• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 21, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Repdem Minta Jokowi Copot 3 Menteri Nasdem

Redaksi oleh Redaksi
14 Oktober 2022
di News, Politik
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku– Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) sayap aktivis pro demokrasi PDI Perjuangan mendorong Presiden agar segera melakukan reshuffle Kabinet terhadap para Menteri dari Partai Nasdem.

Hal itu dikatakan oleh Abe Tanditasik, Sekretaris Jenderal DPN Repdem, menanggapi pernyataan Presiden Jokowi tentang rencana reshullfe di Bandung, Kamis 13 Oktober 2022, lalu.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Bagi Repdem, manuver partai Nasdem yang telah mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon Presiden tentu berkonsekwensi keluar dari kabinet,” kata Abe Tanditasik. Jum’at (14/10/2022).

RelatedPosts

Potensi Kebakaran, Pemkot Tangsel Himbau Masyarakat Tidak Melakukan Pembakaran Sampah Secara Terbuka

Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Negara Rp14,2 Miliar dari Perkara Pinjol

Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris, Tegur Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

“Apalagi Presiden Jokowi masih fokus dengan G20, pencegahan gelombang resesi dan membuat sebanyak mungkin program padat karya,” lanjutnya.

Menurutnya, Langkah manuver itu sudah menjadi kode meninggalkan Jokowi dan tidak menjalankan komitmen koalisi.

“Sebaiknya segera saja keluar dari kabinet,” cetus Abe.

Lagipula, tambah Abe, para menteri dari Nasdem ini juga diisi orang-orang yang tidak punya kompetensi.

“Menteri Pertanian gagal total mengelola keseimbangan ketersediaan pangan. Sampai Menteri Pertahanan mendapat tugas tambahan dari Jokowi untuk urusan pangan,” jelasnya.

Masih kata Abe, Komunikasi dengan para stakeholdernya pun teramat buruk. Menkominfo juga malah lebih lucu.

“Semua server pebisnis, bahkan pemerintahan di Indonesia masih berada di luar negeri. Tidak punya visi untuk memindahkan server itu ke Indonesia dan membangun national cloud,” tukasnya.

Abe menjelaskan, Termasuk menyediakan internet murah bagi warga dari perkotaan hingga pelosok kampung, masih membiarkan kartel infrastruktur dan bandwith.

“Menteri Kehutananpun masih jauh dari harapan Jokowi menempatkan Indonesia sebagai paru-paru dunia,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatan Permasalahan Sektor Ketenagalistrikan

Untuk itu Repdem meminta Presiden Jokowi tidak ada keraguan mengganti semua menteri dari Partai Nasdem agar tidak menjadi tumor ganas.

“Sebaiknya dalam bulan Oktober ini,” tandas Abe.

Hal senada disampaikan, Achmad Sazali, ketua Dewan Pimpinan Nasional Repdem Bidang Organisasi mendesak Presiden Jokowi segera mencopot tiga menteri dari Partai Nasdem, pasca dideklarasikannya Anies Baswedan sebagai calon presiden tahun 2024.

Adapun tiga Menteri Nasdem dalam kabinet Jokowi yakni Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri pertanian, Johnny G Plate Menteri kominfo dan Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri kehutanan.

“Nasdem sudah terang-terangan mendeklarasikan Anis sebagai Capresnya, maka Menteri dan pejabat dari Nasdem dapat dipastikan akan malakukan kerja-kerja elektoralnya untuk pemenangan Anies dan hal ini tak perlu diragukan lagi,” kata Achmad Sazali.

Menurutnya, Hal ini  tidak lagi sejalan secara visi dan kesepahaman terkait bagaimana untuk membangun bangsa.

“Maka harus segera dikeluarkan dan segera dicopot,” Ujar Achmad Sazali yang juga biasa di panggil Bung Jack Mantan Aktivis 98 dari PIJAR ini.

Bahkan terkait dengan desas-desus reshuffle ini Presiden Jokowi juga telah  memberikan sinyal dengan mengatakan rencana reshuffle Kabinet.

“Rencana (untuk melakukan reshuffle) selalu ada,” kata Presiden Jokowi kepada awak media di Bandung, Jawa Barat, Kamis 13 Oktober 2022.

Namun Presiden Jokowi belum dapat memastikan kapan reshuffle kabinet tersebut akan dilakukan.

“Pelaksanaan nanti diputuskan,” ujar Jokowi.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga menyebut keputusan Jokowi sangatlah bagus.

“Apa yang disampaikan Pak Jokowi sangat bagus, karena itu adalah hak prerogatif dari presiden. Karena Pak Jokowi perlu menteri yang loyal dan solid untuk bekerja bersama demi menyelesaikan masalah rakyat,” ujar Hasto di Sekolah PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga  Gelaran Istiqosah Serentak, Paslon Nomor Urut 01: Berharap, Berjuang, dan Berdoa Bersama Minta Ridho Allah SWT

Karena itu, Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi mendesak kepada Presiden Joko Widodo agar segera mencopot Menteri dari Nasdem.

“Apabila Nasdem sudah yakin dan komit untuk mencalonkan Anies Baswedan, maka monggo dan kami persilahkan, tetapi tiga menterinya itu juga harus dipersilahkan untuk dibawa serta keluar dari koalisi,” tandasnya.***

Red/K.000

BACA juga berita menarik seputar Pemilu KLIK disini

Tags: Copot 3 Menteri NasdemMenkominfoMenteri kehutananMenteri PertanianPartai NasdemPresiden JokowiRelawan Perjuangan Demokrasi (Repdem)
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Kadiv Humas Polri: Kabar Delapan Kapolda Positif Amphetamine Tidak Benar

Post Selanjutnya

Presiden Panggil Pejabat Polri ke Istana Negara, Berikut Keterangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

RelatedPosts

Potensi Kebakaran, Pemkot Tangsel Himbau Masyarakat Tidak Melakukan Pembakaran Sampah Secara Terbuka

21 Juli 2026

Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Negara Rp14,2 Miliar dari Perkara Pinjol

21 Juli 2026

Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris, Tegur Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

21 Juli 2026

Ketua AMMI Ali Yusuf : KPK Lebih Netral Tangani Kasus Febrie

21 Juli 2026
Praktisi hukum sekaligus peneliti hukum maritim, Yerikho Manurung,(Istimewa)

Yerikho Manurung Dorong Reformasi Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Berbasis Ekonomi Biru

21 Juli 2026
Oplus_131072

Masinton Pasaribu Ajak Keluarga Besar PPTSB Bersinergi Bangun Tapanuli Tengah

20 Juli 2026
Post Selanjutnya

Presiden Panggil Pejabat Polri ke Istana Negara, Berikut Keterangan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Pelantikan HIPMI PT STIE Yasa Anggana Garut Masa Bakti 2022-2025

Discussion about this post

KabarTerbaru

Yuda Puja Turnawan: Kemandirian Fiskal Jadi Kunci Agar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Setara UMR

21 Juli 2026
Foto: Istimewa

16 Tahun Menanti Penyelesaian, Kelompok Tani Bosowa Tuntut Ganti Rugi Lahan 137,5 Hektare kepada PT KPC

21 Juli 2026

Potensi Kebakaran, Pemkot Tangsel Himbau Masyarakat Tidak Melakukan Pembakaran Sampah Secara Terbuka

21 Juli 2026

Bupati Garut Dorong Klinik Utama Rotinsulu Tingkatkan Sosialisasi Layanan Kesehatan kepada Masyarakat

21 Juli 2026

Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Negara Rp14,2 Miliar dari Perkara Pinjol

21 Juli 2026

Retakan Bernegara Mulai Terlihat

21 Juli 2026

Rahasia Negara dan Kedewasaan Publik

21 Juli 2026

Lukman Edy: P2N Jadi Rumah Besar Pengusaha Nahdliyin untuk Perkuat Ekonomi Nasional

21 Juli 2026

Dewan Pers Sesalkan Sikap Hotman Paris, Tegur Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

21 Juli 2026

Respons Istana soal Kasus Febrie: Penegakan Hukum Berjalan Tanpa Intervensi Presiden

21 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

    Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Manusia Jadi Komoditas Menghilang: Belajar Pasar dari Jepang yang Suka “Menguap”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Lengkap Mayor Teddy: dari Taruna Nusantara hingga Ranger School, Kini Berpangkat Letkol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WPR dan IPR di Bangka Belitung: Solusi Tata Kelola atau Perpanjangan Ketergantungan pada Timah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Baik! RS Medina Garut Rekrut 99 Peserta Program Magang Nasional Kemenaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Subianto Perlu Mengevaluasi Dugaan Kebocoran Informasi Pertemuan Terkait Febri Adriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Tuduhan Penggelapan dan Penipuan Dr.Andi Kusuma,S.H.M.kn., CTL.,Resmi SP3D

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com