• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Januari 21, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Gambit Gagal Agus Lenon

Redaksi oleh Redaksi
12 Januari 2020
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Oleh Hamid Basyaib

Advertisement. Scroll to continue reading.

RelatedPosts

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

(Semoga Mas Agus Eddy Santoso (Dept. Komunikasi dan Informasi PB HMI 83-86) husnul khatimah. Aamiin..!)

KABARIKU – Kami akan bertanding catur, Sabtu pagi ini. Agus Edy Santoso dan saya terdaftar di antara 30an pecatur amatir yang diundang berlaga untuk memperebutkan “Malari Cup” — tentu saja yang akan membuka adalah lurah Malari yang tak pernah terlihat main catur, Hariman Siregar.

Panitia tiap waktu memperbarui info di seputar pertandingan. Peserta tidak boleh telat. Kaos dan topi sudah disiapkan. Makanan sesuai jumlah peserta pun disiagakan di lokasi, restoran Pempekita milik aktifis lima jaman, Bursah Zarnubi.

“Jika peserta berhalangan, mohon infokan kami,” kata salah satu pengumuman panitia.

“Siap!” begitu saya selalu menjawab.

Baru saja saya putuskan: seandainya turnamen tetap dilanjutkan, saya mohon maaf: saya mengundurkan diri. Beberapa menit sebelumnya saya mendapat kabar yang memukul keras jantung saya: Agus Lenon harus membatalkan partisipasinya dalam turnamen. Saya pun merasa tidak sanggup bertanding dengan absennya sahabat yang tak cukup sering saya temui tapi selalu hangat dalam situasi apa pun.

*

Kadang kami bermain catur di rumah saya. Pulang lewat tengah malam, Agus bisa menjalankan hobi lamanya: kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki.


Tapi kami lebih sering hanya menjalankan psywar — saling mengejek dan manantang tanding, tanpa kemudian bisa sungguh-sungguh bertemu.

Kadang Agus mengontak saya hanya untuk mengkonfirmasi suatu berita baik. Kami saling tahu bahwa “ideologi” kami berbeda, tak jarang bertentangan, tapi saya selalu mensyukuri kehangatan pertemanan kami yang berakar nun di Jogja sana.

Baca Juga  Habib Syakur Yakin Nilai-Nilai Pancasila Bisa Diselesaikan Semua Persoalan Bangsa

Seperti perkawanan kaum aktifis mahasiswa umumnya, saya sudah lupa kapan kami berkenalan. Tapi kemudian yang paling menonjol bagi saya: Agus pemasok bahan-bahan bacaan yang tidak mungkin kami dapatkan melalui saluran terang.

Sebagai aktifis Jogja yang pindah ke Jakarta sebelum lulus (dari IAIN Sunan Kalijaga; pindah ke kantor PB HMI di Jalan Diponegoro), Agus dalam waktu singkat masuk dalam jaringan pertemanan aktifis Jakarta yang punya akses kuat pada bacaan-bacaan leftist, dan dengan itu kedatangannya ke Jogja sering kami rindukan.

Kadang ia mampir untuk berbincang sampai subuh di kamar kos saya. Dan dengan badannya yang besar dan kekar, ia tak pernah terlihat kepayahan dengan tas pundak besar yang mudah ditebak sebagian besar isinya: bacaan-bacaan panas tentang politik “alternatif” yang harus dibagi-bagikannya kepada orang-orang yang menurut dia perlu membacanya.

Perangai sehari-hari Agus Lenon (nama ini terus terpatri bahkan jauh setelah ia tak lagi memakai kacamata bundar ala John Lenon), berlawanan dengan semangat revolusioner dan “perubahan struktural” yang konstan ia nyalakan sejak lama. Agus tak pernah sekali pun terlihat marah. Ia bahkan selalu menyelingi percakapan apapun dengan seringai dan suara kekehnya yang seakan keluar dari hidungnya.

*

Ia seperti tak sengaja terlempar ke Jakarta karena terpilih menjadi personel Pengurus Besar HMI. Di sana ia terlibat dalam pembuatan media internal yang baru saja diterbitkan. Agus dipandang salah satu dari sedikit aktifis yang berbakat menulis. Dinamika aktifisme Jakarta yang jauh lebih hangat dan memompa adrenalis kemudian membuatnya mencari segala cara agar ia tak perlu lagi kembali ke Jogja — apalagi ke kampung halamannya di Situbondo.

Agus memang kemudian cukup menekuni penulisan dan perbukuan. Di luar dugaan banyak sahabatnya, ia juga dokumenter yang baik. Begitulah, ternyata ia menyimpan rapi makalah-makalah Nurcholish Madjid, misalnya, lalu mengeditnya menerbitkan kumpulan tulisan Cak Nur yang mengejutkan dan menjadi buku-laris dalam waktu singkat: “Islam: Keindonesiaan dan Kemodernan”.

Baca Juga  Catatan Marlin 'Tragedi Kanjuruhan'

Tapi Agus jelas bukan pembaca buku-buku teori catur. Ia bermain tanpa “metodologi”; ia mungkin hapal beberapa pembukaan standar dan karenanya selalu memulai dengan cepat, terutama jika ia memegang buah putih.

Di permainan tengah, Agus sering harus lama hanya mampu mendengus sambil merapikan letak kacamatanya. Lalu melangkah ragu-ragu, membuat posisi lemahnya semakin berat — dan kalah telak. Lalu dengan cepat ia akan menyusun bidak dan lain-lain untuk babak baru.

*

Sejak setahun terakhir ia dua-tiga kali masuk rumah sakit untuk problem jantungnya. Belakangan ia menggunduli habis rambutnya, tapi matanya tetap seperti 30an tahun silam: memancarkan optimisme dan menyiratkan senyum.

Dua pekan lalu ia bertanya melalaui WA: “Mid, apa di foto profilmu itu anakmu?” Ya, ia baru lewat 11 tahun, dan bersekolah di Bali. Ia memuji Alma. Lalu mengirim foto anaknya sendiri — juga perempuan, juga seusia anak saya.

Itu adalah sisi lain Agus yang kurang saya perhatikan tapi tidak mengejutkan bagi saya. Rasa kasih dan cintanya pada anaknya tentulah kelanjutan saja dari kebaikan hatinya pada teman, pada siapa saja, dengan pertimbangan tunggal: bahwa mereka semua adalah manusia.

Malam ini langkah Agus di permainan akhir terhenti. Ia ragu-ragu. Ia berpikir sekali lagi. Tapi ia tak pernah melanjutkan permainan sampai selesai.

Sorry, Gus, kali ini kau kalah lagi. Tapi itu tidak berarti saya adalah pemenang yang gembira. Saya rasa kekalahanmu juga kekalahan saya.

Saya bahkan tidak mampu melihat papan dengan jelas. Terlalu banyak air yang menghalangi pandangan saya. *

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Hamid Basyaib
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mari Pangestu Jadi Direktur Bank Dunia Mulai Maret 2020

Post Selanjutnya

Tiga Warga Tangerang Tenggelam di Pantai Cijeruk Garut

RelatedPosts

Ilustrasi mata uang Dolar (Foto: Istimewa)

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

20 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026

Mencegah Politisasi Reformasi Polri

7 Januari 2026
Idham Azis kedua dari kanan (disamping Ahmad Dofiri) sesaat setelah Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi bersama sejumlah organisasi kelompok masyarakat di Lounge Adhi Pradana, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Selasa (18/11)

Aktualisasi Pesan Kapolri Idham Azis

29 November 2025
ilustrasi

Coretax: Digitalisasi Pajak yang Dipaksakan?

28 November 2025

BBM Oplosan di SPBU Resmi: Tanggung Jawab Siapa?

24 November 2025
Post Selanjutnya
Petugas dan warga berhasil mengevakuasi jenazah salah satu korban Pantai Cijeruk, Garut. (*)

Tiga Warga Tangerang Tenggelam di Pantai Cijeruk Garut

In Memoriam Agus Edy Santoso: Agus, Wong Cilik, dan Muhammadiyah

Discussion about this post

KabarTerbaru

RUPSLB PGEO 2026: Ahmad Yani Resmi Gantikan Julfi Hadi sebagai Direktur Utama

21 Januari 2026
Mantan Jurubicara KPK, Ali Fikri (tengah) meraih gelar doktor di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin, 19 Januari 2026

Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum, Disertasi Angkat Konsep Restitusi Korban Korupsi

20 Januari 2026
Dosen UMJ sekaligus Ahli Linguistik Forensik, Dr. J. Anhar Rabi Hamsah Tis’ah, M.Pd., bersama Presiden & Mendiktisaintek di Istana Negara

Momen Bermakna di Istana, Presiden Prabowo Terima Buku “Jejak Bahasa di Dunia Maya” Karya Dosen UMJ

20 Januari 2026
Kombel Sakti Graksi SMPN 3 Karangtengah Cianjur

Tim Penggerak Literasi SMPN 3 Karangtengah di Cianjur Gelar Sosialisasi Graksi pada Pertemuan Kombel

20 Januari 2026
Bupati Pati, Sudewo memakai rompi orange saat akan menuju mobil tahanan KPK. Selasa malam (20/1). (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Miris, Bupati Sudewo Peras Uang Perangkat Desa. Ini Kronologinya.

20 Januari 2026
Bupati Pati, Sudewo resmi jadi tersangka  dengan mengenakan rompi orange KPK. Selasa (20/1). (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Bupati Sudewo Resmi Ditetapkan Tersangka KPK

20 Januari 2026
Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Garut H. Yayan Gunawan memimpin rapat koordinasi terkait tindak lanjut perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani tembakau melalui dana DBHCHT.

Rapat Koordinasi DBHCHT, Pemkab Garut Pastikan Kartu BPJS Petani Tembakau Tepat Sasaran

20 Januari 2026
Ilustrasi mata uang Dolar (Foto: Istimewa)

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

20 Januari 2026
Aliansi Jaringan Aktifis 98 Untuk Transformasi Indonesia menggelar diskusi publik bertajuk "Jampidsus Jadi Terlapor, Presiden Tersandera?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/1). (Foto: Dok. Kabariku.com)

Eks Penyidik KPK Jelaskan Mekanisme Pencabutan Blokir Rekening dalam Perkara Korupsi

20 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Tommy Soeharto dan Ida Iasha

    Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN-Universitas Pancasila Perkuat P4GN, Kepala BNN: Kampus Benteng Moral Berbasis Nilai Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asosiasi Industri Plastik Hilir Soroti Dampak Kebijakan BMAD dan BMTP pada Industri Plastik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Immanuel Ebenezer Didakwa Pemerasan Rp6,52 Miliar: Sebuah “Tradisi” Pungutan di Kemnaker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunjungi Garut, Menkop Ferry Juliantono Apresiasi Sinergi Kopdes Merah Putih dan Perhutanan Sosial Karamatwangi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com