• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Januari 14, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Kenang Mendiang: Selamat Jalan Eko Biola

Redaksi oleh Redaksi
16 Juni 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh :
Marlin Dinamikanto

Jakarta, Kabariku- Dia memanggil nama saya dengan sebutan Wak Lin. Mungkin memberi contoh anak-anaknya yang ketika itu masih kecil-kecil. Di Jakarta, Eko Biola, bahkan sampai sekarang pun saya tidak tahu nama aslinya pernah tinggal di Ciputat dan Ciledug. Dari istrinya saya baru tahu nama aslinya Yudihasman bin Muhammad Yusuf

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meskipun baru mengenal sejak Oktober 1996, namun saya begitu akrab dengan Eko dan keluarganya. Pernah sekitar tahun 2000 saya terprovokasi tinggal di dekat kontrakannya di Ciputat selama satu bulan. Karena memang Eko adalah satu di antara penggerak awal Forum Kesenian Reformasi yang pada generasi sesudahnya sempat dimuat di halaman pertama Kompas berjudul “Socrates di Atas Bus Kota”.

RelatedPosts

Abdi Edison: Pasal 7 KUHAP Melemahkan Kewenangan Penyidik Non-Polri

Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Sekolah Gratis Berasrama Tiga Kurikulum

KPK Sebut Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Terima Duit Rp600 Juta Dari Sarjan

Saya sempat juga datang ke kontrakannya di Ciledug. Namun saat datang lagi ke sana dia sudah pindah ke kampung halamannya di Kisaran, sudah itu pindah lagi ke Kota Medan yang dia huni hingga akhir hayatnya.

Tapi yang jelas sejak berkeluarga, sebelum pindah ke kampung halamannya, setiap hari raya Idul Fitri dia datang ke rumah orang tua saya di perkampungan dekat Pintu II Taman Mini. Bapak saya Almarhum sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri. Hubungan kami meskipun tidak ada pertalian darah sudah seperti saudara. Begitu juga hubungan saya dengan Almarhum Sudarto Marelo dan Almarhum Ocup Akar.

Penghidupannya selama berkeluarga, selain ngamen di Pangkalan DAMRI Blok M, kadang menjajakan beragam barang dagangan di atas bus kota. Saya pun juga sibuk bekerja. Toh demikian di sela-sela kesibukan itu kami masih sering bertemu, kalau tidak di rumah orang tua saya, di Blok M atau di kontrakan rumahnya.

Baca Juga  Dinas Perkim Cianjur Masih Proses Verifikasi Rumah Terdampak Gempa

Selepas Maghrib tadi, dari Toni Listianto alias Teolog, saya mendapat kabar, Eko Biola meninggal pada Selasa 11 Juni kemarin. Saya WA, kata istrinya memang benar, dan malam tadi baru selesai tahlil di hari ke-2. Innalilahi wa innailaihi raji’un. Semoga damai di keabadian. Kenangku tentangmu tidak akan pernah kering seperti bunga

Sekitar akhir 1997, menjelang Reformasi saya kerap menyambangi pekerjaan seni jalanan yang telah bergabung ke Forum Kesenian Reformasi (FOKER) di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Tepatnya sejak halte depan Sarinah hingga depan Wisma Nusantara. (Sekarang Hotel Pullman).

Meskipun sehari-hari ngamen di atas bus kota dengan lagu atau puisi perlawanan terhadap rezim despotik Soeharto, namun kami biasa nongkrong kalau tidak salah di Starbucks lantai 2 Plaza Indonesia. Harga kopinya lumayan mahal, Rp 7000 per gelas. Bagi saya

Orang pertama yang mengajak saya nongkrong di sana adalah Eko Biola yang sudah saya kenal sejak 2 tahun sebelumnya. Ternyata Eko ada maunya. Dia menunggu pacar (yang akhirnya dia nikahi) yang saat itu bekerja di Plaza Indonesia

Peserta tetap tongkrongan adalah Saya dan Eko. Kadang-kadang ada Taswin Total,  Alm. Ocup Akar, Alm. Surya Darma alias Pak Tua, Yamin yang sering mengenakan topi laken, dan Ucok Virgo yang pacarnya anak IKIP Jakarta dan juga bekerja di Plaza Indonesia, dan masih banyak lagi yang lupa namanya.

Berkat kegigihan Taswin Total yang suaranya menggelegar, Pak Tua dan Eko Biola, anggota FOKER yang semula hanya belasan orang melonjak menjadi sekitar 700 orang, tersebar di Pasar Senen, Thamrin, Sudirman hingga Blok M, Gatot Subroto, Suparman hingga ke Grogol.

Lambat laun tempat ngopi kami di Plaza Indonesia banyak dipenuhi anak-anak Foker. Mereka mengokupasi hampir semua meja. Mungkin karena itu pula kafe tempat tongkrongan kami sempat tutup dan baru buka lagi setelah reformasi, dengan harga jauh lebih mahal dan security yang lebih ketat.

Baca Juga  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Peran Total, Pak Tua, Ocup Akar, Eko Biola, Jojo, Yamin dan Ucok Virgo dalam memajukan sangat luar biasa. Saya tahu, Syafti Hidayat alias Ucok yang anggota Jakker kerap bergabung di tongkrongan anak-anak FOKER. Kami yang lebih senior dengan perform yang lebih mumpuni cukup ngamen 3 atau 4 bus sudah dapat Rp 30 hingga Rp 50 ribu. Selebihnya nongkrong di Plaza Indonesia. Keren kan?

Angin perubahan telah bertiup kencang. Eko Biola yang tandem dengan Ocup, kalau saya hanya sekali-kali ikut, yang menyanyikan lagu seperti Rezim Serigala, Harus Dilawan, Indonesia Tanah Air Siapa, disambut baik oleh penumpang bus kota. Jarang yang memberikan saweran 100 atau 500, kebanyakan Rp 1000 dan ada-ada saja yang nyawer Rp5000 hingga Rp.10.000. 

Paling tidak rata-rata satu bus mendapat penghasilan Rp.17 ribu. Mungkin suasana batin kebanyakan penumpang sudah empet sekali kepada Soeharto. Itu juga menjadi catatan saya yang kala itu juga masih tercatat sebagai pimpinan redaksi Kabar dari Pijar, di samping juga terus ‘menjahit’ gerakan ke sejumlah kota. Karena saya memang hobi menulis dan jalan-jalan.

Saya berkenalan dengan Eko saat berlatih Pertunjukan Opera untuk Menolak Rencana Pembangunan Reaktor Nuklir di Gedung Margasiswa PMKRI, 27 Desember 1996. Latihan dimulai sekitar bulan Oktober 1996, atau setelah gonjang-ganjing peristiwa 27 Juli. Pementasan dibiayai oleh INFID lewat Maria Pakpahan dan Bonar Tigor Naipospos alias Coki.

Pertunjukan disutradarai oleh Taufik Wijaya, penyair Palembang yang juga penggiat Teater Potlot. Anak-anak Pijar yang terlibat seingat saya Alif Iman Herlambang dan Amin Baharuddin yang baru keluar dari penjara terkait peristiwa demonstrasi solidaritas Makassar Berdarah di Jl. Diponegoro depan YLBHI.

Baca Juga  Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Dibuka: Syarat, Jadwal, dan Panduan Lengkap Pendaftaran

Eko, Pele, Frans, Dogol adalah rombongan musisi yang dibawa oleh Pak Tua. Ada pula Ari, preman Pasar Senen yang keluar masuk penjara, dan satu lagi anak Tanah Tinggi yang lupa namanya. Selebihnya ada Ocup Akar dan Total yang sebelumnya sudah dibaptis menjadi Foker. Manajer Andy Yoes dan Ryanti Bachtiar. Kami berlatih di Sekretariat Pijar, Jl. Percetakan Negara.

Situasi paska 27 Juli memang begitu cekam. Terus siapa yang mau menonton pertunjukan yang menentang kebijakan pemerintah. Di sini saya, Pak Tua dan Pele, dua malam sebelum pertunjukan mengumpulkan tukang mabuk, terutama yang perempuan, yang biasa nongkrong di Bioskop Ciputat. Dua mikrolet penuh dan langsung kami bawa dan inapkan di Gedung Margasiswa. Paling tidak sudah 30-an penonton.

Selama latihan  chemistry saya dan Eko begitu nyambung. Selesai latihan, paling tidak dua kali saya diajak ke kontrakannya di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dari sana saya tahu, setiap pagi Eko memasok air mineral ke sopir-sopir angkot dan siang harinya baru ditagih satu per satu. ” Lumayan lah Lin,” katanya

Ternyata yang datang membeludak. Rupanya di tengah represi paska peristiwa 27 Juli muncul kerinduan berkumpul. Gairah melakukan perubahan terus mengental. Yang datang antara dari mahasiswa jaringan Pijar,  PMKRI dan kelompok Cipayung, serta para pekerja seni yang telah mewakafkan dirinya untuk perubahan.

Eko sendiri yang pertama saya kenal terlihat apatis justru terlihat militan mendengar panggilan jaman. Dia terbilang rajin ikut Mimbar Bebas dan Demonstrasi terutama setahun baik sebelum maupun sesudah reformasi.

Selamat jalan Eko, sampaikan salamku kepada Bapak yang sudah kau anggap sebagai orang tua sendiri.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kenang Mendiang Eko BiolaMarlin Dinamikanto
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Pendirian Kampung Inggris di Desa Situgede Karangpawitan Garut

Post Selanjutnya

Tim Intelijen Kejati Papua Barat Berhasil Mengamankan Faldri Iriawan Buronan Tindak Pidana Pemilu 2024

RelatedPosts

Abbdi Edison PIR JATIM (Pusat Impormasi Rakyat Jawa Timur)

Abdi Edison: Pasal 7 KUHAP Melemahkan Kewenangan Penyidik Non-Polri

13 Januari 2026
Presiden Prabowo meresmikan SMA Taruna Nusantara Malang dengan desain arsitektur yang digagas langsung oleh Presiden.

Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Sekolah Gratis Berasrama Tiga Kurikulum

13 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Sebut Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Terima Duit Rp600 Juta Dari Sarjan

13 Januari 2026
Rekam jejak Irjen Rudi Darmoko sebagai Kapolda NTT, dari lulusan Adhi Makayasa hingga jenderal SDM yang memimpin wilayah perbatasan.

Membaca Rekam Jejak Peraih Adhi Makayasa Irjen Rudi Darmoko di Penugasan Kapolda NTT

13 Januari 2026
Sri Mulyani Indrawati bergabung sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation.(Istimewa)

Gates Foundation Gaet Sri Mulyani ke Jajaran Dewan

13 Januari 2026
Tim Jaksa dari Kejaksaan Agung saat membuka borgol Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbud Ristek 2020 yang akan menghadiri persidangan Selasa (13/1). (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Saksi Ungkap Chromebook Tak Bisa Dipakai UNBK dan Instal Dapodik

13 Januari 2026
Post Selanjutnya

Tim Intelijen Kejati Papua Barat Berhasil Mengamankan Faldri Iriawan Buronan Tindak Pidana Pemilu 2024

Matangkan Strategi Menang di Pilkada 2024, Koalisi Garut Bersatu Rencanakan Deklarasi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya kepada awak media di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026

Terima Laporan OIKN, Mensesneg: Presiden Minta Perbaikan Desain dan Fungsi Bangunan IKN

14 Januari 2026
Ilustrasi Pilkada 2029

SIAGA 98: Pilkada Langsung dan Melalui DPRD Sama-sama Demokratis dan Konstitusional

13 Januari 2026
Abbdi Edison PIR JATIM (Pusat Impormasi Rakyat Jawa Timur)

Abdi Edison: Pasal 7 KUHAP Melemahkan Kewenangan Penyidik Non-Polri

13 Januari 2026
Presiden Prabowo meresmikan SMA Taruna Nusantara Malang dengan desain arsitektur yang digagas langsung oleh Presiden.

Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Sekolah Gratis Berasrama Tiga Kurikulum

13 Januari 2026
KIP menyatakan ijazah Jokowi sebagai informasi publik dan memerintahkan KPU membuka salinan dokumen pencalonan presiden.

KIP Tegaskan Ijazah Jokowi Informasi Publik, KPU Diperintahkan Membuka Salinan

13 Januari 2026

Rajab Prilyadi : Mukab Kadin di Pendopo Bukan Hasil Rekonsoliasi Dua Kubu

13 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Sebut Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Terima Duit Rp600 Juta Dari Sarjan

13 Januari 2026
Rekam jejak Irjen Rudi Darmoko sebagai Kapolda NTT, dari lulusan Adhi Makayasa hingga jenderal SDM yang memimpin wilayah perbatasan.

Membaca Rekam Jejak Peraih Adhi Makayasa Irjen Rudi Darmoko di Penugasan Kapolda NTT

13 Januari 2026
Sri Mulyani Indrawati bergabung sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation.(Istimewa)

Gates Foundation Gaet Sri Mulyani ke Jajaran Dewan

13 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Tommy Soeharto dan Ida Iasha

    Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Ijazah Belum Tuntas, Dua Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Datangi Rumah Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Bupati-Wabup Garut Tertibkan Galian C, Ekspedisi 57: Kebijakan Berani Lindungi Warga dan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Presiden Prabowo dan Jenderal LB Moerdani di Sekolah Kader Taruna Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Rekam Jejak Peraih Adhi Makayasa Irjen Rudi Darmoko di Penugasan Kapolda NTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com