• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 4, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Seni Budaya

“Sorry Agnez Monica!”

Redaksi oleh Redaksi
28 November 2019
di Seni Budaya
A A
0
ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Ini contoh paling sempurna bagaimana rasa keindonesiaan luntur saat berhadapan dengan bangsa lain. Mungkin, bagi Agnez Monica, mengaku menjadi bagian bangsa Indonesia akan merendahkan derajat dirinya. Ia lupa bahwa ia lahir, makan, minum, berak (maaf), mengais rejeki, meniti karir, dan bahkan (mungkin) masih memegang paspor Indonesia saat pergi ke mana-mana. Perlu dicek.

Betul, memang banyak masalah yang sedang mendera negeri ini. Banyak yang harus diselesaikan agar bangsa ini mampu tegak berdiri menjadi bangsa yang makmur, cerdas, dan bermartabat.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik
Imam Prasojo

Bagi seorang pejuang, bukan pecundang, semua masalah itu akan dijadikannya sebagai tantangan yang harus ikut ia diselesaikan. Ia akan terus gigih memperjuangkan apa yang sejak awal dicita-citakan para pendiri negeri. Sesulit apapun! Sebaliknya, buat pecundang yang tak tahan melihat kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi negeri ini, ia akan coba lari dari kenyataan. Alih alih ikut berjuang, ia akan coba “numpang gratisan” melekatkan dirinya pada identitas bangsa lain. Kalau anda pernah lihat film “Susi Susanti: Love All”, ini gambaran kebalikannya.

RelatedPosts

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

Saya bayangkan, orang seperti ini, saat melakukan perjalanan ke luar negeri, bisa jadi paspor berbungkus lambang Garuda yang ia pegang, ia tutupi dengan sapu tangan saat antri menuju loket immigrasi. Ia malu dan rendah diri menerima kenyataan. Inikah ciri-ciri pengidap “the Denial Syndrome”?

Coba dengar apa yang ia ucapkan dengan penuh kebanggaan dalam bahasa Inggris.

“I actually don’t have Indonesian blood whatsoever” (Saya sesungguhnya sama sekali tak memiliki darah Indonesia).

Baca Juga  Rampak Sarinah Gelar Parade Budaya Serukan Penetapan Hari Kebaya Nasional

Kemudian, dia pun menyebut dirinya lebih sebagai bagian keturunan German, Jepang, China. Ia menyebut bahwa ia hanya kebetulan lahir di Indonesia.

Sungguh apa yang diucapkan Agnez Monica, adalah contoh sempurna bagaimana rasa rendah diri melekat dalam dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Mungkin, Agnez Monica lupa sumbangan Indonesia yang lain, yang membuat darah yang mengalir dalam tubuhnya lancar mengalir. Semoga cetusan ini sekedar cetusan kegenitan dan kekhilafan. Semoga kata-kata ini hanya loncatan kata-kata yang harusnya tak perlu keluar dari bibirnya, sehingga menimbulkan salah tafsir bagi pendengarnya.

Terimakasih Agnez. Anda telah memberi pelajaran berharga tentang arti penting rasa kebangsaan. Anda juga berjasa telah mengajari anak-anak muda lain tentang arti rasa percaya diri dan harga diri, bukan rendah diri, sebagai bagian dari bangsa.

Semoga anda terus berkembang dalam berkarir di bumi Indonesia, yang kebetulan jadi tempat kelahiran anda. Dan semoga Ibu Pertiwi tetap ikhlas dijadikan “sekedar sandaran hidup” yang ternyata tak berarti apa apa.

Sorry Agnez, I have to say it. “Damn it!” (*)

Imam Prasojo, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Indonesia

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Agnez MonicaImam Prasojo
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Soal Pemekaran, Majelis Rakyat Papua : Perbaikan Penghidupan Masyarakat Lebih Utama

Post Selanjutnya

Pria Asal Malang Jebolan S-2 Ini Jadi Tukang AC di Australia, Penghasilannya Rp 1,9 M

RelatedPosts

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

26 April 2026

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

2 Desember 2025

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

6 Oktober 2025
Wamenpar Ni Luh Puspa berkesempatan mencoba proses menenun Sekomandi dengan alat tenun tradisional gedogan, Dalam kunjungan kerja ke Rumah Tenun Sekomandi, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/8/2025)./Kemenpar

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

30 Agustus 2025
Ibu-ibu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengenakan kebaya untuk merayakan Hari Kebaya Nasional 2025/ Dok Pemprov Sumatera Selatan

24 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional, Ini Ciri Khas Kebaya Indonesia dan Negara Tetangga

24 Juli 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Pemerintah Tetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Menbud Fadli Zon Ungkap Alasannya

20 Juli 2025
Post Selanjutnya
Didin Andijaya, pria asal Malang, kini tinggal di Sydney Australia (Foto: abc.net.au)

Pria Asal Malang Jebolan S-2 Ini Jadi Tukang AC di Australia, Penghasilannya Rp 1,9 M

Gugatan UU KPK Salah Objek, MK Tolak Permohonan Penggugat

Discussion about this post

KabarTerbaru

Tantangan Nanik S. Deyang: Menata Ulang Arah dan Integritas Program MBG

4 Juni 2026

Pembekalan Lemhannas 2026, Wapres Gibran Minta Birokrasi Adaptif dan Bebas Ego Sektoral

3 Juni 2026

Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

3 Juni 2026
Kejagung menahan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo.(Istimewa)

Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

3 Juni 2026

Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aktivis 98 Garut Soroti Pengelolaan TPA Pasir Bajing

3 Juni 2026

FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

3 Juni 2026

PWI dan IPB Rancang Beasiswa S2 Wartawan, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pers

3 Juni 2026

Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Pemberdayaan di Masyarakat

3 Juni 2026
Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN terkait dugaan praktik jual beli titik dapur MBG.(Istimewa)

Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

3 Juni 2026

Istana Angkat Bicara soal Lawatan Presiden ke Luar Negeri, Ini Penjelasan Seskab Teddy

2 Juni 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbongkar! Alasan di Balik Pencopotan Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Diselidiki, Kejagung Periksa Sejumlah Pejabat BGN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FSP BUMN IRA Desak Danantara Evaluasi Pejabat BUMN yang Belum Tuntaskan Hak Pekerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo Rombak Pimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Bantah Kena OTT, Kejagung Ungkap Sony Sonjaya Terafiliasi Tiga Yayasan hingga Intervensi Verifikasi SPPG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senyum dan Gandengan Tangan Prabowo-Megawati di Hari Lahir Pancasila: Simbol Persatuan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com