan memperkuat rasa kebangsaan, dan perjuangan keadilan dan kemakmuran bangsa di tengah perubahan politik dunia akhir-akhir ini.

Baca Juga  Peringati Hari Literasi Nasional, JAKER dan MPSI Diskusi "Menghadang Kubilai Khan"

“Narasi kuat dari Novel tersebut seperti persatuan, patriotisme dan kesetaraan dalam perdagangan dunia sangat menonjol,” ujar Sonny.

“Kubilai Khan sebagai penguasa dunia waktu itu yang banyak menuntut negara dan bangsa lain tunduk kepadanya, pada saat ini bisa berbentuk kaum globalis, imperialis yang memaksakan sistem penjajahan baru di   Indonesia untuk  menguasai kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia,” lanjutnya

Pada kesempatan yang sama, penulis novel Menghadang Kubilai Khan, AJ Susmana menyampaikan bahwa walaupun novel ini mengambil latar sejarah nusantara pada abad ke-13, novel ini menyuguhkan pesan dan pelajaran yang relevan untuk  Indonesia sekarang.

“Indonesia yang sedang mencari atau membangun dan menemukan posisinya dalam percaturan politik dunia hari ini seperti yang muncul dalam gagasan-gagasan multipolar perlu mendapatkan kaca benggala sejarah, “ kata AJ Susmana.

Disebutnya, periode sejarah abad ke-13 dengan aktor-aktor nasional utamanya seperti Kertanagara, Tapasi, Jayakatwang, Dyah Wijaya, Mauli Warmadewa, telah menjawab pergeseran dan tantangan dunia waktu itu dengan aktor utamanya Kubilai Khan dari Dinasti Yuan Mongol.

Sehingga pada momentum yang tepat, Dyah Wijaya dapat mengambil keuntungan dari tingkat peradaban atau teknologi yang maju saat itu seperti senjata perang atau senjata pertahanan yang kelak menjadikan Majapahit setara dalam perdagangan dunia yang bahkan masih dikuasai Dinasti Yuan-Mongol

“Sehingga mencapai kejayaan dan kemakmuran sebagaimana digambarkan dalam puisi Kakawin Nagarakertagama karya Empu Prapanca itu,” urai AJ Susmana.

Dalam konteks hari ini, menurut AJ Susmana, situasinya tidak jauh berbeda. Ada tokoh-tokoh nasional:  Presiden Jokowi yang akan digantikan atau diteruskan Prabowo Subianto, ada Megawati yang membayangi sebagai oposisi atau kritikus.

Ada politisi muda yang terus membangun karakternya seperti Puan Maharani, Gibran, Agus Harimurti Yudhoyono, juga Agus Jabo Priyono.

Baca Juga  Kemenhub Pastikan Bandara IMIP Berstatus Resmi dan Telah Diawasi Aparat Negara

“Sementara aktor-aktor di luar, kita bisa melihat ada Xi Jinping dengan Republik Rakyat Tiongkok, ada Amerika Serikat, Rusia dan lain-lain dengan kemajuan teknologi yang terus dipamerkan,” tambah AJ Susmana.

“Indonesia perlu pemimpin seperti Wijaya yang dapat membaca dan memanfaatkan situasi lantas melakukan transfer teknologi  untuk kemajuan bangsa dan negara,” kata AJ Susmana menyimpulkan.

AJ Susmana, penulis novel ini bernama lengkap Antun Joko Susmana. Selain aktif menulis dan terlibat dalam kerja-kerja kebudayaan, alumnus Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) ini juga dikenal sebagai aktivis politik.

Semasa kuliah, dia terlibat dalam pergerakan mahasiswa seperti Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) menentang rezim Orde Baru.

Bersama Wiji Thukul, sempat memimpin seksi kebudayaan Partai Rakyat Demokratik: Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (JAKER) yang kini berubah menjadi Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat.

AJ Susmana juga menjadi bagian dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) sejak pendiriannya di tahun 1996.

Sekarang ini, AJ Susmana selain  masih aktif dalam kerja-kerja kebudayaan bersama JAKER, juga aktif  sebagai fungsionaris Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) sebagai  Wakil Ketua Umum.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Bedah Buku Novel  “Menghadang Kubilai Khan”JAKERJaringan Kerja Kebudayaan RakyatKarya AJ Susmana
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Ketua Dewan Penasihat PWI Bela Hak Berhijab Paskibraka: Aturan Seragam Harus Fleksibel

Post Selanjutnya

Diduga Korupsi Rp1,1 Triliun, FGMI Minta Prasetyo Boeditjahjono Segera Ditangkap dan Diperiksa

RelatedPosts

Mensesneg Apresiasi Peran Media, Tegaskan Pentingnya Informasi Faktual di Era Digital

14 Februari 2026
Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Kerry Adrianto bersama kuasa hukumnya usai menjalani persidangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Bui dan Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

13 Februari 2026
Eks Direktur PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan duduk menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Skandal Korupsi Pertamina, Eks Dirut Patra Niaga Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Bui

13 Februari 2026
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Minta Saksi Segera Melapor ke Dewas Soal Dugaan Pemerasan Penyidik

13 Februari 2026
Isyarat pemberian Bintang Mahaputra disampaikan Prabowo saat meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).(Foto:Biro Kepresidenan)

Kapolri Bakal Dapat Bintang Mahaputra? Ini Kata Sandri Rumanama Aktivis Nasional

13 Februari 2026

Habiburokhman Ingatkan “Penumpang Gelap” Reformasi Polri: Perubahan Harus Sesuai Konstitusi

13 Februari 2026
Post Selanjutnya

Diduga Korupsi Rp1,1 Triliun, FGMI Minta Prasetyo Boeditjahjono Segera Ditangkap dan Diperiksa

Tim Nusantara Baru Kibarkan Sang Merah Putih di Ibu Kota Nusantara

Discussion about this post

KabarTerbaru

Hadiri Musrenbang Pemuda 2027, Bupati Garut Soroti Kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Pemuda

14 Februari 2026

Mensesneg Apresiasi Peran Media, Tegaskan Pentingnya Informasi Faktual di Era Digital

14 Februari 2026

Membaca Bintang Mahaputera dalam Bingkai Legitimasi Institusi

14 Februari 2026

Presiden Prabowo Sematkan Bintang Jasa Utama kepada Kepala BGN, Ini Tokoh Penerima Tanda Kehormatan

14 Februari 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melaksanakan ziarah ke makam para pemimpin terdahulu Kabupaten Garut pada Jumat (13/2/2026).
(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Menapak Jejak Pengabdian, Bupati Garut Ziarah ke Makam Para Bupati Terdahulu dalam Rangka HJG ke-213

14 Februari 2026
Anak tersangka Riza Chalid, Muhammad Kerry Andrianto Riza

Jaksa Tuntut Kerry Andrianto Riza 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak

14 Februari 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Khitanan Massal dalam rangka Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu yang berlangsung di Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu Garut

RS Paru dr. H. A. Rotinsulu Rayakan 91 Tahun dengan Aksi Sosial Khitanan Massal di Garut

14 Februari 2026
Warga Pulogebang memprotes rencana eksekusi lahan yang disebut belum inkracht dan diduga salah sasaran.

Belum Inkracht, Lahan di Pulogebang Dieksekusi? Warga Pertanyakan Prosedur PN Jaktim

14 Februari 2026
Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Kerry Adrianto bersama kuasa hukumnya usai menjalani persidangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Anak Riza Chalid, Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Bui dan Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

13 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Letkol Teddy dan Ikhtiar Meningkatkan Kompetensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Minta Rp10 Miliar di Kasus RPTKA, KPK: Penyidik Bayu Sigit Tidak Terdaftar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPLT Sukamentri Disoal, Warga Terdampak Pertanyakan Implementasi Perda Limbah di Garut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com