• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Gambit Gagal Agus Lenon

Redaksi oleh Redaksi
12 Januari 2020
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Oleh Hamid Basyaib

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

RelatedPosts

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

Cukup Sebagai Mitra Strategis, Kompolnas Tidak Perlu Kewenangan Eksekutorial

Lawan Fitnah, Jaga Agenda Rakyat

(Semoga Mas Agus Eddy Santoso (Dept. Komunikasi dan Informasi PB HMI 83-86) husnul khatimah. Aamiin..!)

KABARIKU – Kami akan bertanding catur, Sabtu pagi ini. Agus Edy Santoso dan saya terdaftar di antara 30an pecatur amatir yang diundang berlaga untuk memperebutkan “Malari Cup” — tentu saja yang akan membuka adalah lurah Malari yang tak pernah terlihat main catur, Hariman Siregar.

Panitia tiap waktu memperbarui info di seputar pertandingan. Peserta tidak boleh telat. Kaos dan topi sudah disiapkan. Makanan sesuai jumlah peserta pun disiagakan di lokasi, restoran Pempekita milik aktifis lima jaman, Bursah Zarnubi.

“Jika peserta berhalangan, mohon infokan kami,” kata salah satu pengumuman panitia.

“Siap!” begitu saya selalu menjawab.

Baru saja saya putuskan: seandainya turnamen tetap dilanjutkan, saya mohon maaf: saya mengundurkan diri. Beberapa menit sebelumnya saya mendapat kabar yang memukul keras jantung saya: Agus Lenon harus membatalkan partisipasinya dalam turnamen. Saya pun merasa tidak sanggup bertanding dengan absennya sahabat yang tak cukup sering saya temui tapi selalu hangat dalam situasi apa pun.

*

Kadang kami bermain catur di rumah saya. Pulang lewat tengah malam, Agus bisa menjalankan hobi lamanya: kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki.


Tapi kami lebih sering hanya menjalankan psywar — saling mengejek dan manantang tanding, tanpa kemudian bisa sungguh-sungguh bertemu.

Kadang Agus mengontak saya hanya untuk mengkonfirmasi suatu berita baik. Kami saling tahu bahwa “ideologi” kami berbeda, tak jarang bertentangan, tapi saya selalu mensyukuri kehangatan pertemanan kami yang berakar nun di Jogja sana.

Baca Juga  Demokrasi dan Keadilan Sosial: Tantangan Menuju Kepemimpinan Baru 2024

Seperti perkawanan kaum aktifis mahasiswa umumnya, saya sudah lupa kapan kami berkenalan. Tapi kemudian yang paling menonjol bagi saya: Agus pemasok bahan-bahan bacaan yang tidak mungkin kami dapatkan melalui saluran terang.

Sebagai aktifis Jogja yang pindah ke Jakarta sebelum lulus (dari IAIN Sunan Kalijaga; pindah ke kantor PB HMI di Jalan Diponegoro), Agus dalam waktu singkat masuk dalam jaringan pertemanan aktifis Jakarta yang punya akses kuat pada bacaan-bacaan leftist, dan dengan itu kedatangannya ke Jogja sering kami rindukan.

Kadang ia mampir untuk berbincang sampai subuh di kamar kos saya. Dan dengan badannya yang besar dan kekar, ia tak pernah terlihat kepayahan dengan tas pundak besar yang mudah ditebak sebagian besar isinya: bacaan-bacaan panas tentang politik “alternatif” yang harus dibagi-bagikannya kepada orang-orang yang menurut dia perlu membacanya.

Perangai sehari-hari Agus Lenon (nama ini terus terpatri bahkan jauh setelah ia tak lagi memakai kacamata bundar ala John Lenon), berlawanan dengan semangat revolusioner dan “perubahan struktural” yang konstan ia nyalakan sejak lama. Agus tak pernah sekali pun terlihat marah. Ia bahkan selalu menyelingi percakapan apapun dengan seringai dan suara kekehnya yang seakan keluar dari hidungnya.

*

Ia seperti tak sengaja terlempar ke Jakarta karena terpilih menjadi personel Pengurus Besar HMI. Di sana ia terlibat dalam pembuatan media internal yang baru saja diterbitkan. Agus dipandang salah satu dari sedikit aktifis yang berbakat menulis. Dinamika aktifisme Jakarta yang jauh lebih hangat dan memompa adrenalis kemudian membuatnya mencari segala cara agar ia tak perlu lagi kembali ke Jogja — apalagi ke kampung halamannya di Situbondo.

Agus memang kemudian cukup menekuni penulisan dan perbukuan. Di luar dugaan banyak sahabatnya, ia juga dokumenter yang baik. Begitulah, ternyata ia menyimpan rapi makalah-makalah Nurcholish Madjid, misalnya, lalu mengeditnya menerbitkan kumpulan tulisan Cak Nur yang mengejutkan dan menjadi buku-laris dalam waktu singkat: “Islam: Keindonesiaan dan Kemodernan”.

Baca Juga  Lawan Keserakahan Elit Tua Rakus Pembajak Konstitusi!!

Tapi Agus jelas bukan pembaca buku-buku teori catur. Ia bermain tanpa “metodologi”; ia mungkin hapal beberapa pembukaan standar dan karenanya selalu memulai dengan cepat, terutama jika ia memegang buah putih.

Di permainan tengah, Agus sering harus lama hanya mampu mendengus sambil merapikan letak kacamatanya. Lalu melangkah ragu-ragu, membuat posisi lemahnya semakin berat — dan kalah telak. Lalu dengan cepat ia akan menyusun bidak dan lain-lain untuk babak baru.

*

Sejak setahun terakhir ia dua-tiga kali masuk rumah sakit untuk problem jantungnya. Belakangan ia menggunduli habis rambutnya, tapi matanya tetap seperti 30an tahun silam: memancarkan optimisme dan menyiratkan senyum.

Dua pekan lalu ia bertanya melalaui WA: “Mid, apa di foto profilmu itu anakmu?” Ya, ia baru lewat 11 tahun, dan bersekolah di Bali. Ia memuji Alma. Lalu mengirim foto anaknya sendiri — juga perempuan, juga seusia anak saya.

Itu adalah sisi lain Agus yang kurang saya perhatikan tapi tidak mengejutkan bagi saya. Rasa kasih dan cintanya pada anaknya tentulah kelanjutan saja dari kebaikan hatinya pada teman, pada siapa saja, dengan pertimbangan tunggal: bahwa mereka semua adalah manusia.

Malam ini langkah Agus di permainan akhir terhenti. Ia ragu-ragu. Ia berpikir sekali lagi. Tapi ia tak pernah melanjutkan permainan sampai selesai.

Sorry, Gus, kali ini kau kalah lagi. Tapi itu tidak berarti saya adalah pemenang yang gembira. Saya rasa kekalahanmu juga kekalahan saya.

Saya bahkan tidak mampu melihat papan dengan jelas. Terlalu banyak air yang menghalangi pandangan saya. *

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Hamid Basyaib
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mari Pangestu Jadi Direktur Bank Dunia Mulai Maret 2020

Post Selanjutnya

Tiga Warga Tangerang Tenggelam di Pantai Cijeruk Garut

RelatedPosts

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

8 Mei 2026
Foto Kantor Kompolnas : Istimewa

Cukup Sebagai Mitra Strategis, Kompolnas Tidak Perlu Kewenangan Eksekutorial

3 Mei 2026

Lawan Fitnah, Jaga Agenda Rakyat

3 Mei 2026

Kabur Saja ke Yaman: Humor, Kuasa, dan Delegitimasi Kritik

3 Mei 2026

Ruang Bagi Aktivis dan Purnawirawan

1 Mei 2026
ruang konferensi pers Istana Kepresidenan

Menguatkan Komunikasi Istana: Inspirasi Praktik Baik KPK

29 April 2026
Post Selanjutnya
Petugas dan warga berhasil mengevakuasi jenazah salah satu korban Pantai Cijeruk, Garut. (*)

Tiga Warga Tangerang Tenggelam di Pantai Cijeruk Garut

In Memoriam Agus Edy Santoso: Agus, Wong Cilik, dan Muhammadiyah

Discussion about this post

KabarTerbaru

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Gunakan “Maung” Karya Anak Bangsa di KTT ASEAN Filipina

8 Mei 2026
Sandri Rumanama meminta publik tidak berlebihan mendukung calon Kapolda di tengah rotasi jabatan Polri.(Istimewa)

Kursi Kapolda Malut, Sulteng, Sultra hingga Aceh Kosong, Rumanama Minta Publik Tak Tekan Kapolri

8 Mei 2026
Deklarasi Masyarakat Bulusan untuk melawan ketidak-adilan

Paguyuban Masyarakat Bulusan Sesalkan Putusan PTUN Semarang: Prona Mudah Dibatalkan Pengembang

8 Mei 2026

Gerakan Santri Madura Apresiasi Jenderal Dudung Tunjukan Sikap Negarawan Hadapi Serangan Verbal

8 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

8 Mei 2026
GP Ansor Jakut ingatkan etika kritik di tengah polemik Rizieq, Dudung, dan pidato Prabowo.(Istimewa)

Polemik Rizieq-Dudung Memanas, GP Ansor Jakut Minta Tokoh Agama Hentikan Narasi Provokatif

7 Mei 2026

Lepas 174 Jemaah Haji Kloter 22, Bupati Garut Minta Untuk Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

7 Mei 2026

Menteri LH Jumhur Dorong Percepatan PSEL Palembang, Target Operasi Oktober 2026

7 Mei 2026
dok Divhum Polri

Kakorlantas Polri Ajak Ojol Jadi Pelopor Keselamatan dalam Program Polantas Menyapa

7 Mei 2026

Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Presiden Prabowo Dilepas Wapres Gibran di Halim

7 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Letjen TNI Agus Widodo jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kemhan diisi Mayjen Bagus Suryadi.(Foto:Kemhan RI)

    Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terima Laporan KPRP, Reformasi Polri Masuk Fase Eksekusi hingga 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAUP FHUP Lantik Pengurus, Sayuti Abubakar Tekankan Jejaring dan Pelatihan Lulusan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026 dan 76 Tahun Hariman Siregar: Elegi Panjang Aktivis di Panggung Demokrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPW Desak Sidang Etik Penyidik Polres Depok, Dugaan Pemerasan hingga Kriminalisasi Buruh Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com