• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Agustus 7, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Yerikho Menurung: Persatuan Nasional Kunci Hadapi Ancaman Polarisasi Politik

Irfan Ardhiyanto oleh Irfan Ardhiyanto
22 Juni 2026
di News
A A
0
Dialog Persatuan Nasional IMC membahas tata kelola bangsa, Boni Hargen soroti konsistensi komunikasi pemerintah dan tantangan di sekitar kekuasaan,(Bemby/kabariku.com)

Dialog Persatuan Nasional IMC membahas tata kelola bangsa, Boni Hargen soroti konsistensi komunikasi pemerintah dan tantangan di sekitar kekuasaan,(Bemby/kabariku.com)

ShareSendShare ShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Pengamat politik Boni Hargens mengingatkan bahwa ancaman terbesar yang sedang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau dinamika politik elektoral. Menurutnya, polarisasi politik yang semakin tajam dan munculnya perpecahan di tengah masyarakat justru menjadi tantangan yang lebih mendasar bagi masa depan bangsa.

Hal itu disampaikan Boni saat menjadi pembicara dalam Dialog Persatuan Nasional yang digelar Indonesia Millennials Center (IMC) di Jakarta, Senin (22/6/2026). Forum tersebut dihadiri mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) dari wilayah Jabodetabek dan Banten.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Boni menilai dalam beberapa tahun terakhir ruang publik Indonesia diwarnai meningkatnya fragmentasi sosial yang berdampak pada melemahnya kohesi kebangsaan. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka akan berpengaruh terhadap stabilitas nasional dan efektivitas pemerintahan.

RelatedPosts

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

Irjen Pol Andry Wibowo: Universitas Kepolisian Jadi Investasi Strategis Lembaga Polri

Kuliah Umum di PKKMB UI, Kepala BNN RI Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

“Persatuan nasional itu menjadi isu terbesar hari ini. Faksionalisasi, perpecahan di dalam masyarakat sipil, polarisasi politik, itu terjadi secara vulgar belakangan dan itu yang membuat situasi ini tidak menentu,” kata Boni.

Menurutnya, perbedaan pandangan politik merupakan sesuatu yang normal dalam negara demokrasi. Namun persoalan muncul ketika perbedaan tersebut berkembang menjadi permusuhan sosial yang berkepanjangan dan menggerus semangat kebangsaan.

Karena itu, ia menilai seluruh elemen bangsa perlu kembali menempatkan persatuan nasional sebagai prioritas bersama. Pemerintah, masyarakat sipil, akademisi hingga kelompok pemuda dinilai memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga ruang demokrasi tetap sehat tanpa mengorbankan persaudaraan sesama anak bangsa.

Kritik Tetap Perlu, Pemerintah Harus Mau Mendengar

Baca Juga  PWI Jawa Barat Tegas Dukung Kepemimpinan Zulmansya Sakedang Hasil KLB

Dalam paparannya, Boni menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan berarti membungkam kritik. Ia menilai masyarakat tetap memiliki hak untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan menyampaikan keberatan apabila terdapat kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menunjukkan keterbukaan dalam menerima masukan serta memperbaiki pola komunikasi kepada publik.

Menurut Boni, banyak program pemerintah yang pada dasarnya memiliki tujuan baik, namun kerap menimbulkan polemik akibat lemahnya penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Dan tadi saya katakan di dalam pemaparan, komunikasi dari kelompok PR pemerintah juga harus diperbaiki supaya ada keselarasan antara kehendak rakyat dan niat baik pemerintah,” ujarnya.

Ia menilai komunikasi publik yang efektif menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus mengurangi munculnya kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik sosial.

Persatuan Harus Menjadi Pilihan Bersama

Boni menekankan bahwa persatuan nasional tidak akan terwujud hanya melalui slogan atau seremonial kebangsaan. Menurutnya, persatuan harus menjadi pilihan sadar yang terus dijaga oleh seluruh warga negara.

“Maka kita harus secara sadar untuk selalu memilih untuk bersatu sebagai sebuah Indonesia. Nah, di sinilah dasar untuk kita meyakini bahwa Indonesia akan selama-lamanya,” katanya.

Ia menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia hanya akan menjadi kekuatan apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen yang sama untuk menjaga persatuan di atas berbagai perbedaan politik, agama maupun latar belakang sosial.

MBG Dinilai Program Baik, Penyalahgunaan Harus Ditindak

Selain membahas isu persatuan nasional, Boni juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. Namun ia mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan masih menuai kritik dari sebagian masyarakat.

Baca Juga  Dosen Fakultas Hukum Ubhara Jaya Beri Penyuluhan Hukum Tentang Keadilan Restoratif di Polsek Pasar Rebo Jakarta

“Sebetulnya kan niat pemerintah itu sangat baik di dalam banyak program, seperti MBG dan sebagainya. Tetapi ada pelaksanaan yang menurut masyarakat itu bermasalah, lalu mereka menyampaikan protes,” tuturnya.

Meski demikian, Boni mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang menindak oknum yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan program tersebut.

“Dan langkah pemerintah sudah luar biasa melakukan penegakan hukum, menangkap beberapa oknum yang memang terlibat di dalam penyalahgunaan program MBG ini dan kita apresiasi itu,” lanjutnya.

IMC: Persatuan Nasional Jadi Modal Perbaikan Tata Kelola

Sementara itu, Direktur Indonesia Millennials Center (IMC), Yerikho Menurung, menegaskan bahwa perbaikan tata kelola pemerintahan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya persatuan nasional.

Menurut Yerikho, Indonesia membutuhkan konsolidasi seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Kita harus mengkonsolidasikan seluruh elemen masyarakat untuk persatuan nasional. Karena kita anggap untuk perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar itu, butuh yang namanya persatuan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa nilai Persatuan Indonesia sebagaimana tertuang dalam sila ketiga Pancasila harus terus menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagi IMC, penguatan persatuan nasional tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas sosial dan politik, tetapi juga menjadi syarat utama dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tags: Boni HargenDialog Persatuan NasionalIndonesia Millennials CenterPemerintahan PrabowoTata Kelola BangsaYerikho Silalahi
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Polda Metro Jaya Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum

Post Selanjutnya

Penegasan Sebagai Oposisi Dapat Menjadi Investasi Politik Paling Strategis Bagi PDIP Menuju 2029

RelatedPosts

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

6 Agustus 2026

Irjen Pol Andry Wibowo: Universitas Kepolisian Jadi Investasi Strategis Lembaga Polri

6 Agustus 2026

Kuliah Umum di PKKMB UI, Kepala BNN RI Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

6 Agustus 2026

Konten Hoaks ‘Demo Agustus’ Masif di Media Sosial, Direktur IPR: Masyarakat Jangan Terpancing

5 Agustus 2026

Kepala Staf Kepresidenan Dudung: Tugas KSP Mengurai Bottleneck Program Prioritas Presiden

5 Agustus 2026

Pemkot Tangsel Tunda Pembelian Lahan Puspem, Fokus Genjot PSEL Cipeucang untuk Atasi Krisis Sampah

5 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Penegasan Sebagai Oposisi Dapat Menjadi Investasi Politik Paling Strategis Bagi PDIP Menuju 2029

Gedung Merah Putih KPK

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim Cs: Dalami Aliran Dana Pemerasan Izin WNA

Discussion about this post

KabarTerbaru

War Ticket HUT ke-81 RI Diserbu 128.331 Pendaftar, Mensesneg: Masyarakat Masih Punya Kesempatan

6 Agustus 2026

Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

6 Agustus 2026

Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

6 Agustus 2026

PUTR Cianjur Revitalisasi Saluran Air di Sungai Cikoak

6 Agustus 2026

Irjen Pol Andry Wibowo: Universitas Kepolisian Jadi Investasi Strategis Lembaga Polri

6 Agustus 2026

Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

6 Agustus 2026

Pemkot Tangsel Gelontorkan Rp4 Miliar untuk 72 PAUD, Perkuat Wajib Belajar 13 Tahun dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini

6 Agustus 2026

Kuliah Umum di PKKMB UI, Kepala BNN RI Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

6 Agustus 2026

KPK Ungkap Rangkaian Pertemuan Bupati Kuansing dengan Menhut, Dugaan Uang Sin$14.000 Ditelusuri

6 Agustus 2026

War Ticket HUT ke-81 RI Diserbu 128.331 Pendaftar, Mensesneg: Masyarakat Masih Punya Kesempatan

6 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto: Istimewa

    DPP Persadha Nusantara Resmi Dilantik, Tetapkan 10 Agenda Transformasi Lembaga Hindu 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IKA PMII Garut Perkuat Jaringan Alumni hingga Kecamatan, Siap Kawal Tata Kelola Keuangan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN Ungkap Sindikat Narkotika Lintas Negara di Batam, Enam Tersangka Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMPPIBI Apresiasi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tetapkan Empat Tersangka Baru Korupsi Dana BOS Mts di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com