• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 5, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Seni Budaya

“Sorry Agnez Monica!”

Redaksi oleh Redaksi
28 November 2019
di Seni Budaya
A A
0
ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Ini contoh paling sempurna bagaimana rasa keindonesiaan luntur saat berhadapan dengan bangsa lain. Mungkin, bagi Agnez Monica, mengaku menjadi bagian bangsa Indonesia akan merendahkan derajat dirinya. Ia lupa bahwa ia lahir, makan, minum, berak (maaf), mengais rejeki, meniti karir, dan bahkan (mungkin) masih memegang paspor Indonesia saat pergi ke mana-mana. Perlu dicek.

Betul, memang banyak masalah yang sedang mendera negeri ini. Banyak yang harus diselesaikan agar bangsa ini mampu tegak berdiri menjadi bangsa yang makmur, cerdas, dan bermartabat.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik
Imam Prasojo

Bagi seorang pejuang, bukan pecundang, semua masalah itu akan dijadikannya sebagai tantangan yang harus ikut ia diselesaikan. Ia akan terus gigih memperjuangkan apa yang sejak awal dicita-citakan para pendiri negeri. Sesulit apapun! Sebaliknya, buat pecundang yang tak tahan melihat kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi negeri ini, ia akan coba lari dari kenyataan. Alih alih ikut berjuang, ia akan coba “numpang gratisan” melekatkan dirinya pada identitas bangsa lain. Kalau anda pernah lihat film “Susi Susanti: Love All”, ini gambaran kebalikannya.

RelatedPosts

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

Saya bayangkan, orang seperti ini, saat melakukan perjalanan ke luar negeri, bisa jadi paspor berbungkus lambang Garuda yang ia pegang, ia tutupi dengan sapu tangan saat antri menuju loket immigrasi. Ia malu dan rendah diri menerima kenyataan. Inikah ciri-ciri pengidap “the Denial Syndrome”?

Coba dengar apa yang ia ucapkan dengan penuh kebanggaan dalam bahasa Inggris.

Baca Juga  1 Sura 1958: Penanggalan Saka Sunda Diperingati Masyarakat Akur Sunda di Kampung Adat Sunda Wiwitan Garut

“I actually don’t have Indonesian blood whatsoever” (Saya sesungguhnya sama sekali tak memiliki darah Indonesia).

Kemudian, dia pun menyebut dirinya lebih sebagai bagian keturunan German, Jepang, China. Ia menyebut bahwa ia hanya kebetulan lahir di Indonesia.

Sungguh apa yang diucapkan Agnez Monica, adalah contoh sempurna bagaimana rasa rendah diri melekat dalam dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Mungkin, Agnez Monica lupa sumbangan Indonesia yang lain, yang membuat darah yang mengalir dalam tubuhnya lancar mengalir. Semoga cetusan ini sekedar cetusan kegenitan dan kekhilafan. Semoga kata-kata ini hanya loncatan kata-kata yang harusnya tak perlu keluar dari bibirnya, sehingga menimbulkan salah tafsir bagi pendengarnya.

Terimakasih Agnez. Anda telah memberi pelajaran berharga tentang arti penting rasa kebangsaan. Anda juga berjasa telah mengajari anak-anak muda lain tentang arti rasa percaya diri dan harga diri, bukan rendah diri, sebagai bagian dari bangsa.

Semoga anda terus berkembang dalam berkarir di bumi Indonesia, yang kebetulan jadi tempat kelahiran anda. Dan semoga Ibu Pertiwi tetap ikhlas dijadikan “sekedar sandaran hidup” yang ternyata tak berarti apa apa.

Sorry Agnez, I have to say it. “Damn it!” (*)

Imam Prasojo, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Indonesia

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Agnez MonicaImam Prasojo
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Soal Pemekaran, Majelis Rakyat Papua : Perbaikan Penghidupan Masyarakat Lebih Utama

Post Selanjutnya

Pria Asal Malang Jebolan S-2 Ini Jadi Tukang AC di Australia, Penghasilannya Rp 1,9 M

RelatedPosts

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

2 Desember 2025

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

6 Oktober 2025
Wamenpar Ni Luh Puspa berkesempatan mencoba proses menenun Sekomandi dengan alat tenun tradisional gedogan, Dalam kunjungan kerja ke Rumah Tenun Sekomandi, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/8/2025)./Kemenpar

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

30 Agustus 2025
Ibu-ibu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengenakan kebaya untuk merayakan Hari Kebaya Nasional 2025/ Dok Pemprov Sumatera Selatan

24 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional, Ini Ciri Khas Kebaya Indonesia dan Negara Tetangga

24 Juli 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Pemerintah Tetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Menbud Fadli Zon Ungkap Alasannya

20 Juli 2025

Dari Gayo Salman Yoga S Tulis Buku Langka di Indonesia

4 Juni 2025
Post Selanjutnya
Didin Andijaya, pria asal Malang, kini tinggal di Sydney Australia (Foto: abc.net.au)

Pria Asal Malang Jebolan S-2 Ini Jadi Tukang AC di Australia, Penghasilannya Rp 1,9 M

Gugatan UU KPK Salah Objek, MK Tolak Permohonan Penggugat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq memakai baju tahanan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Buka Peluang Jerat PT RNB Milik Keluarga Bupati Pekalongan sebagai Tersangka Korporasi

5 Maret 2026
Bupati Pati, Sudewo mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Bongkar Dugaan “Main Mata” di Balik Pengisian Jabatan Desa Pati

5 Maret 2026
Alek Sianipar (Mahasiswa Doktoral FH Universitas Bhayangkara Jaya)

Strategi Indonesia dalam Dinamika Geopolitik Global: Antara BRICS, Diplomasi Perdamaian, dan Politik Bebas Aktif

5 Maret 2026

Polres Garut Bedah Dua Rumah Warga, Kapolres Serahkan Kunci Hunian Layak di Banyuresmi dan Karangpawitan

5 Maret 2026
Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Perkim Cianjur Dukung Penuh ASN BerSINAR Majukan Pasar Rakyat

5 Maret 2026

Pastikan MBG 3B Tersalurkan Optimal, Menteri Wihaji Temui Ratusan TPK di Cianjur

5 Maret 2026
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring langsung terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah Garut bagian selatan Diskominfo Kab. Garut

Pemkab Garut Kaji Dua Opsi Jalur Penghubung Selatan, Usulkan Dukungan ke Pemerintah Pusat

5 Maret 2026
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq/IST

KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp19 Miliar ke Keluarga Bupati Pekalongan dalam Kasus Outsourcing

5 Maret 2026
Gelandang Persib Mack Klok

Marc Klok Minta PERSIB Bangkit dan Fokus Laga Berikutnya Melawan Persik

5 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Penyalahgunaan APBDes 2025, Pemdes Mekarjaya Pastikan Tak Ada Temuan Penyimpangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ayo Berpartisipasi! KPK Lelang Mobil dan Barang Branded, Cek Jadwal dan Harga Limitnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Terdakwa Dituntut Bersalah di Perkara Korupsi Pembiayaan Fiktif Telkom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rudal Iran Hancurkan Kantor PM Israel dan Kondisi Netanyahu Belum ditentukan, inilah Faktanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com