• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Februari 26, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Syahganda dan Bukunya; Nasib Tapol Orde Oligarki

Redaksi oleh Redaksi
19 Februari 2022
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare
oleh
Andrianto
Ketua GERPOL (Gerakan Reformasi Politik) Indonesia

Kabariku- Di era penuh represif Orde Baru, setiap kota punya senior yang di tuakan menjadi mentor aktivis era 80an-90an.

Syahganda untuk Kota Bandung…
Pengenalan nama Syahganda sudah tidak asing serasa familiar di telinga, apalagi Kami sesama Tapol, bedanya saya di Rutan Salemba Jakarta beliau di Rutan Kebon Waru Bandung.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Perjumpaan pertama terjadi di kantor HUMANIKA di bilangan Tendean Jaksel sekitar th 96 an saat Beliau baru dari pengembaraan di Belanda.

RelatedPosts

PDI Perjuangan Buka Data APBN Rp223 Triliun untuk MBG, Pemerintah: Anggaran Pendidikan Tak Dipangkas

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

Saya sudah jadi Ketua Humanika menggantikan Bang Bursah Zarnubi tokoh HMI sekaligus Pendiri Humanika. Diskusi intens sampe subuh hari menguatkan hati bahwa Orba di titik akhir..

Syahganda faham Geostrategis Internasional mirip Syahrir dan Hatta era tahun 1930-an yang menstimulasi tokoh perjuangan Sukarno dkk.

Sejak perjumpaan itu bagaikan dapat energi hingga Humanika makin intens sebagai poros perlawanan yang disegani rezim Orba.

Sebagai aktivis berlatar ITB Syahganda tidak eksklusif alias ITB sentris, peran penghubung dan katalisator semua simpul sangat cucok diperankannya.

Ketika ICMI berdiri dan bentuk lembaga Think Thank CIDES kadang sering berjumpa. Apalagi sekretaris Direktur Eksekutif Cides, Fatma bilang hanya saya dan Syahganda yang bisa ketemu tanpa janji dan protokoler dengan Direktur Eksekutif CIDES tiada lain Jumhur Hidayat.

Saat Orba runtuh dan Habibie naik kekuasaan, kami seiring sejalan karna landasan konstitusional semata. Meski diujung jalan terjadi keretakan ring 1 yang membuat Habibie tidak bertahan lama. Saya Korlapnya almarhum Mahadi Sinambela tokoh Golkar yang pernah jadi Menpora Gus Dur.

Baca Juga  PP PMKRI Menyelenggarakan Kegiatan Jambore Kewirausahaan dan Kebangsaan 2023

Era Gus Dur dan Mega jarang berjumpa lagi, Kami sibuk urusan domestik meski sesama oposan keduanya.

Saat SBY kuasa Syahganda adalah pendukung utama sehingga kursi empuk Komisaris Pelindo pernah dijabatnya. Saya menjadi dekat lagi karna masuk ke Pelindo Sebagai Staf Ahli Dirut 6 bulan/awal 2010 dan setelah itu Komisaris PT JICT (Jakarta Internasional Container Terminal) anak usaha Pelindo terbesar selama 5 tahun/2010-2015.

Ketika Pilpres 2014, Kami mendukung Prabowo dan Hatta Rajasa karna faktor kedekatan dengan Hatta Rajasa. Kami saat itu baik waktu Mensesneg dan Menko Perekonomian sangat intens berkomunikasi dan metting dengan Hatta Rajasa.

Disamping kami merasa cocok dengan Platform Prabowo-Hatta Rajasa yang pro kedaulatan bangsa. Di Pilpres berikutnyapun sama pilihan.

Sampe akhirnya kami berinisiasi membentuk KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia).

Saya sebagai Ketua Panitia Deklarasi KAMI 18/8/2020 penuh jalan terjal sebagai embrio oposisi terkuat dan ditakuti rezim Jokowi.

Syahganda yang didaulat menjadi Sekretaris Eksekutif makin kritis dengan tulisan tulisan yang bernas dan berisi.
Wajar beliau Doktor Kesejahtraan Sosial Fisip ke 16 dari Universitas Indonesia.
Kampus bukan kaleng kaleng….

KAMI menjadi TO rezim Jokowi yang di periode ke 2-nya makin otoriter dan bernafsu memenjarakan suara suara kritis.

Saat itulah Syahganda melontarkan kritik via Twiter UU OMNIBUSLAW

Penolakan publik dimanifes dalam aksi demonstrasi yang massif sampe ke kota kota kecil se Nusantara.

Saya berkesimpulan Aksi penolakan terhadap UU Omnibus Law adalah aksi terbesar setelah penggulingan Gus Dur/tahun 2001.

Tentu ini menampar muka rezim Jokowi dimata publik Internasional.

Bagaimana mungkin produk UU OmnibusLaw untuk menarik Investor justru di tolak rakyatnya sendiri.

Jadi pengkambing hitaman yang pas memang KAMI (Koalisi Aksi menyelamatkan indonesia) Syahganda sangat seksi dikriminalisasi sekaligus bikin effect deterence kepada Aktivis KAMI lainnya.

Baca Juga  Habib Syakur Sebut Keadilan Yosua Tinggal di Tangan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Selama persidangan di PN Depok terbukti para Jaksa tidak mampu membuktikan benang merah Syahganda terhadap Aksi aksi kekerasan dan keonaran.

Tuntutan 6 tahun pun hanya tuk nutupi malu institusi penegak hukum yang sekedar menjalankan Order.

Namun entah dapat wangsit bahwa MahKamah Konstitusi akan membatalkan UU OMNIBUSLAW,, Hakim PN Depok hanya jatuhkan hukuman 10 bulan penjara seakan di cocokan masa tahanan.

Jadi Pengalaman Syahganda inilah yang di tuangkannya dalam buku
Menggugat : Indonesia Menggugat
Terdiri dari 3 episode setebal 224 halaman.

Saya sudah baca, sangat menggugah referensi terhadap jalannya ke Indonesiaan yang sudah masuki tahun ke 76 ini.

Lao Tse berujar masa genting kekuasaan berumur 100 th.
Banyak yang rontok setelah 100 tahun seperti era dinasti zaman kerajaan kuno atau di zaman modern, seperti UNI SOVIET, YUGOS SLAVIA, CEKO & Slowakia, SUDAN, YAMAN dll.
Yang bubar atau terpecah belah…

Syahganda dalam bukunya ingin memberi warning kepada pemegang kuasa.
Kekuasaan yang sekuat apapun apabila menyimpang tunggulah saat jatuh atau terjatuhkan.

Buku Syahganda ini mendapat perhatian besar dari pengantar buku yakni: Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, tokoh oposisi nomor satu saat ini juga Prof Din Syamsudin/mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Teguh Santoso/ketua siber media, serta tak kalah pentingnya dari Jumhur Hidayat Ketua Umum KSPSI Organ buruh tertua dan terbesar di Indonesia.

Sehingga buku ini harus disebarluaskan sebagai cerminan wajah terkini ke Indonesia Kita…

Bsd City, 19 Februari 2022

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Gerakan Reformasi Politik IndonesiaKAMIKoalisi Aksi Menyelamatkan IndonesiaMenggugat : Indonesia MenggugatSyahganda
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Peristiwa Desa Wadas, Ketua IPW: Kapolri Sedang Diuji untuk Memotong “Kepala Ikan Busuk”

Post Selanjutnya

Rapat Paripurna ke-16, Ketua DPR RI Puan Maharani Sambut Baik Penetapan Anggota KPU dan Bawaslu Terpilih

RelatedPosts

PDI Perjuangan Buka Data APBN Rp223 Triliun untuk MBG, Pemerintah: Anggaran Pendidikan Tak Dipangkas

26 Februari 2026
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung saat dimintai keterangan terkait insiden mobil ugal-ugalan di Gunung Sahari. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

26 Februari 2026
Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Panggil Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3

25 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Ini Alasannya

24 Februari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: Humas KPK)

Dalami Suap Proyek Kereta, KPK Butuh Keterangan Eks Menhub Budi Karya Sumadi

24 Februari 2026
Post Selanjutnya

Rapat Paripurna ke-16, Ketua DPR RI Puan Maharani Sambut Baik Penetapan Anggota KPU dan Bawaslu Terpilih

Kementerian ATR/BPN Berikan Kemudahan untuk Sertifikasi dan Informasi Pertanahan Melalui 'Sentuh Tanahku'

Discussion about this post

KabarTerbaru

Impor 105 Ribu Mobil Operasional KDMP Ditangguhkan, Menkeu Ikuti Arahan DPR

26 Februari 2026

PDI Perjuangan Buka Data APBN Rp223 Triliun untuk MBG, Pemerintah: Anggaran Pendidikan Tak Dipangkas

26 Februari 2026

Yayasan Kemala Bhayangkari Bangun SDM Unggul Lewat Sekolah Unggulan dan Program Gizi Nasional

26 Februari 2026

ICW Surati KPK: Waspadai Potensi Konflik Kepentingan Pengelolaan 1.179 Dapur MBG Polri

26 Februari 2026

Akselerasi Pembangunan Melalui Teknologi, Bupati Garut Gandeng BRIN Perkuat Riset dan Inovasi Daerah

26 Februari 2026

Bahas Pembangunan Pelabuhan Cilautereun, Bupati Garut Temui DKP Provinsi Jawa Barat

26 Februari 2026
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung saat dimintai keterangan terkait insiden mobil ugal-ugalan di Gunung Sahari. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Mobil Ugal-ugalan Tabrak Sejumlah Kendaraan di Gunung Sahari, Warga Kepung Pelaku

26 Februari 2026

Polres Garut Ajak Masyarakat Manfaatkan SuperApp PRESISI Polri, Wujudkan Pelayanan Cepat dan Humanis

25 Februari 2026
Ilustrasi sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi/MK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Menguji Syarat Calon Pimpinan KPK: Pemohon Soroti Peluang TNI-Polri Aktif

25 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com